alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Pancaroba, BMKG Denpasar Ingatkan Terjadinya Peningkatan Hujan Harian

DENPASAR – Hujan lebat mengguyur Bali Sabtu kemarin (10/10) dan memicu terjadinya tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang di sejumlah titik.

Bahkan, berdasar laporan BPBD Bali, bencana tanah longsor memicu jatuhnya korban tewas di Rendang, Karangasem.

Kondisi ini terjadi karena Bali memasuki periode pancaroba atau peralihan musim. Selain itu juga terjadi peningkatan hujan harian.

Berdasar prakiraan cuaca harian Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Denpasar, cuaca umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan-sedang di sebagian besar wilayah Bali.

Suhu udara berkisar antara 23-31 derajat celcius, dengan kelembaban udara berkisar antara 65-95 persen.

Angin umumnya bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan antara 8-36 Km per jam. Tinggi gelombang laut di perairan utara Bali berkisar antara 0.25-1.25 meter,

di perairan Selat Bali berkisar antara 1-4 meter, di Selat Bali berkisar antara 0.5-3.5 meter dan selat Lombok berkisar antara 0.5-3.5 meter.  

Baca Juga:  [Mistis] 4 Personel BPBD Mendadak Gatal-Gatal Usai Pangkas Pohon Wani

“Kondisi ini disebabkan  karena wilayah Bali memasuki periode pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Indeks Enso di Nino 3.4: -0.72 yang berarti signifikan terhadap peningkatan hujan harian di wilayah Indonesia, termasuk Bali, ” jelas  Kepala Balai BBMKG Wilayah II Denpasar, M. Taufik Gunawan.

Selain itu, Madden Julian Oscillation  (MJO) sedang berada di kuadran 5 sehingga berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Suhu muka laut di sekitar wilayah Bali antara 26-29 derajat celcius. Kondisi air laut yang masih hangat memberikan kontribusi penguapan yang cukup untuk pembentukan awan-awan hujan.

Massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 700mb (3.000 meter).

 “Prediksi cuaca tiga hari kedepan umumnya berawan. Terdapat potensi hujan ringan-sedang di sebagian besar wilayah Bali, ” jelasnya.

Lebih lanjut, angin umumnya bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan antara 6-36 Km/jam. Tinggi gelombang laut di perairan Utara Bali berkisar 1.25-1.5 meter,

Baca Juga:  Rumah Hancur Tertimpa Pohon, Satu Keluarga Mengungsi

di Perairan Selatan Bali berkisar antara 1-5 meter, selat Bali berkisar antara 0.5-4 meter, di Selat Lombok berkisar antara 0.5-4 meter.

Namun, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini yakni waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat

di Bali bagian barat dan tengah serta tinggi gelombang laut yang mencapai 2.0 meter atau lebih di Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok dan Samudera Hindia Selatan Bali.  

Imbauan masyarakat nelayan dan pelaku kegiatan bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan selatan Bali.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem

seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir, ” pungkasnya. 



DENPASAR – Hujan lebat mengguyur Bali Sabtu kemarin (10/10) dan memicu terjadinya tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang di sejumlah titik.

Bahkan, berdasar laporan BPBD Bali, bencana tanah longsor memicu jatuhnya korban tewas di Rendang, Karangasem.

Kondisi ini terjadi karena Bali memasuki periode pancaroba atau peralihan musim. Selain itu juga terjadi peningkatan hujan harian.

Berdasar prakiraan cuaca harian Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Denpasar, cuaca umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan-sedang di sebagian besar wilayah Bali.

Suhu udara berkisar antara 23-31 derajat celcius, dengan kelembaban udara berkisar antara 65-95 persen.

Angin umumnya bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan antara 8-36 Km per jam. Tinggi gelombang laut di perairan utara Bali berkisar antara 0.25-1.25 meter,

di perairan Selat Bali berkisar antara 1-4 meter, di Selat Bali berkisar antara 0.5-3.5 meter dan selat Lombok berkisar antara 0.5-3.5 meter.  

Baca Juga:  Fenomena Awan Mirip UFO di Gunung Agung, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG

“Kondisi ini disebabkan  karena wilayah Bali memasuki periode pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Indeks Enso di Nino 3.4: -0.72 yang berarti signifikan terhadap peningkatan hujan harian di wilayah Indonesia, termasuk Bali, ” jelas  Kepala Balai BBMKG Wilayah II Denpasar, M. Taufik Gunawan.

Selain itu, Madden Julian Oscillation  (MJO) sedang berada di kuadran 5 sehingga berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Suhu muka laut di sekitar wilayah Bali antara 26-29 derajat celcius. Kondisi air laut yang masih hangat memberikan kontribusi penguapan yang cukup untuk pembentukan awan-awan hujan.

Massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 700mb (3.000 meter).

 “Prediksi cuaca tiga hari kedepan umumnya berawan. Terdapat potensi hujan ringan-sedang di sebagian besar wilayah Bali, ” jelasnya.

Lebih lanjut, angin umumnya bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan antara 6-36 Km/jam. Tinggi gelombang laut di perairan Utara Bali berkisar 1.25-1.5 meter,

Baca Juga:  UT Denpasar Dukung Kejuaraan Tenis Meja Se-Bali

di Perairan Selatan Bali berkisar antara 1-5 meter, selat Bali berkisar antara 0.5-4 meter, di Selat Lombok berkisar antara 0.5-4 meter.

Namun, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini yakni waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat

di Bali bagian barat dan tengah serta tinggi gelombang laut yang mencapai 2.0 meter atau lebih di Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok dan Samudera Hindia Selatan Bali.  

Imbauan masyarakat nelayan dan pelaku kegiatan bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan selatan Bali.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem

seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir, ” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/