alexametrics
23.7 C
Denpasar
Monday, October 3, 2022

Nelayan yang Terseret Arus Pantai Yehsumbul Jembrana Ditemukan Tewas

JEMBRANA-Nelayan dilaporkan hilang terseret arus pantai Yehsumbul Jembrana, akhirnya ditemukan Sabtu (13/8). Nelayan bernama Ari Budianto, 23, itu ditemukan sudah tak bernyawa.

 

Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada menyatakan, Budianto ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di Pantai Yeh Sumbul Jembrana, Sabtu (13/8) sekitar pukul 12.23. “Saat ditemukan, posisi jenazahnya tertelungkup terapung-apung di Perairan Pekutatan (Pantai Medewi),” kata Darmada.

 

Pun dikatakan, keterangan dari Koordinator Pos SAR Jembrana Dewa Putu Hendri Gunawan yang juga ikut langsung dalam upaya pencarian, bahwa jenazah langsung dibawa ke rumah duka menggunakan Ambulance BPBD Kabupaten Jembrana.

Sebelumnya, Basarnas Bali mendapatkan laporan dari Ida Bagus Tripana pada hari Kamis (11/8) sekitar pukul 15.10. Selama 3 hari operasi SAR, upaya pencarian dilakukan menggunakan rubber boat,  speed boat dan jukung nelayan setempat. Menurut informasi, kejadian nahas itu bermula ketika korban membantu pamannya mendorong perahu ke laut, sebelum akhirnya korban terseret ombak dan tenggelam. (dre/bas)

Baca Juga:  Ditolak Warga, Satu Keluarga di Badung Dikarantina di Rumah Singgah


JEMBRANA-Nelayan dilaporkan hilang terseret arus pantai Yehsumbul Jembrana, akhirnya ditemukan Sabtu (13/8). Nelayan bernama Ari Budianto, 23, itu ditemukan sudah tak bernyawa.

 

Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada menyatakan, Budianto ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di Pantai Yeh Sumbul Jembrana, Sabtu (13/8) sekitar pukul 12.23. “Saat ditemukan, posisi jenazahnya tertelungkup terapung-apung di Perairan Pekutatan (Pantai Medewi),” kata Darmada.

 

Pun dikatakan, keterangan dari Koordinator Pos SAR Jembrana Dewa Putu Hendri Gunawan yang juga ikut langsung dalam upaya pencarian, bahwa jenazah langsung dibawa ke rumah duka menggunakan Ambulance BPBD Kabupaten Jembrana.

Sebelumnya, Basarnas Bali mendapatkan laporan dari Ida Bagus Tripana pada hari Kamis (11/8) sekitar pukul 15.10. Selama 3 hari operasi SAR, upaya pencarian dilakukan menggunakan rubber boat,  speed boat dan jukung nelayan setempat. Menurut informasi, kejadian nahas itu bermula ketika korban membantu pamannya mendorong perahu ke laut, sebelum akhirnya korban terseret ombak dan tenggelam. (dre/bas)

Baca Juga:  Ditolak Warga, Satu Keluarga di Badung Dikarantina di Rumah Singgah

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/