alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Dipuji-puji Jokowi, Gubernur Koster Bagi Tips Atasi Wabah Covid-19

DENPASAR – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengapresiasi Pemprov Bali yang berhasil menekan penyebaran wabah corona virus disease (Covid-19).

Menurut Presiden Jokowi, meskipun Bali tidak melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun Pulau Dewata mampu meningkatkan angka kesembuhan.

“Saya kira kerja-kerja efektif yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam penanganan Covid-19 bisa dijadikan contoh (daerah lain).

Karena memang jika dilihat, Bali ini paling banyak turis dari Tiongkok, seharusnya yang paling banyak terkena dampak itu Bali,” kata Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas)

Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui video conference, Selasa (12/5) kemarin di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Lantas, apa resep Bali sehingga bisa menekan penyebaran wabah Covid-19? Gubernur Bali Wayan Koster melalui video conference dari Jaya Sabha, Denpasar, memaparkan resepnya.

“Begitu muncul pertama kali di Bali, kami langsung mengeluarkan keputusan bersama Majelis Desa adat dan PHDI untuk membentuk Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat.

Desa adat kami jadikan pilar utama untuk mendisiplinkan masyarakat, melalui hukum adat, agar masyarakat tertib dan disiplin dan untuk mengendalikan pergerakan masyarakat,” ujar Gubernur Koster.

Baca Juga:  Berani Bikin Malu Partai Lagi, Koster Ancam Pecat dan PAW Dua Kadernya

“Mereka ini bekerja siang malam dengan membentuk posko-posko gotong royong di semua desa adat serta mengendalikan masuk-keluarnya masyarakat ke lingkungan desa adat masing-masing,” tambahnya. 

Menurut anggota DPR RI tiga periode ini, saat ini di desa adat ada dua kegiatan utama terkait penanganan Covid-19.

Yakni kegiatan secara niskala atau ritual keagamaan sesuai dengan kepercayaan dan kearifan lokal masyarakat Bali. Selain itu ada kegiatan sekala.

“Kegiatan niskala yang dilaksanakan di tingkat desa adat tersebut sangat membantu, dan kami jadwalkan (kegiatan niskala, red) sampai wabah Covid-19 ini berakhir,” terang Gubernur Koster. 

Kemudian di tingkat akar rumput, Gubernur Koster menyebut, sinergitas desa adat dilaksanakan dengan aparat keamanan, Babinsa/Bhabinkamtibmas, dan kelurahan.

Sedangkan di tingkat menengah dilaksanakan sinergi dengan bupati/walikota se-Bali dengan arahan dan instruksi yang sejalan dengan pemerintah pusat.

Gubernur kelahiran Sembiran, Buleleng ini juga menyebut faktor penting penanganan Covid -19 di Bali juga tidak lepas dari kualitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Pandemi dan Pembangunan Gender di Provinsi Bali

Yakni dengan 13 rumah sakit rujukan lengkap dengan ruang isolasi yang memadai, tenaga medis yang kompeten serta peralatan yang lengkap.

“Kami juga telah menyediakan tiga laboratorium untuk uji SWAB dengan kapasitas 490 sampel per hari,” kata Koster.

“Tentu kami juga memperhatikan tenaga medis yang bekerja luar biasa, karena terbukti pasien yang sembuh di Provinsi Bali sangat tinggi.

Untuk itu, kami sediakan fasilitas yang baik, insentif dan penghargaan kepada tenaga medis. Kami bangga betul dengan tenaga medis kami di Bali,” katanya. 

Teknis kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI)/anak buah kapal (ABK) juga menjadi konsentrasi Pemprov Bali mengingat tercatat puluhan ribu orang pulang ke Bali semenjak Covid-19 ini.

“Semuanya dikarantina di fasilitas-fasilitas karantina provinsi, meskipun negatif namun tetap dikarantina di kabupaten/kota selama 14 hari,” imbuh Koster.

Terkait dengan kasus transmisi lokal, desa dengan penambahan kasus positif signifikan, kata Gubernur Koster langsung diisolasi. “Dan, hasilnya cukup baik,” pungkasnya



DENPASAR – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengapresiasi Pemprov Bali yang berhasil menekan penyebaran wabah corona virus disease (Covid-19).

