alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Salurkan Tali Asih, Putri Koster Terpukau Musikalisasi Puisi Dria Raba

DENPASAR – Musikalisasi puisi Gending Sasih Kapat karya IDK Raka Kusuma dan Topeng Kayu karya Wayan Jengki Sunarta menjadi suguhan spesial dalam kunjungan

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali ke Yayasan Pendidikan Tuna Netra Dria Raba, Jalan Serma Gede No. 11 Denpasar, Sabtu (13/6).

Dalam kondisi serba terbatas lantaran tidak dianugerahi penglihatan, Ermilinda Nelsavansri Floridang (kelas XII SMA),

Ni Komang Rumi Artini (kelas XI SMA), Kendedus Ambur (kelas XII SMA), I Ketut Rudi Artana (kelas IX SMP), dan Dewa Nyoman Juliawan (kelas IX SMP) mampu tampil maksimal.

Putri Koster ikut memeriahkan suasana lewat pembacaan puisi Sumpah Kumbakarna karya penyair Dhenok Kristianti. Ia menyebut jalan sastra adalah upaya untuk menemukan jati diri.

“Datang ke Dria Raba sudah setahun direncanakan. Sesungguhnya tempat ini tidak asing. Sejak usia 5 tahun, di sini saya mengenal tari, olah seni.

Saya ingat Pak Rambid penabuh tingklik. Dria Raba bukan tempat asing. Saya tinggal di Panjer saat itu,” kenangnya.

Putri Koster menekankan semua manusia punya kekurangan. Dengan cara itulah Tuhan mengajarkan umatnya untuk menemukan kelebihan diri.

“Hanya dengan disiplin kita bisa menjadi apa yang kita inginkan. Dengan disiplin juga kita bisa menghentikan virus korona,” pesannya kepada 20 anak difabel yang hadir.

Baca Juga:  Perlu Relaksasi, Urusan Adat Masih Ketat

Survive di masa pandemi, Putri Koster mengajak keluarga besar Dria Raba hidup berdampingan dengan virus corona.

Terangnya, masyarakat harus tetap bisa beraktivitas sekaligus mengisi masa new normal, namun tetap survive.

Yang penting, kata dia, adalah mengikuti aturan pemerintah sekaligus menjalankan protap Covid-19.

“Keluar rumah pakai masker, social distancing, rajin mencuci tangan, terapkan pola hidup bersih sehat,” ungkap penulis trilogi puisi Bunga Merah, Rumah Merah, dan Merah Putih itu.

“Semoga anak-anak terlindungi. Tetap bisa berekreasi, tapi tetap jaga jarak,” sambungnya sembari berkomitmen meningkatkan talenta peserta didik Dria Raba ke depan.

Dalam kunjungannya, Putri Koster juga memberikan donasi 100 paket sembako. Antara lain berisi 5 kg beras, minyak, gula, telur, masker, vcd lagu-lagu rohani, dan buklet edukasi corona titipan Presiden V Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri.

Ketua Yayasan Pendidikan Dria Raba, Ida Ayu Pradnyani Manthara menyebut anggota keluarganya berjumlah 45 orang.

Terdiri atas siswa SD hingga perguruan tinggi. Kepala Panti Guna Dria Raba, Made Suyasa anak asuhnya yang kuliah antara lain Gede Satria,

alumnus Jurusan Musik Institut Seni Indonesia Denpasar tahun 2018 (judul tugas akhir Musical Story of Life, red),

I Wayan Dika Setiana Jaya (semester 4 Jurusan Bahasa Bali IHDN Denpasar), dan I Komang Arsana (semester 8 jurusan PGSD, IHDN Denpasar).

Baca Juga:  Badung Butuh Rp27,9 Miliar untuk Kucurkan Bantuan Tunai PPKM

“Anak-anak kami normal. Cuma Tuhan menutup mata mereka. Buktinya Anda bisa kuliah di IHDN, ISI Denpasar. Sayangnya, Universitas Udayana belum menerima.

Sangat disayangkan. Semoga ke depan perusahaan-perusahaan, khususnya di Bali berkomitmen memenuhi kuota 2 persen tenaga kerja dari kelompok difabel,” ungkap Ida Ayu Pradnyani.

Imbuhnya, musikalisasi puisi disiapkan untuk ajang lomba yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Bali via Youtube.

“Tahun 2017 anak-anak kami mewakili Provinsi Bali dalam lomba musikalisasi puisi tingkat nasional. Dari 33 provinsi kami masuk urutan ke-7. Peserta disabilitas satu-satunya,” ungkap Dayu Pradnyani penuh semangat.

Tak hanya musikalisasi puisi, Putri Koster juga mengapresiasi penampilan Julius Kailuli RH. Meski berasal dari Nusa Tenggara Timur, pria 31 tahun itu begitu piawai membawakan lagu “Bli Kuli Luh” yang dipopulerkan Ary Kencana.

“Lagu Ary Kencana banyak menginspirasi saya. Salah satunya Bli Kuli Luh. Saya penasaran ingin ketemu langsung dengan Ary Kencana.

Dulu, sekitar tahun 2007-2008 sering latihan di sini,” ungkapnya. Merespons niat tulus Julius, dkk. Putri Koster berharap pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga bisa satu panggung dengan para talenta berbakat Dria Raba Denpasar. 



