alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Waspada, Wanita Paling Rentan Terkena Sakit Ginjal

DENPASAR – Wanita disebut paling rentan terkena penyakit ginjal. Hal tersebut terungkap saat hari ginjal sedunia (World Kidney Day) yang digelar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) koordinator wilayah Bali, NTB, dan NTT kemarin.

“Wanita sangat rentan terhadap penyakit-penyakit tertentu, salah satunya ginjal,” ujar Direktur RS Sanglah, dr I Wayan Sudana di Plaza Renon.

Katanya, beberapa faktor menyebabkan hal tersebut terjadi pada wanita, antaranya faktor hormonal, faktor saluran air kencing yang lebih pendek

sehingga lebih memungkinkan terkena penyakit-penyakit tertentu dan lebih khusus lagi, penyakit yang terkait dengan saluran kemih dan ginjal.

“Saya berharap, kepada masyarakat agar menjaga ginjal kita supaya sehat. Tak sampai cuci darah, apalagi transplantasi ginjal,” tuturnya.

Baca Juga:  Berkendara saat Mabuk Berat, Hantam Pinggir Jalan, Kelenger

Menurutnya, penyakit ginjal kronik (PGK) memang merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia dengan komplikasi gagal ginjal dan kematian dini.

PGK saat ini merupakan penyebab kematian ke 8 tertinggi pada perempuan, mencapai 600.000 kematian setiap tahunnya.

Risiko terjadinya PGK  pada perempuan hampir setinggi pada laki-laki dan mungkin lebih tinggi. Berdasar beberapa studi, PGK lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Dengan prevalensi sebesar 14 persen pada perempuan dan 12 persen pada laki-laki. Namun, jumlah perempuan yang menjalani dialisis lebih rendah dibandingkan pria.

Setidaknya ditengarai ada tiga alasan utama kondisi tersebut. Yakni, perjalanan PGK yang lebih lambat pada perempuan, hambatan psiko-sosioekonomi seperti

rendahnya kesadaran akan penyakit ginjal yang mengakibatkan keterlambatan ataupun tidak dimulainya dialisis serta akses kesehatan yang tidak merata.

Baca Juga:  Keasyikan Merokok di Area Rumah Sakit, Pengunjung Terjaring Razia

Dr.dr Yenny Kandari dari Divisi Ginjal dan Hipertensi SMF Ilmu Penyakit Dalam RS Sanglah menambahkan, selain karena faktor saluran kemih,

wanita juga rentan terkena penyakit ginjal  karena penyakit kanker serviks (leher rahim) yang sering kali mengakibatkan gangguan fungsi ginjal.

“Wanita memang rentan terkena ginjal. Wanita juga hamil, berisiko gangguan ginjal,’ terangnya. Untuk itu, dia memberikan beberapa tips, yakni lebih banyak minum air putih, makan makanan yang sehat dan juga rutin melakukan olahraga.

“Minum yang cukup, supaya dapat kencing dua liter per hari. Tapi jangan minum yang aneh-aneh,” tutupnya. 



DENPASAR – Wanita disebut paling rentan terkena penyakit ginjal. Hal tersebut terungkap saat hari ginjal sedunia (World Kidney Day) yang digelar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) koordinator wilayah Bali, NTB, dan NTT kemarin.

“Wanita sangat rentan terhadap penyakit-penyakit tertentu, salah satunya ginjal,” ujar Direktur RS Sanglah, dr I Wayan Sudana di Plaza Renon.

Katanya, beberapa faktor menyebabkan hal tersebut terjadi pada wanita, antaranya faktor hormonal, faktor saluran air kencing yang lebih pendek

sehingga lebih memungkinkan terkena penyakit-penyakit tertentu dan lebih khusus lagi, penyakit yang terkait dengan saluran kemih dan ginjal.

“Saya berharap, kepada masyarakat agar menjaga ginjal kita supaya sehat. Tak sampai cuci darah, apalagi transplantasi ginjal,” tuturnya.

Baca Juga:  Lahirkan Bayi Kembar Empat, Ibu di Bali Hamil Lewat Kawin Suntik

Menurutnya, penyakit ginjal kronik (PGK) memang merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia dengan komplikasi gagal ginjal dan kematian dini.

PGK saat ini merupakan penyebab kematian ke 8 tertinggi pada perempuan, mencapai 600.000 kematian setiap tahunnya.

Risiko terjadinya PGK  pada perempuan hampir setinggi pada laki-laki dan mungkin lebih tinggi. Berdasar beberapa studi, PGK lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Dengan prevalensi sebesar 14 persen pada perempuan dan 12 persen pada laki-laki. Namun, jumlah perempuan yang menjalani dialisis lebih rendah dibandingkan pria.

Setidaknya ditengarai ada tiga alasan utama kondisi tersebut. Yakni, perjalanan PGK yang lebih lambat pada perempuan, hambatan psiko-sosioekonomi seperti

rendahnya kesadaran akan penyakit ginjal yang mengakibatkan keterlambatan ataupun tidak dimulainya dialisis serta akses kesehatan yang tidak merata.

Baca Juga:  Si Cantik Putri Indonesia LH asal Bali Mudik, Bantu Atasi Covid

Dr.dr Yenny Kandari dari Divisi Ginjal dan Hipertensi SMF Ilmu Penyakit Dalam RS Sanglah menambahkan, selain karena faktor saluran kemih,

wanita juga rentan terkena penyakit ginjal  karena penyakit kanker serviks (leher rahim) yang sering kali mengakibatkan gangguan fungsi ginjal.

“Wanita memang rentan terkena ginjal. Wanita juga hamil, berisiko gangguan ginjal,’ terangnya. Untuk itu, dia memberikan beberapa tips, yakni lebih banyak minum air putih, makan makanan yang sehat dan juga rutin melakukan olahraga.

“Minum yang cukup, supaya dapat kencing dua liter per hari. Tapi jangan minum yang aneh-aneh,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/