alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Cegah Pasien Makin Banyak, Semua Akses Masuk Pantai di Sanur Dibatasi

DENPASAR –   Akses  ke pantai di wilayah Sanur, Denpasar, Bali, mulai dibatasi hari ini. Pembatasan ini dilakukan mulai dari Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Mertasari.

Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 yang jumlahnya kian bertambah. Pantauan Jawa Pos Radar Bali, akses ke Pantai Segara Ayu ditutup dengan bambu.

Begitupun akses menuju Pantai Sindu juga ditutup dengan bambu. Beberapa pecalang dan Hansip terlihat melakukan penjagaan di pantai.

Salah seorang pecalang dari Desa Adat Intaran Sanur mengatakan penutupan ini telah dimulai sejak pukul 07.00 Wita tadi. 

“Penutupan ini sesuai surat edaran yang dimulai hari ini. Semua akses jalan setiap wialayah pantai di Sanur ini dibatasi,” kata sang pecalang.

Untuk melakukan pemantauan, khusus Desa Adat Intaran menerjunkan 39 pecalang. ” Ini dibagi ke dalam tiga shift,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Paramarta mengatakan, Desa Adat Sanur bersama kelurahan membatasi aktivitas warga di pantai.

Pembatasan ini berlaku bagi mereka yang akan melakukan rekreasi di pantai baik mandi, berenang, memancing maupun sekadar rekreasi.

Sementara untuk pengangkutan logistik ke Nusa Penida masih tetap bisa dilakukan.  Begitupun bagi warga Nusa Penida yang akan pulang kampung masih diperbolehkan. 

Termasuk kegiatan adat dan keagamaan yang dilakukan di pantai masih bisa diperbolehkan. “Selain upacara agama, logistik dan menyeberang ke Nusa Penida kami tolak,” kata IB Paramartha.

Menurutnya, hal ini merupakan keputusan rapat yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pembatasan akses ini pun dilaksanakan hingga situasi kembali pulih.

Lurah Sanur IB Raka Jisnu mengatakan, akibat merebaknya kasus Covid 19 berdampak pada penutupan Pantai Kuta dari aktivitas wisatawan. 

Karena itu, Sanur akhirnya menjadi pilihan bagi wisatawan untuk berkunjung ke pantai. Karena dalam kondisi wabah Covid – 19, maka dilakukan langkah antisipasi dengan membatasi aktivitas warga yang ingin rekreasi ke pantai.

Sedangkan untuk aktivitas warga yang mencari mata pencaharian di pantai, seperti nelayan, tidak ada larangan.  “Sifatnya hanya membatasi aktivitas yang bersifat rekreasi,” katanya. 



DENPASAR –   Akses  ke pantai di wilayah Sanur, Denpasar, Bali, mulai dibatasi hari ini. Pembatasan ini dilakukan mulai dari Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Mertasari.

Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 yang jumlahnya kian bertambah. Pantauan Jawa Pos Radar Bali, akses ke Pantai Segara Ayu ditutup dengan bambu.

Begitupun akses menuju Pantai Sindu juga ditutup dengan bambu. Beberapa pecalang dan Hansip terlihat melakukan penjagaan di pantai.

Salah seorang pecalang dari Desa Adat Intaran Sanur mengatakan penutupan ini telah dimulai sejak pukul 07.00 Wita tadi. 

“Penutupan ini sesuai surat edaran yang dimulai hari ini. Semua akses jalan setiap wialayah pantai di Sanur ini dibatasi,” kata sang pecalang.

Untuk melakukan pemantauan, khusus Desa Adat Intaran menerjunkan 39 pecalang. ” Ini dibagi ke dalam tiga shift,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Paramarta mengatakan, Desa Adat Sanur bersama kelurahan membatasi aktivitas warga di pantai.

Pembatasan ini berlaku bagi mereka yang akan melakukan rekreasi di pantai baik mandi, berenang, memancing maupun sekadar rekreasi.

Sementara untuk pengangkutan logistik ke Nusa Penida masih tetap bisa dilakukan.  Begitupun bagi warga Nusa Penida yang akan pulang kampung masih diperbolehkan. 

Termasuk kegiatan adat dan keagamaan yang dilakukan di pantai masih bisa diperbolehkan. “Selain upacara agama, logistik dan menyeberang ke Nusa Penida kami tolak,” kata IB Paramartha.

Menurutnya, hal ini merupakan keputusan rapat yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pembatasan akses ini pun dilaksanakan hingga situasi kembali pulih.

Lurah Sanur IB Raka Jisnu mengatakan, akibat merebaknya kasus Covid 19 berdampak pada penutupan Pantai Kuta dari aktivitas wisatawan. 

Karena itu, Sanur akhirnya menjadi pilihan bagi wisatawan untuk berkunjung ke pantai. Karena dalam kondisi wabah Covid – 19, maka dilakukan langkah antisipasi dengan membatasi aktivitas warga yang ingin rekreasi ke pantai.

Sedangkan untuk aktivitas warga yang mencari mata pencaharian di pantai, seperti nelayan, tidak ada larangan.  “Sifatnya hanya membatasi aktivitas yang bersifat rekreasi,” katanya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/