DENPASAR – Musikalisasi puisi Gending Sasih Kapat karya IDK Raka Kusuma dan Topeng Kayu karya Wayan Jengki Sunarta menjadi suguhan spesial dalam kunjungan

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali ke Yayasan Pendidikan Tuna Netra Dria Raba, Jalan Serma Gede No. 11 Denpasar, Sabtu (13/6).

Dalam kondisi serba terbatas lantaran tidak dianugerahi penglihatan, Ermilinda Nelsavansri Floridang (kelas XII SMA),

Ni Komang Rumi Artini (kelas XI SMA), Kendedus Ambur (kelas XII SMA), I Ketut Rudi Artana (kelas IX SMP), dan Dewa Nyoman Juliawan (kelas IX SMP) mampu tampil maksimal.

Putri Koster ikut memeriahkan suasana lewat pembacaan puisi Sumpah Kumbakarna karya penyair Dhenok Kristianti. Ia menyebut jalan sastra adalah upaya untuk menemukan jati diri.

“Datang ke Dria Raba sudah setahun direncanakan. Sesungguhnya tempat ini tidak asing. Sejak usia 5 tahun, di sini saya mengenal tari, olah seni.

Saya ingat Pak Rambid penabuh tingklik. Dria Raba bukan tempat asing. Saya tinggal di Panjer saat itu,” kenangnya.

Putri Koster menekankan semua manusia punya kekurangan. Dengan cara itulah Tuhan mengajarkan umatnya untuk menemukan kelebihan diri.

“Hanya dengan disiplin kita bisa menjadi apa yang kita inginkan. Dengan disiplin juga kita bisa menghentikan virus korona,” pesannya kepada 20 anak difabel yang hadir.

Baca Juga:  Beasiswa Bidikmisi Tak Cair, Mahasiswa Universitas Udayana Protes

Survive di masa pandemi, Putri Koster mengajak keluarga besar Dria Raba hidup berdampingan dengan virus corona.

Terangnya, masyarakat harus tetap bisa beraktivitas sekaligus mengisi masa new normal, namun tetap survive.

Yang penting, kata dia, adalah mengikuti aturan pemerintah sekaligus menjalankan protap Covid-19.

“Keluar rumah pakai masker, social distancing, rajin mencuci tangan, terapkan pola hidup bersih sehat,” ungkap penulis trilogi puisi Bunga Merah, Rumah Merah, dan Merah Putih itu.

“Semoga anak-anak terlindungi. Tetap bisa berekreasi, tapi tetap jaga jarak,” sambungnya sembari berkomitmen meningkatkan talenta peserta didik Dria Raba ke depan.

Dalam kunjungannya, Putri Koster juga memberikan donasi 100 paket sembako. Antara lain berisi 5 kg beras, minyak, gula, telur, masker, vcd lagu-lagu rohani, dan buklet edukasi corona titipan Presiden V Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri.

Ketua Yayasan Pendidikan Dria Raba, Ida Ayu Pradnyani Manthara menyebut anggota keluarganya berjumlah 45 orang.

Terdiri atas siswa SD hingga perguruan tinggi. Kepala Panti Guna Dria Raba, Made Suyasa anak asuhnya yang kuliah antara lain Gede Satria,

alumnus Jurusan Musik Institut Seni Indonesia Denpasar tahun 2018 (judul tugas akhir Musical Story of Life, red),

I Wayan Dika Setiana Jaya (semester 4 Jurusan Bahasa Bali IHDN Denpasar), dan I Komang Arsana (semester 8 jurusan PGSD, IHDN Denpasar).

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Pantai Biaung Penuh Kayu

“Anak-anak kami normal. Cuma Tuhan menutup mata mereka. Buktinya Anda bisa kuliah di IHDN, ISI Denpasar. Sayangnya, Universitas Udayana belum menerima.

Sangat disayangkan. Semoga ke depan perusahaan-perusahaan, khususnya di Bali berkomitmen memenuhi kuota 2 persen tenaga kerja dari kelompok difabel,” ungkap Ida Ayu Pradnyani.

Imbuhnya, musikalisasi puisi disiapkan untuk ajang lomba yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Bali via Youtube.

“Tahun 2017 anak-anak kami mewakili Provinsi Bali dalam lomba musikalisasi puisi tingkat nasional. Dari 33 provinsi kami masuk urutan ke-7. Peserta disabilitas satu-satunya,” ungkap Dayu Pradnyani penuh semangat.

Tak hanya musikalisasi puisi, Putri Koster juga mengapresiasi penampilan Julius Kailuli RH. Meski berasal dari Nusa Tenggara Timur, pria 31 tahun itu begitu piawai membawakan lagu “Bli Kuli Luh” yang dipopulerkan Ary Kencana.

“Lagu Ary Kencana banyak menginspirasi saya. Salah satunya Bli Kuli Luh. Saya penasaran ingin ketemu langsung dengan Ary Kencana.

Dulu, sekitar tahun 2007-2008 sering latihan di sini,” ungkapnya. Merespons niat tulus Julius, dkk. Putri Koster berharap pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga bisa satu panggung dengan para talenta berbakat Dria Raba Denpasar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/