alexametrics
27.9 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Geruduk Kantor Perbekel, Ini Daftar Tuntutan Pedagang Pasar Penarungan

MANGUPURA – Pasca kebakaran Pasar Desa Adat Penarungan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menjanjikan akan segera membangun kembali pasar tersebut.

Para pedagang pun menagih janji tersebut dengan cara mendatangi kantor Perbekel Desa Penarungan.

Puluhan pedagang  datang untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait tempat mereka berjualan pasca Pasar Desa Adat Penarungan terbakar.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan pedagang di antaranya terkait kepastian kapan Pasar Desa Adat Penarungan akan kembali dibangun.

Kemudian, selama pasar belum beroperasi, para pedagang juga ingin kembali berjualan, namun tidak jauh dari pasar.

Para pedagang minta jaminan keamanan untuk berjualan dipinggir jalan seputaran Pasar Desa Adat Penarungan.

“Iya, mereka (datang ke kantor Perbekel) untuk menyuarakan aspirasinya. Dan sudah kita tampung,” terang Penjabat (Pj) Perbekel Penarungan I Wayan Narayana.

Baca Juga:  Gandeng SITA, Angkasa Pura I Kembangkan Smart Airport Technologies

Selain itu, para pedagang juga belum memiliki tempat untuk berjualan kembali. “Sebelum selesai rekonstruksi mereka akan berjualan di sekitar pasar. Kita diminta menjaga keamanan,” katanya.

Namun, sesuai instruksi Bupati Badung, pembangunan Pasar Desa Adat Penarungan akan dilakukan langsung oleh Pemkab Badung, bukan dari Desa Adat meskipun status pasar tersebut milik Desa Adat Penarungan.

Perbaikan pasar akan memakai dana bencana dan digarap langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung.  

“Sesuai instruksi Bapak Bupati saat meninjau lokasi, untuk pembangunan diambil PU. Perkiraan satu bulan sudah selesai,” papar Narayana.

Namun, menurut informasi dari Dinas PUPR Badung, lanjut pejabat asal Penarungan ini, pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Baca Juga:  Pintu Masuk Pantai Kuta Dipasang Delapan QR Code PeduliLindungi

“Katanya dua hari dari kemarin (sudah mulai dibangun). Sekarang sudah datang materialnya,” tegas Narayana.

Sambil menunggu perbaikan pasar, para pedagang dalam beberapa hari kedepan akan berjualan di pinggir jalan sekitar pasar.

Mereka berjualan dari subuh sampai pukul 9.00. Selain itu pihaknya juga sempat meninjau aktivitas para pedagang sambil menyerahkan bingkisan sembako.

“Sementara mereka berjualan di sekitar pasar. Jam sembilan sudah selesai,” terangnya.

Secara terpisah Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba menjelaskan, perbaikan pasar Penarungan sebenarnya telah dilakukan begitu selesai peninjauan oleh Bupati Giri Prasta.

“Selesai peninjauan, langsung kita lakukan pengukuran dan pembersihan,”ujarnya. Pengerjaan selanjutnya dilakukan di workshop, yaitu pengerjaan kayu untuk konstruksi atap.

“Kontruksi atap kita menggunakan kayu dan sedang dikerjakan di workshop,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Pasca kebakaran Pasar Desa Adat Penarungan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menjanjikan akan segera membangun kembali pasar tersebut.

Para pedagang pun menagih janji tersebut dengan cara mendatangi kantor Perbekel Desa Penarungan.

Puluhan pedagang  datang untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait tempat mereka berjualan pasca Pasar Desa Adat Penarungan terbakar.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan pedagang di antaranya terkait kepastian kapan Pasar Desa Adat Penarungan akan kembali dibangun.

Kemudian, selama pasar belum beroperasi, para pedagang juga ingin kembali berjualan, namun tidak jauh dari pasar.

Para pedagang minta jaminan keamanan untuk berjualan dipinggir jalan seputaran Pasar Desa Adat Penarungan.

“Iya, mereka (datang ke kantor Perbekel) untuk menyuarakan aspirasinya. Dan sudah kita tampung,” terang Penjabat (Pj) Perbekel Penarungan I Wayan Narayana.

Baca Juga:  BMTA Bidik Potensi Wisata Medis

Selain itu, para pedagang juga belum memiliki tempat untuk berjualan kembali. “Sebelum selesai rekonstruksi mereka akan berjualan di sekitar pasar. Kita diminta menjaga keamanan,” katanya.

Namun, sesuai instruksi Bupati Badung, pembangunan Pasar Desa Adat Penarungan akan dilakukan langsung oleh Pemkab Badung, bukan dari Desa Adat meskipun status pasar tersebut milik Desa Adat Penarungan.

Perbaikan pasar akan memakai dana bencana dan digarap langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung.  

“Sesuai instruksi Bapak Bupati saat meninjau lokasi, untuk pembangunan diambil PU. Perkiraan satu bulan sudah selesai,” papar Narayana.

Namun, menurut informasi dari Dinas PUPR Badung, lanjut pejabat asal Penarungan ini, pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Baca Juga:  Dana Desa Tak Maksimal karena Banyak Desa Tak Punya Data Kemiskinan

“Katanya dua hari dari kemarin (sudah mulai dibangun). Sekarang sudah datang materialnya,” tegas Narayana.

Sambil menunggu perbaikan pasar, para pedagang dalam beberapa hari kedepan akan berjualan di pinggir jalan sekitar pasar.

Mereka berjualan dari subuh sampai pukul 9.00. Selain itu pihaknya juga sempat meninjau aktivitas para pedagang sambil menyerahkan bingkisan sembako.

“Sementara mereka berjualan di sekitar pasar. Jam sembilan sudah selesai,” terangnya.

Secara terpisah Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba menjelaskan, perbaikan pasar Penarungan sebenarnya telah dilakukan begitu selesai peninjauan oleh Bupati Giri Prasta.

“Selesai peninjauan, langsung kita lakukan pengukuran dan pembersihan,”ujarnya. Pengerjaan selanjutnya dilakukan di workshop, yaitu pengerjaan kayu untuk konstruksi atap.

“Kontruksi atap kita menggunakan kayu dan sedang dikerjakan di workshop,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/