alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Proyek BBI di Desa Baha Mengwi Badung Mangkrak Karena Covid-19

MANGUPURA – Akibat pandemi corona virus disease (Covid-19), sejumlah proyek pembangunan fisik di Kabupaten Badung tertunda.

Seperti  proyek Balai Benih Ikan (BBI) berlokasi di Desa Baha, Badung mangkrak. Akibatnya areal BBI tersebut mulai ditumbuhi semak belukar.

Kepala Dinas Perikanan kabupaten Badung, Nyoman Suardana mengakui  jika proyek BBI di Badung hingga tahun ini belum dikerjakan.

Sebab Pemkab Badung masih memfokuskan untuk penanggulangan covid-19.  “Iya memang ada penundaan pekerjaan terkait pembangunan BBI Baha yang sebelumnya kita sudah rancang,” ujar Suardana.

Namun dengan kondisi pademi saat ini Badung khususnya Dinas Perikanan Badung ada refocusing belanja. Sehingga pembangunannya belum bisa direalisasikan tahun ini.

“Namun, kami tetap usulkan pada tahun depan sehingga  pembangunan itu (BBI) bisa  dilanjutkan,” jelas mantan Kabag Umum Setda Badung ini.

Baca Juga:  Buntut Penusukan Wiranto, Sekdaprov Bali Minta ASN Bijak Bermedsos

Lebih lanjut, bangunan tersebut akan diselesaikan atau diperbaiki pada tahap selanjutnya. Bahkan, ia menyadari proses pengerjaan BBI di Baha baru berjalan sekitar 40 persen.

“Kalau masalah proyek yang belum itu pembangunannya mencapai 60 persen,” jelasnya. Pihaknya juga menyebutkan untuk melanjutkan proses pembangunan BBI tersebut,

pihaknya tak hanya mengusulkan di Pemkab Badung  tetapi juga diusulkan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Maka dari itu semua proses pembenihan ikan di gumi keris tetap berjalan dan bisa memenuhi kebutuhan petani ikan. “Iya kita juga usulkan ke pusat.  semoga dapat anggaran dari pusat,” harapnya.

Bahkan proyek BBI itu diprediksi menelan anggaran Rp 34 Miliar. Khusus untuk pekerjaan pembangunan BBI Baha sebesar Rp 9,9 miliar lebih, dengan nilai HPS Rp 9,9 miliar lebih.

Baca Juga:  Duh, Tahu Hasil Rapid Test Reaktif, Pasutri Kabur dari RS PTN Unud

Sedangkan nilai kontrak kegiatannya adalah Rp 6,8 miliar lebih. Namun terjadi rasionalisasi anggaran menjadi Rp 6,1 miliar lebih di tahun 2019.

Kemudian rencana pembangunan yang akan dilanjutkan tahun 2020 ini dengan anggaran sebesar Rp 24 miliar lebih dengan melengkapi beberapa sarana dan prasarana yang belum terbangun.

Di antaranya pos jaga, rumah jaga, hatchery, gudang pakan dan mesin pelet, gudang pupuk kandang, tugu karang, garase, aula, asrama, Padmasana, kantor pengelola,

gudang genset, kolam pemijahan/pemberokan, bak pengelolaan limbah dan inter court/taman.

Sebelumnya, pembangunan BBI tersebut juga sudah mulai di cicil. Namun hingga kini pembangunan belum dikerjakan alias mangkrak. 



MANGUPURA – Akibat pandemi corona virus disease (Covid-19), sejumlah proyek pembangunan fisik di Kabupaten Badung tertunda.

Seperti  proyek Balai Benih Ikan (BBI) berlokasi di Desa Baha, Badung mangkrak. Akibatnya areal BBI tersebut mulai ditumbuhi semak belukar.

Kepala Dinas Perikanan kabupaten Badung, Nyoman Suardana mengakui  jika proyek BBI di Badung hingga tahun ini belum dikerjakan.

Sebab Pemkab Badung masih memfokuskan untuk penanggulangan covid-19.  “Iya memang ada penundaan pekerjaan terkait pembangunan BBI Baha yang sebelumnya kita sudah rancang,” ujar Suardana.

Namun dengan kondisi pademi saat ini Badung khususnya Dinas Perikanan Badung ada refocusing belanja. Sehingga pembangunannya belum bisa direalisasikan tahun ini.

“Namun, kami tetap usulkan pada tahun depan sehingga  pembangunan itu (BBI) bisa  dilanjutkan,” jelas mantan Kabag Umum Setda Badung ini.

Baca Juga:  Suara Tangis Jelang Pukul 00.00 Bikin Kaget, Ternyata Ular Phyton

Lebih lanjut, bangunan tersebut akan diselesaikan atau diperbaiki pada tahap selanjutnya. Bahkan, ia menyadari proses pengerjaan BBI di Baha baru berjalan sekitar 40 persen.

“Kalau masalah proyek yang belum itu pembangunannya mencapai 60 persen,” jelasnya. Pihaknya juga menyebutkan untuk melanjutkan proses pembangunan BBI tersebut,

pihaknya tak hanya mengusulkan di Pemkab Badung  tetapi juga diusulkan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Maka dari itu semua proses pembenihan ikan di gumi keris tetap berjalan dan bisa memenuhi kebutuhan petani ikan. “Iya kita juga usulkan ke pusat.  semoga dapat anggaran dari pusat,” harapnya.

Bahkan proyek BBI itu diprediksi menelan anggaran Rp 34 Miliar. Khusus untuk pekerjaan pembangunan BBI Baha sebesar Rp 9,9 miliar lebih, dengan nilai HPS Rp 9,9 miliar lebih.

Baca Juga:  Buleleng Zona Merah, SKB CPNS di Undiksha Dilakukan Daring

Sedangkan nilai kontrak kegiatannya adalah Rp 6,8 miliar lebih. Namun terjadi rasionalisasi anggaran menjadi Rp 6,1 miliar lebih di tahun 2019.

Kemudian rencana pembangunan yang akan dilanjutkan tahun 2020 ini dengan anggaran sebesar Rp 24 miliar lebih dengan melengkapi beberapa sarana dan prasarana yang belum terbangun.

Di antaranya pos jaga, rumah jaga, hatchery, gudang pakan dan mesin pelet, gudang pupuk kandang, tugu karang, garase, aula, asrama, Padmasana, kantor pengelola,

gudang genset, kolam pemijahan/pemberokan, bak pengelolaan limbah dan inter court/taman.

Sebelumnya, pembangunan BBI tersebut juga sudah mulai di cicil. Namun hingga kini pembangunan belum dikerjakan alias mangkrak. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/