Menurut Presiden Jokowi, meskipun Bali tidak melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun Pulau Dewata mampu meningkatkan angka kesembuhan.

“Saya kira kerja-kerja efektif yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam penanganan Covid-19 bisa dijadikan contoh (daerah lain).

Karena memang jika dilihat, Bali ini paling banyak turis dari Tiongkok, seharusnya yang paling banyak terkena dampak itu Bali,” kata Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas)

Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui video conference, Selasa (12/5) kemarin di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Lantas, apa resep Bali sehingga bisa menekan penyebaran wabah Covid-19? Gubernur Bali Wayan Koster melalui video conference dari Jaya Sabha, Denpasar, memaparkan resepnya.

“Begitu muncul pertama kali di Bali, kami langsung mengeluarkan keputusan bersama Majelis Desa adat dan PHDI untuk membentuk Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat.

Desa adat kami jadikan pilar utama untuk mendisiplinkan masyarakat, melalui hukum adat, agar masyarakat tertib dan disiplin dan untuk mengendalikan pergerakan masyarakat,” ujar Gubernur Koster.

Baca Juga:  600 Ribu Kendaraan di Bali Nunggak Pajak, Pemprov Bikin Pemutihan Lagi

“Mereka ini bekerja siang malam dengan membentuk posko-posko gotong royong di semua desa adat serta mengendalikan masuk-keluarnya masyarakat ke lingkungan desa adat masing-masing,” tambahnya. 

Menurut anggota DPR RI tiga periode ini, saat ini di desa adat ada dua kegiatan utama terkait penanganan Covid-19.

Yakni kegiatan secara niskala atau ritual keagamaan sesuai dengan kepercayaan dan kearifan lokal masyarakat Bali. Selain itu ada kegiatan sekala.

“Kegiatan niskala yang dilaksanakan di tingkat desa adat tersebut sangat membantu, dan kami jadwalkan (kegiatan niskala, red) sampai wabah Covid-19 ini berakhir,” terang Gubernur Koster. 

Kemudian di tingkat akar rumput, Gubernur Koster menyebut, sinergitas desa adat dilaksanakan dengan aparat keamanan, Babinsa/Bhabinkamtibmas, dan kelurahan.

Sedangkan di tingkat menengah dilaksanakan sinergi dengan bupati/walikota se-Bali dengan arahan dan instruksi yang sejalan dengan pemerintah pusat.

Gubernur kelahiran Sembiran, Buleleng ini juga menyebut faktor penting penanganan Covid -19 di Bali juga tidak lepas dari kualitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Ingatkan Bahaya Virus Nipah, GUPBI; Masih Aman, Hanya Pengalihan Isu

Yakni dengan 13 rumah sakit rujukan lengkap dengan ruang isolasi yang memadai, tenaga medis yang kompeten serta peralatan yang lengkap.

“Kami juga telah menyediakan tiga laboratorium untuk uji SWAB dengan kapasitas 490 sampel per hari,” kata Koster.

“Tentu kami juga memperhatikan tenaga medis yang bekerja luar biasa, karena terbukti pasien yang sembuh di Provinsi Bali sangat tinggi.

Untuk itu, kami sediakan fasilitas yang baik, insentif dan penghargaan kepada tenaga medis. Kami bangga betul dengan tenaga medis kami di Bali,” katanya. 

Teknis kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI)/anak buah kapal (ABK) juga menjadi konsentrasi Pemprov Bali mengingat tercatat puluhan ribu orang pulang ke Bali semenjak Covid-19 ini.

“Semuanya dikarantina di fasilitas-fasilitas karantina provinsi, meskipun negatif namun tetap dikarantina di kabupaten/kota selama 14 hari,” imbuh Koster.

Terkait dengan kasus transmisi lokal, desa dengan penambahan kasus positif signifikan, kata Gubernur Koster langsung diisolasi. “Dan, hasilnya cukup baik,” pungkasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/