alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Pesisir Bali Minim Alat Pendeteksi Tsunami, Butuh 8 tapi Tersedia…

MANGUPURA – Keberadaan alat pendeteksi dini tsunami Early Warning System (AWS) di pesisir pantai Badung masih minim.

Sejauh ini baru ada lima alat pendeteksi dini dan masih kekurangan tiga alat pendeteksi. Hal ini harus menjadi perhatian serius lantaran Bali berada di daerah rawan bencana.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, baru ada lima unit AWS dipasang di seluruh Badung.

Lima AWS itu terpasang di Pantai Tanjung Benoa, ITDC, Pantai Kedongan, Pantai Kuta, dan Pantai Double Six Seminyak.

Sementara di bagian barat Badung rata-rata masih kosong. Seperti Pantai Petitenget, Pantai Batubolong dan Seseh. Artinya pantai di Badung belum semuanya dilengkapi AWS tsunami.  

Baca Juga:  Viral! Pesepeda Pakai Semua Lajur Kiri, Pengendara Mobil Kesal

Idealnya Badung perlu 8 unit AWS. Ada pantai yang belum tersentuh alat serine tsunami ini adalah pantai bagian barat Badung, mulai dari Petitenget ke barat, seperti Pantai Cemagi, Pantai Batu Bolong dan Seseh.

“Iya, idealnya kalau ingin menjangkau seluruh (pantai) Badung, kita perlu delapan unit (AWS tsunami). Tapi, baru ada lima, jadi tiga masih kurang,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Badung I Wayan Netra.

Kata dia, alat ini dipasang dan dikendalikan oleh BPBD Provinsi Bali. Pihaknya di Badung hanya melakukan evaluasi dan monitoring tiap bulan.

Sejauh ini pihaknya memastikan lima alat ini berfungsi dengan baik. “Tiap bulan sudah diuji coba. Rata-rata semua aktif dan berfungsi kok,” kata Wayan Netra.

Baca Juga:  UPDATE! Data Sementara, Rumah, Hotel, dan Pura Rusak Akibat Gempa Bali

AWS ini sendiri mampu mengeluarkan suara mencapai 8 sampai 10 km. Teknis pengoperasian alat ini tidak dijaga secara khusus.

Pihaknya bersama BPBD Bali sifatnya hanya me monitoring dan memastikan alat berfungsi dengan melakukan uji coba tiap bulan.

Bila terjadi bencana berpotensi tsunami, maka alat tsunami BMKG akan memberikan peringatan yang diteruskan ke Ruspudalops BPBD Bali.

Kemudian, petugas Ruspudalops BPBD Bali akan menekan tombol melalui laptop untuk membunyikan seluruh serine yang ada.  

“Kalau gempa 7.0 SR ke atas, sesuai SOP tombol serine pasti dipencet. Semua serine bunyi.  Artinya masyarakat segera melakukan evakuasi,” tukasnya.



MANGUPURA – Keberadaan alat pendeteksi dini tsunami Early Warning System (AWS) di pesisir pantai Badung masih minim.

Sejauh ini baru ada lima alat pendeteksi dini dan masih kekurangan tiga alat pendeteksi. Hal ini harus menjadi perhatian serius lantaran Bali berada di daerah rawan bencana.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, baru ada lima unit AWS dipasang di seluruh Badung.

Lima AWS itu terpasang di Pantai Tanjung Benoa, ITDC, Pantai Kedongan, Pantai Kuta, dan Pantai Double Six Seminyak.

Sementara di bagian barat Badung rata-rata masih kosong. Seperti Pantai Petitenget, Pantai Batubolong dan Seseh. Artinya pantai di Badung belum semuanya dilengkapi AWS tsunami.  

Baca Juga:  Warga Dauh Puri Kelod Bongkar-bongkaran Dugaan Korupsi Aparat Desa

Idealnya Badung perlu 8 unit AWS. Ada pantai yang belum tersentuh alat serine tsunami ini adalah pantai bagian barat Badung, mulai dari Petitenget ke barat, seperti Pantai Cemagi, Pantai Batu Bolong dan Seseh.

“Iya, idealnya kalau ingin menjangkau seluruh (pantai) Badung, kita perlu delapan unit (AWS tsunami). Tapi, baru ada lima, jadi tiga masih kurang,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Badung I Wayan Netra.

Kata dia, alat ini dipasang dan dikendalikan oleh BPBD Provinsi Bali. Pihaknya di Badung hanya melakukan evaluasi dan monitoring tiap bulan.

Sejauh ini pihaknya memastikan lima alat ini berfungsi dengan baik. “Tiap bulan sudah diuji coba. Rata-rata semua aktif dan berfungsi kok,” kata Wayan Netra.

Baca Juga:  Mobil Brio Ringsek karena Hantam Pohon, Pengemudi Dilarikan ke RS

AWS ini sendiri mampu mengeluarkan suara mencapai 8 sampai 10 km. Teknis pengoperasian alat ini tidak dijaga secara khusus.

Pihaknya bersama BPBD Bali sifatnya hanya me monitoring dan memastikan alat berfungsi dengan melakukan uji coba tiap bulan.

Bila terjadi bencana berpotensi tsunami, maka alat tsunami BMKG akan memberikan peringatan yang diteruskan ke Ruspudalops BPBD Bali.

Kemudian, petugas Ruspudalops BPBD Bali akan menekan tombol melalui laptop untuk membunyikan seluruh serine yang ada.  

“Kalau gempa 7.0 SR ke atas, sesuai SOP tombol serine pasti dipencet. Semua serine bunyi.  Artinya masyarakat segera melakukan evakuasi,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/