alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Badung Anggarkan Miliaran Rupiah untuk Bangun Sekolah Baru

MANGUPURA – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Pemkab Badung akhirnya sepakat menambah sedikitnya tujuh sekolah baru.

Yakni lima SMP dan 2 SMA. Pemkab Badung pun harus mengeluarkan anggaran miliaran rupiah untuk sekolah baru serta operasionalnya.

Ada pun sekolah baru untuk SMP Negeri baru yang akan dibangun yaitu, SMPN 6 Mengwi di Kekeran,

SMPN 7 Mengwi di Cemagi, SMPN 5 Abiansemal di Latu, SMPN 3 Kuta Utara di Kerobokan Kelod dan SMPN 3 Kuta di Kedonganan.  

Sementara dua SMA baru yakni di Abiansemal dan Kuta Selatan. “Dengan penambahan sekolah baru ini akan mampu menambah daya tampung sekolah negeri sebanyak 720 siswa,”  ujar  Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.

Baca Juga:  Usulan SMP Negeri di Julah, Desa Pakraman Siap Lepas Tanah Desa

 Lebih lanjut, dalam upaya memenuhi kebutuhan operasional kegiatan proses belajar mengajar pada sekolah tersebut, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6.02 miliar.

Untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan, pihaknya juga merancang berbagai kegiatan peningkatan sarana prasarana pendidikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 7.19 miliar.

Untuk kegiatan fisiknya akan dilaksanakan pada tahun 2019. Alokasi anggaran ini juga diperuntukkan untuk rencana pembangunan dua SMA Negeri  baru yang akan dibangun di Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Kuta Selatan.

“Untuk pembangunan sekolah baru ini kita awali pembuatan DED (detail engineering design) dulu pada APBD Perubahan ini. Kemudian, untuk fisik dikerjakan tahun 2019,” terang Bupati

 Sementara khusus untuk SMA kewenangannya ada di pemerintah provinsi (Pemprov), maka setelah pembangunan gedung dan meubler sekolah ini rampung pihaknya akan menghibahkan kepada Pemprov.

Baca Juga:  Dianggap Membandel, Toko Pakaian dan HP di Badung Dipasang Pol PP Line

 “Untuk SMA, gedung ini akan kita hibahkan ke provinsi, lengkap dengan meubeler dan labnya. Harapan kita kedepan tidak ada lagisiswa yang  tidak mendapat sekolah. Karena toh juga yang menggunakan sekolah ini adalah anak-anak didik kita di Badung,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Pemkab Badung akhirnya sepakat menambah sedikitnya tujuh sekolah baru.

Yakni lima SMP dan 2 SMA. Pemkab Badung pun harus mengeluarkan anggaran miliaran rupiah untuk sekolah baru serta operasionalnya.

Ada pun sekolah baru untuk SMP Negeri baru yang akan dibangun yaitu, SMPN 6 Mengwi di Kekeran,

SMPN 7 Mengwi di Cemagi, SMPN 5 Abiansemal di Latu, SMPN 3 Kuta Utara di Kerobokan Kelod dan SMPN 3 Kuta di Kedonganan.  

Sementara dua SMA baru yakni di Abiansemal dan Kuta Selatan. “Dengan penambahan sekolah baru ini akan mampu menambah daya tampung sekolah negeri sebanyak 720 siswa,”  ujar  Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.

Baca Juga:  Hasil Survey, 20 Persen Rakyat Bali Yakin Tak Mungkin Terpapar Covid

 Lebih lanjut, dalam upaya memenuhi kebutuhan operasional kegiatan proses belajar mengajar pada sekolah tersebut, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6.02 miliar.

Untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan, pihaknya juga merancang berbagai kegiatan peningkatan sarana prasarana pendidikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 7.19 miliar.

Untuk kegiatan fisiknya akan dilaksanakan pada tahun 2019. Alokasi anggaran ini juga diperuntukkan untuk rencana pembangunan dua SMA Negeri  baru yang akan dibangun di Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Kuta Selatan.

“Untuk pembangunan sekolah baru ini kita awali pembuatan DED (detail engineering design) dulu pada APBD Perubahan ini. Kemudian, untuk fisik dikerjakan tahun 2019,” terang Bupati

 Sementara khusus untuk SMA kewenangannya ada di pemerintah provinsi (Pemprov), maka setelah pembangunan gedung dan meubler sekolah ini rampung pihaknya akan menghibahkan kepada Pemprov.

Baca Juga:  Dianggap Membandel, Toko Pakaian dan HP di Badung Dipasang Pol PP Line

 “Untuk SMA, gedung ini akan kita hibahkan ke provinsi, lengkap dengan meubeler dan labnya. Harapan kita kedepan tidak ada lagisiswa yang  tidak mendapat sekolah. Karena toh juga yang menggunakan sekolah ini adalah anak-anak didik kita di Badung,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/