alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Tutup 60 Usaha Nonesensial, Pejabat Polda Bali: Kami Sedih, Tapi…

DENPASAR – Penutupan 60 usaha nonesensial di Denpasar pada Minggu (11/7) yang dilakukan tim Gabungan dari Polda Bali, Kejati, dan Pol PP Bali menyisakan sisi lain.

 

Kasatgas Gakkum Operasi Aman Nusa Agung II yang juga Direksrum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengaku sebetulnya pihaknya ikut sedih melakukan hal tersebut.

 

“Siapa yang tidak sedih melihat masyarakat dalam situasi ini? Kita semua sedih,” kata Djuhandani usai menggerebek dan menutup 60 usaha nonesensial di Denpasar.

 

Namun, Kombes Djuhandani menegaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.  “Tetapi ini kita lakukan untuk kebaikan bersama,” imbuhnya.

Baca Juga:  2 Pasien Sembuh Dipulangkan, 11 Kasus Transmisi Lokal Jadi Catatan
- Advertisement -

 

Dia menerangkan, pemerintah bertujuan untuk melindungi masyarakat dari wabah Covid-19. Menurutnya kebijakan ini adalah kebijakan yang sangat beralasan.

 

“Penularan Covid-19 saat ini kenaikannya tinggi. Angka kematiannya juga tinggi,” katanya.

Dalam melaksanakan kebijakan ini ungkap Kombes Djulhandani ada pertentangan dari beberapa ahli. Ada yang mempertanyakan pemulihan ekonomi nasional. Dikatakan pemulihan ekonomi akan dilakukan setelah kondisi darurat ini teratasi.

Adanya varian baru dari Covid-19 yang penyebarannya sangat tinggi menjadi isidentil untuk segera ditanggulangi. Melihat situasi yang ada saat ini, terpaksa kebijakan pemulihan ekonomi sementara dikesampingkan dahulu. Kewajiban pemerintah paling utama adalah menjaga keselamatan rakyat.

 

Sebelumnya diberitakan, Minggu (11/7) tim gabungan aparat dari Polda Bali, Kejati Bali dan Satpol PP Bali melakukan razia tempat usaha nonesensial di Denpasar. Sebanyak 60 nonesensial, seperti toko HP, toko sepatu, toko pakaian, toko emas, rumah makan, angkringan, restauran, mini market, termasuk mall, tempat hiburan dan lain sebagainya pun ditutup apparat.

Baca Juga:  Covid di Bali Meroket, Jokowi Turun Tangan, Koster Klaim Mulai Mereda

Tim gabungan ini bergerak sejak pukul 09.00 sampai pukul 12.00. Menyisir dengan mengambil rute dari Mako Polresta Denpasar – Jalan Gunung Sanghyang – Jalann Gunung Agung – Jalan Setia Budi- Jalan Gajah Mada – Jalan Sumatra – Jalan Hasanudin – Jalan Tamrin – Jalan Wahidin. Puluhan toko dihampiri dan diminta untuk ditutup.

- Advertisement -

DENPASAR – Penutupan 60 usaha nonesensial di Denpasar pada Minggu (11/7) yang dilakukan tim Gabungan dari Polda Bali, Kejati, dan Pol PP Bali menyisakan sisi lain.

 

Kasatgas Gakkum Operasi Aman Nusa Agung II yang juga Direksrum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengaku sebetulnya pihaknya ikut sedih melakukan hal tersebut.

 

“Siapa yang tidak sedih melihat masyarakat dalam situasi ini? Kita semua sedih,” kata Djuhandani usai menggerebek dan menutup 60 usaha nonesensial di Denpasar.

 

Namun, Kombes Djuhandani menegaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.  “Tetapi ini kita lakukan untuk kebaikan bersama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Proyek Jalan Setapak di Sanur Disorot karena Bongkar Kelapa Bengkok

 

Dia menerangkan, pemerintah bertujuan untuk melindungi masyarakat dari wabah Covid-19. Menurutnya kebijakan ini adalah kebijakan yang sangat beralasan.

 

“Penularan Covid-19 saat ini kenaikannya tinggi. Angka kematiannya juga tinggi,” katanya.

Dalam melaksanakan kebijakan ini ungkap Kombes Djulhandani ada pertentangan dari beberapa ahli. Ada yang mempertanyakan pemulihan ekonomi nasional. Dikatakan pemulihan ekonomi akan dilakukan setelah kondisi darurat ini teratasi.

Adanya varian baru dari Covid-19 yang penyebarannya sangat tinggi menjadi isidentil untuk segera ditanggulangi. Melihat situasi yang ada saat ini, terpaksa kebijakan pemulihan ekonomi sementara dikesampingkan dahulu. Kewajiban pemerintah paling utama adalah menjaga keselamatan rakyat.

 

Sebelumnya diberitakan, Minggu (11/7) tim gabungan aparat dari Polda Bali, Kejati Bali dan Satpol PP Bali melakukan razia tempat usaha nonesensial di Denpasar. Sebanyak 60 nonesensial, seperti toko HP, toko sepatu, toko pakaian, toko emas, rumah makan, angkringan, restauran, mini market, termasuk mall, tempat hiburan dan lain sebagainya pun ditutup apparat.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Bubarkan Pengunjung Kafe di Denpasar Utara

Tim gabungan ini bergerak sejak pukul 09.00 sampai pukul 12.00. Menyisir dengan mengambil rute dari Mako Polresta Denpasar – Jalan Gunung Sanghyang – Jalann Gunung Agung – Jalan Setia Budi- Jalan Gajah Mada – Jalan Sumatra – Jalan Hasanudin – Jalan Tamrin – Jalan Wahidin. Puluhan toko dihampiri dan diminta untuk ditutup.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/