alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Stok Plasma Konvalesen untuk Kesembuhan Pasien Covid di Bali Kosong

DENPASAR – Plasma konvalesen secara kedokteran diyakini bisa membantu kesembuhan pasien Covid-19. Namun, saat ini stoknya di Bali kosong.

Hal itu yang membuat Kodam IX/Udayana kembali menggelar donor plasma konvalesen. Kegiatan yang digelar di Kesdam IX/Udayana, Jumat (11/12) itu melibatkan sebanyak 30 orang prajurit TNI yang pernah terjangkit SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19.

“Hari ini ada 30 yang donor konvalesen untuk nantinya digunakan untuk pasien covid-19,” kata Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI, Maruli Simanjuntak yang juga menyaksikan langsung kegiatan itu.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak 315 orang lainnya mengikuti kegiatan donor darah yang juga dihadir langsung oleh PMI Bali. 

Dijelaskan Maruli, bahwa sebetulnya donor darah dan plasma ini digelar dalam rangka peringatan Hari Juang TNI.

“Sebetulnya kita buka buat semua kalangan juga yg berminat untuk donor, mayoritas anggota kodam IX/Udayana. Ini kan masa pandemi bahwa sedang kesulitan saat ini, karena orang mau donor juga takut tapi sebenarnya kalo diselenggarakan sesuai dengan protokol kesehatan ya dapat berjalan dengan baik,” terang Maruli. 

Lanjutnya, bahwa donor plasma konvalesen ini sejatinya telah berjalan tiga kali di lingkungan Kodam IX/Udayana. Dua sebelumnya dilakukan di Korem 163 Wirasatya. Namun prajurit yang terlibat hanya di wilayah Bali, belum mencakup prajurit di wilayah NTT dan NTB.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia Daerah Bali, IGB Alit Putra mengatakan, saat ini ketersediaan plasma konvalesen di Bali sedang kosong. Begitu juga dengan ketersediaan cadangan kantong darah yang makin menipis.

“Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan itu. Dan semoga plasa konvalesennya bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang terpapar,” ujarnya. 

Terkait berapa banyak kebutuhan plasma konvalesen di Bali, Alit mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi. Belum bisa diprediksi tergantung dari keadaan laporan rumah sakit memerlukan penanganan oleh plasma konvalesen itu sendiri.

“Khusus konvalesen kosong karena yang dulu sudah banyak digunakan, dan sekarang kita koordinasi dengan satgas dan pihak rumah sakit untuk membujuk saat bisa sembuh,” tandasnya.



DENPASAR – Plasma konvalesen secara kedokteran diyakini bisa membantu kesembuhan pasien Covid-19. Namun, saat ini stoknya di Bali kosong.

Hal itu yang membuat Kodam IX/Udayana kembali menggelar donor plasma konvalesen. Kegiatan yang digelar di Kesdam IX/Udayana, Jumat (11/12) itu melibatkan sebanyak 30 orang prajurit TNI yang pernah terjangkit SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19.

“Hari ini ada 30 yang donor konvalesen untuk nantinya digunakan untuk pasien covid-19,” kata Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI, Maruli Simanjuntak yang juga menyaksikan langsung kegiatan itu.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak 315 orang lainnya mengikuti kegiatan donor darah yang juga dihadir langsung oleh PMI Bali. 

Dijelaskan Maruli, bahwa sebetulnya donor darah dan plasma ini digelar dalam rangka peringatan Hari Juang TNI.

“Sebetulnya kita buka buat semua kalangan juga yg berminat untuk donor, mayoritas anggota kodam IX/Udayana. Ini kan masa pandemi bahwa sedang kesulitan saat ini, karena orang mau donor juga takut tapi sebenarnya kalo diselenggarakan sesuai dengan protokol kesehatan ya dapat berjalan dengan baik,” terang Maruli. 

Lanjutnya, bahwa donor plasma konvalesen ini sejatinya telah berjalan tiga kali di lingkungan Kodam IX/Udayana. Dua sebelumnya dilakukan di Korem 163 Wirasatya. Namun prajurit yang terlibat hanya di wilayah Bali, belum mencakup prajurit di wilayah NTT dan NTB.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia Daerah Bali, IGB Alit Putra mengatakan, saat ini ketersediaan plasma konvalesen di Bali sedang kosong. Begitu juga dengan ketersediaan cadangan kantong darah yang makin menipis.

“Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan itu. Dan semoga plasa konvalesennya bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang terpapar,” ujarnya. 

Terkait berapa banyak kebutuhan plasma konvalesen di Bali, Alit mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi. Belum bisa diprediksi tergantung dari keadaan laporan rumah sakit memerlukan penanganan oleh plasma konvalesen itu sendiri.

“Khusus konvalesen kosong karena yang dulu sudah banyak digunakan, dan sekarang kita koordinasi dengan satgas dan pihak rumah sakit untuk membujuk saat bisa sembuh,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/