alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Angka Kesembuhan Tinggi, Dipuji Jokowi, Minta Daerah Lain Tiru Bali

DENPASAR – Presiden Joko Widodo alias Jokowi akhirnya angkat bicara terkait penanganan corona virus disease (Covid-19) di Provinsi Bali.

Menurut Presiden Jokowi, meskipun Bali tidak melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun Pulau Dewata mampu meningkatkan angka kesembuhan.

“Saya kira kerja-kerja efektif yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam penanganan Covid-19 bisa dijadikan contoh (daerah lain).

Karena memang jika dilihat, Bali ini paling banyak turis dari Tiongkok, seharusnya yang paling banyak terkena dampak itu Bali,” kata Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas)

Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui video conference, Selasa (12/5) di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga:  Rapid Test Gratis Pekerja Wisata ber-KTP Badung Dilakukan Bertahap

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas yang didampingi Wakil Presiden KH Maruf Amin serta sejumlah menteri terkait dan gubernur itu mengatakan,

langkah dan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dianggap baik sekali terutama lewat satuan tugas berbasis desa adat. 

“Satgas dalam lingkup desa adat ini merupakan langkah yang sangat baik dalam proses pembatasan wilayah hingga proses isolasi jika ada peningkatan kasus.

Cara-cara seperti inilah yang kita inginkan, karena mereka yang ada di tingkat yang paling bawah itu yang paling tahu apa yang harus dilakukan.

Saya kira jika semua desa, semua kampung melakukan hal itu (seperti di Bali, red) akan sangat memudahkan pengawasan, pengontrolan dan terbukti di Bali,” kata Jokowi.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Jimbaran & Kedonganan

Tingkat kesembuhan yang tinggi di Bali serta tingkat kematian yang rendah juga menjadi sorotan Presiden Jokowi sebagai bukti lain keberhasilan Bali dalam penanganan Covid-19.

”Saya kira provinsi lain bisa mengikuti apa yang dilakukan Bali,” harap Presiden Jokowi. 



DENPASAR – Presiden Joko Widodo alias Jokowi akhirnya angkat bicara terkait penanganan corona virus disease (Covid-19) di Provinsi Bali.

Menurut Presiden Jokowi, meskipun Bali tidak melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun Pulau Dewata mampu meningkatkan angka kesembuhan.

“Saya kira kerja-kerja efektif yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam penanganan Covid-19 bisa dijadikan contoh (daerah lain).

Karena memang jika dilihat, Bali ini paling banyak turis dari Tiongkok, seharusnya yang paling banyak terkena dampak itu Bali,” kata Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas)

Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui video conference, Selasa (12/5) di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga:  Setelah Denpasar, Badung Putuskan Siswa Cukup Belajar di Rumah

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas yang didampingi Wakil Presiden KH Maruf Amin serta sejumlah menteri terkait dan gubernur itu mengatakan,

langkah dan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dianggap baik sekali terutama lewat satuan tugas berbasis desa adat. 

“Satgas dalam lingkup desa adat ini merupakan langkah yang sangat baik dalam proses pembatasan wilayah hingga proses isolasi jika ada peningkatan kasus.

Cara-cara seperti inilah yang kita inginkan, karena mereka yang ada di tingkat yang paling bawah itu yang paling tahu apa yang harus dilakukan.

Saya kira jika semua desa, semua kampung melakukan hal itu (seperti di Bali, red) akan sangat memudahkan pengawasan, pengontrolan dan terbukti di Bali,” kata Jokowi.

Baca Juga:  Badung Andalkan i-Badung, Tim Penilai Nilai Perpustakaan Desa Mengwi

Tingkat kesembuhan yang tinggi di Bali serta tingkat kematian yang rendah juga menjadi sorotan Presiden Jokowi sebagai bukti lain keberhasilan Bali dalam penanganan Covid-19.

”Saya kira provinsi lain bisa mengikuti apa yang dilakukan Bali,” harap Presiden Jokowi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/