alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Pengelola Wisata Sangeh Khawatir Pakan Monyet Tak Terpenuhi

MANGUPURA – Kabupaten Badung juga menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 – 20 Juli 2021. Bahkan sektor nonesensial diwajibkan ditutup sementara.

 

Begitu juga objek wisata Sangeh, Abiansemal, Badung juga ditutup sementara.  Hal ini juga pengelola objek wisata tersebut sangat khawatir. Sebab, anggaran operasional sudah menipis dan pendapatan kunjungan juga minim.

 

Manajer Operasional Objek Wisata Sangeh, Made Mohon mengakui mulai khawatir untuk anggaran tahun depan. Sebab minimnya jumlah kunjungan yang berimbas pada penurunan pendapatan saat ini.

 

Terlebih dengan adanya penutupan objek wisata selama PPKM Darurat, praktis tak ada pemasukan yang didapat. Sedangkan kebutuhan operasional masih tetap jalan.

- Advertisement -

 

“Sebelum covid, kami punya anggaran Rp 1 miliar. Sekarang tinggal Rp 400-an juta. Tahun ini mudah-mudahan masih bisa memenuhi kebutuhan operasional (biaya operasional dan pakan monyet). Tapi kalau pandemi ini berkepanjangan, kami tidak tahu harus bagaimana,” beber Mohon, Minggu (11/7).

Baca Juga:  Capaian Vaksinasi Anak Usia 6-11 Masih Belum Merata, Gianyar Tertinggi

 

Kata dia, untuk biaya operasional dan pakan monyet, pihaknya mengeluarkan biaya minimal Rp 30 Juta per bulannya. Biaya tersebut dibagi untuk biaya pakan monyet dan operasional kebersihan.

 

Untuk pakan monyet dianggarkan Rp 500 ribu per hari dengan varian makanan ketela dan pisang. Di Sangeh terdapat lebih dari 600 ekor monyet termasuk yang sudah beranak pianak.

 

Kebutuhan pangan mereka harus terpenuhi untuk menjaga karakter monyet agar tetap jinak. Sebab jika kelaparan, dikhawatirkan monyet akan kembali pada karakternya yakni suka menyerang.

 

“Kalau dulu monyet dapat banyak varian makanan dari pengunjung, monyetnya sangat memilih makanan. Nah sekarang karena varian makanannya lebih sedikit, jadi apapun yang kami berikan, tak pilih-pilih makanan lagi monyetnya,” tutur Mohon.

 

Pihaknya juga mempersilakan jika masyarakat ada yang ingin menyumbang secara sukarela buah-buahan untuk diberikan kepada monyet. Bilamana ingin berdonasi, disarankan untuk menghubungi pengelola terlebih dahulu agar tidak banyak buah yang mubazir karena didonasikan bersamaan.

Baca Juga:  Tak Boleh Buka, Toko Ponsel Jualan Online dan Janjikan Lebih Murah

 

“Ya kami paham kondisi ekonomi masyarakat juga sulit selama masa pandemi ini. Tapi siapa tahu ada yang ingin menyumbang buah-buahan, kami sarankan untuk menelepon pengelola dulu. Sebab dulu saat awal-awal pandemi, banyak sekali yang berdonasi bersamaan. Akhirnya menumpuk dan jadi mubazir,” bebernya.

 

Mengenai gaji pegawai juga  kesulitan. Sebab gaji pegawai murni bersumber dari omzet pendapatan. Pengelola berupaya menyiasati biaya operasional kebersihan, agar bisa sekedar mendapat penghasilan.

 

“Sebenarnya teman-teman mengeluh. Sekarang objek wisata ditutup lagi dan mereka agak patah semangat. Kami hanya berdoa semoga situasi ini cepat berlalu dan objek wisata tak ditutup berkepanjangan lagi,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

MANGUPURA – Kabupaten Badung juga menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 – 20 Juli 2021. Bahkan sektor nonesensial diwajibkan ditutup sementara.

 

Begitu juga objek wisata Sangeh, Abiansemal, Badung juga ditutup sementara.  Hal ini juga pengelola objek wisata tersebut sangat khawatir. Sebab, anggaran operasional sudah menipis dan pendapatan kunjungan juga minim.

 

Manajer Operasional Objek Wisata Sangeh, Made Mohon mengakui mulai khawatir untuk anggaran tahun depan. Sebab minimnya jumlah kunjungan yang berimbas pada penurunan pendapatan saat ini.

 

Terlebih dengan adanya penutupan objek wisata selama PPKM Darurat, praktis tak ada pemasukan yang didapat. Sedangkan kebutuhan operasional masih tetap jalan.

 

“Sebelum covid, kami punya anggaran Rp 1 miliar. Sekarang tinggal Rp 400-an juta. Tahun ini mudah-mudahan masih bisa memenuhi kebutuhan operasional (biaya operasional dan pakan monyet). Tapi kalau pandemi ini berkepanjangan, kami tidak tahu harus bagaimana,” beber Mohon, Minggu (11/7).

Baca Juga:  Air Mati, Netizen Sebut Akun Instagram PDAM Denpasar Curang

 

Kata dia, untuk biaya operasional dan pakan monyet, pihaknya mengeluarkan biaya minimal Rp 30 Juta per bulannya. Biaya tersebut dibagi untuk biaya pakan monyet dan operasional kebersihan.

 

Untuk pakan monyet dianggarkan Rp 500 ribu per hari dengan varian makanan ketela dan pisang. Di Sangeh terdapat lebih dari 600 ekor monyet termasuk yang sudah beranak pianak.

 

Kebutuhan pangan mereka harus terpenuhi untuk menjaga karakter monyet agar tetap jinak. Sebab jika kelaparan, dikhawatirkan monyet akan kembali pada karakternya yakni suka menyerang.

 

“Kalau dulu monyet dapat banyak varian makanan dari pengunjung, monyetnya sangat memilih makanan. Nah sekarang karena varian makanannya lebih sedikit, jadi apapun yang kami berikan, tak pilih-pilih makanan lagi monyetnya,” tutur Mohon.

 

Pihaknya juga mempersilakan jika masyarakat ada yang ingin menyumbang secara sukarela buah-buahan untuk diberikan kepada monyet. Bilamana ingin berdonasi, disarankan untuk menghubungi pengelola terlebih dahulu agar tidak banyak buah yang mubazir karena didonasikan bersamaan.

Baca Juga:  Dibuka Ketua MUI, Wujudkan Generus Mandiri Penuh Toleransi

 

“Ya kami paham kondisi ekonomi masyarakat juga sulit selama masa pandemi ini. Tapi siapa tahu ada yang ingin menyumbang buah-buahan, kami sarankan untuk menelepon pengelola dulu. Sebab dulu saat awal-awal pandemi, banyak sekali yang berdonasi bersamaan. Akhirnya menumpuk dan jadi mubazir,” bebernya.

 

Mengenai gaji pegawai juga  kesulitan. Sebab gaji pegawai murni bersumber dari omzet pendapatan. Pengelola berupaya menyiasati biaya operasional kebersihan, agar bisa sekedar mendapat penghasilan.

 

“Sebenarnya teman-teman mengeluh. Sekarang objek wisata ditutup lagi dan mereka agak patah semangat. Kami hanya berdoa semoga situasi ini cepat berlalu dan objek wisata tak ditutup berkepanjangan lagi,” pungkasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/