alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Swab Masal di 3 Pasar, Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Kian Melejit

DENPASAR – Kasus positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Denpasar melonjak drastis. Berdasar data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Denpasar,

total kasus positif Covid-19 menjadi 161 orang, dua meninggal dan yang masih dirawat mencapai 83 orang. Dengan jumlah penderita sebanyak itu, Kota Denpasar menduduki posisi pertama kasus Covid-19 di Bali.

Menurut Jubir GTPP Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai, meroketnya kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tidak lepas dari digelarnya tes swab masal di tiga pasar di Denpasar.

Masing-masing Pasar Badung, Pasar Kumbasari, dan Pasar Ikan. Sebagaimana diberitakan, setelah ada pedagang yang terjangkit, petugas langsung melakukan tes swab.

Hasilnya, dalam beberapa hari terakhir, ada puluhan pedagang yang terjangkit virus dari Kota Wuhan, Tiongkok ini.

“Ini yang harus dihindari karena (penderita) tidak ada keluhan. Jadi, setelah ada swab massal, baru ketahuan ternyata tinggi angkanya.

Kalau tahu kita (pasti) karantina. Karena 18 orang pedang yang positif ini berpotensi menularkan ke yang lain. Jadi, perlu ada tes swab lagi untuk memutus mata rantai Covid-19 di Denpasar,” katanya.

Ia meminta siapa yang pernah berkontak langsung kepada 18 pedagang ini diharapkan kejujurannya untuk datang melakukan tes swab.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan tracking dan tracing. “Kami mengharapkan letak kejujuran dari masing-masing pribadi untuk ikut memutus mata rantai Covid-19. Kami tidak tahu siapa yang kontak,” ujarnya.

Sementara itu, terkait meninggalnya pasien Covid-19 di RS Wangaya dengan penyakit penyerta kencing manis, Dewa Rai mengatakan, belum memasukkannya ke data GTTP Covid-19.

Alasannya karena belum ada hasil konfirmasi dari Gugus Tugas Nasional. Sesuai prosedur penyampaian korban meninggal memang dari Gugus Tugas Kota/Kabupaten ke Provinsi, baru dilaporkan ke Gugus Tugas Nasional. 

“Jadi ya menunggu pusat supaya sama datanya. Agar tak seperti di Gianyar disebut positif Covid-19 tapi ternyata nggak, biar tak simpang siur,” ucapnya. 

 

 



DENPASAR – Kasus positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Denpasar melonjak drastis. Berdasar data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Denpasar,

total kasus positif Covid-19 menjadi 161 orang, dua meninggal dan yang masih dirawat mencapai 83 orang. Dengan jumlah penderita sebanyak itu, Kota Denpasar menduduki posisi pertama kasus Covid-19 di Bali.

Menurut Jubir GTPP Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai, meroketnya kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tidak lepas dari digelarnya tes swab masal di tiga pasar di Denpasar.

Masing-masing Pasar Badung, Pasar Kumbasari, dan Pasar Ikan. Sebagaimana diberitakan, setelah ada pedagang yang terjangkit, petugas langsung melakukan tes swab.

Hasilnya, dalam beberapa hari terakhir, ada puluhan pedagang yang terjangkit virus dari Kota Wuhan, Tiongkok ini.

“Ini yang harus dihindari karena (penderita) tidak ada keluhan. Jadi, setelah ada swab massal, baru ketahuan ternyata tinggi angkanya.

Kalau tahu kita (pasti) karantina. Karena 18 orang pedang yang positif ini berpotensi menularkan ke yang lain. Jadi, perlu ada tes swab lagi untuk memutus mata rantai Covid-19 di Denpasar,” katanya.

Ia meminta siapa yang pernah berkontak langsung kepada 18 pedagang ini diharapkan kejujurannya untuk datang melakukan tes swab.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan tracking dan tracing. “Kami mengharapkan letak kejujuran dari masing-masing pribadi untuk ikut memutus mata rantai Covid-19. Kami tidak tahu siapa yang kontak,” ujarnya.

Sementara itu, terkait meninggalnya pasien Covid-19 di RS Wangaya dengan penyakit penyerta kencing manis, Dewa Rai mengatakan, belum memasukkannya ke data GTTP Covid-19.

Alasannya karena belum ada hasil konfirmasi dari Gugus Tugas Nasional. Sesuai prosedur penyampaian korban meninggal memang dari Gugus Tugas Kota/Kabupaten ke Provinsi, baru dilaporkan ke Gugus Tugas Nasional. 

“Jadi ya menunggu pusat supaya sama datanya. Agar tak seperti di Gianyar disebut positif Covid-19 tapi ternyata nggak, biar tak simpang siur,” ucapnya. 

 

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/