alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Dinkes Bali Gelar Talkshow Sosialisasi PTM di SMKN 5 Denpasar

DENPASAR, Radar Bali – Pembelajaran tatap muka terbatas telah dimulai. Tetap disiplin terapkan protokol kesehatan 6 M. Di mana saja dan kapan saja. Ingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

 

Jaga diri, jaga keluarga, jaga Bali. Demikian bunyi salah satu baliho di SMKN 5 Denpasar.

 

Talkshow Penerapan Protokol Kesehatan di Tatanan Sekolah dalam Rangka Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Selasa (12/10) makin memperkuat semangat taat prokes.

 

Talkshow Dinas Kesehatan Provinsi Bali ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kadisdikpora Provinsi Bali, Dr. I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, M.Si., Kadiskes Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes, dan Kepala SMKN 5 Denpasar, Made Buda Astika, M.Pd.

- Advertisement -

 

Boy Jayawibawa menyebut keputusan linear di dunia pendidikan harus diambil untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa.

 

Psikososial atau tumbuh kembang anak, literasi, interaksi sosial, dan sejenisnya harus mendapat ruang.

Baca Juga:  Badung Dibanjiri Hostel Bodong Tanpa Izin, Jumlahnya Bikin Kaget...

 

Khusus SMK, kompetensi dan keahlian siswa tidak boleh diabaikan karena terkait dengan kemampuan praktis.

 

“SMK pariwisata contohnya harus melakukan praktik kerja lapangan. Namun, yang paling terdampak adalah dunia pariwisata. Hotel tutup. Akhirnya keahlian siswa kurang. Kalau terus begini bisa zero kemampuan siswa kita,” ucapnya.

 

Imbuhnya, gas dan rem menyikapi perekonomian, kesehatan, dan pendidikan harus seimbang.

 

“Gas rem. Nggak bisa gas saja, nggak bisa rem saja. Oleh pemerintah diambil keputusan PTM 50 persen. Ini diawali vaksinasi kepada pendidik, siswa. Mudah-mudahan sehat semua. Ini kata kuncinya konsisten dan komitmen,” pesan Boy Jayawibawa.

 

Membahas prokes dan germas di tatanan sekolah, Kadiskes Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes ingatkan siswa bahwa vaksin tidak mencegah penularan Covid-19. Namun mampu mencegah agar gejala bila terinfeksi tidak berat.

 

Baca Juga:  Tes Lab Pasien Suspect Corona Belum Keluar, Usul Uji Swab di Bali

“Jangan berpikir sudah bebas setelah vaksin. Prokes di sekolah tidak hanya berlaku di sekolah. Di manapun berada harus ketat walaupun sudah divaksin,” pesan dr. Sri Armini sembari menyebut memasang target 517 ribu vaksinasi di Denpasar capai 718 ribu warga.

 

Berbekal status SMKN 5 Denpasar sebagai sekolah sehat nomor 1 di Bali tahun 2018, PTM terbatas diyakini akan sukses digelar.

 

“Saya berharap di SMKN 5 Denpasar dipasang barcode PeduliLindungi untuk memastikan tidak ada yang positif berkeliaran,” pintanya. 

 

Kepala SMKN 5 Denpasar, Made Buda Astika, M.Pd., mengaku sangat hati-hati menyikapi PTM terbatas. Sebagai langkah antisipasi, Satgas Gotong Royong sekolah dibentuk sejak 20 Maret 2020.

 

“Tujuannya mencari informasi yang benar sambil menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan dan lain-lain. Sosialisasi lewat pamflet dan baliho juga dilakukan agar semua paham bahaya Covid-19,” tutupnya. (arb)

- Advertisement -

DENPASAR, Radar Bali – Pembelajaran tatap muka terbatas telah dimulai. Tetap disiplin terapkan protokol kesehatan 6 M. Di mana saja dan kapan saja. Ingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

 

Jaga diri, jaga keluarga, jaga Bali. Demikian bunyi salah satu baliho di SMKN 5 Denpasar.

 

Talkshow Penerapan Protokol Kesehatan di Tatanan Sekolah dalam Rangka Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Selasa (12/10) makin memperkuat semangat taat prokes.

 

Talkshow Dinas Kesehatan Provinsi Bali ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kadisdikpora Provinsi Bali, Dr. I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, M.Si., Kadiskes Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes, dan Kepala SMKN 5 Denpasar, Made Buda Astika, M.Pd.

 

Boy Jayawibawa menyebut keputusan linear di dunia pendidikan harus diambil untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa.

 

Psikososial atau tumbuh kembang anak, literasi, interaksi sosial, dan sejenisnya harus mendapat ruang.

Baca Juga:  Tes Lab Pasien Suspect Corona Belum Keluar, Usul Uji Swab di Bali

 

Khusus SMK, kompetensi dan keahlian siswa tidak boleh diabaikan karena terkait dengan kemampuan praktis.

 

“SMK pariwisata contohnya harus melakukan praktik kerja lapangan. Namun, yang paling terdampak adalah dunia pariwisata. Hotel tutup. Akhirnya keahlian siswa kurang. Kalau terus begini bisa zero kemampuan siswa kita,” ucapnya.

 

Imbuhnya, gas dan rem menyikapi perekonomian, kesehatan, dan pendidikan harus seimbang.

 

“Gas rem. Nggak bisa gas saja, nggak bisa rem saja. Oleh pemerintah diambil keputusan PTM 50 persen. Ini diawali vaksinasi kepada pendidik, siswa. Mudah-mudahan sehat semua. Ini kata kuncinya konsisten dan komitmen,” pesan Boy Jayawibawa.

 

Membahas prokes dan germas di tatanan sekolah, Kadiskes Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes ingatkan siswa bahwa vaksin tidak mencegah penularan Covid-19. Namun mampu mencegah agar gejala bila terinfeksi tidak berat.

 

Baca Juga:  Tak Semua PMI di Karantina, Dinkes Bali Ungkap Alasan Penolakan Warga

“Jangan berpikir sudah bebas setelah vaksin. Prokes di sekolah tidak hanya berlaku di sekolah. Di manapun berada harus ketat walaupun sudah divaksin,” pesan dr. Sri Armini sembari menyebut memasang target 517 ribu vaksinasi di Denpasar capai 718 ribu warga.

 

Berbekal status SMKN 5 Denpasar sebagai sekolah sehat nomor 1 di Bali tahun 2018, PTM terbatas diyakini akan sukses digelar.

 

“Saya berharap di SMKN 5 Denpasar dipasang barcode PeduliLindungi untuk memastikan tidak ada yang positif berkeliaran,” pintanya. 

 

Kepala SMKN 5 Denpasar, Made Buda Astika, M.Pd., mengaku sangat hati-hati menyikapi PTM terbatas. Sebagai langkah antisipasi, Satgas Gotong Royong sekolah dibentuk sejak 20 Maret 2020.

 

“Tujuannya mencari informasi yang benar sambil menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan dan lain-lain. Sosialisasi lewat pamflet dan baliho juga dilakukan agar semua paham bahaya Covid-19,” tutupnya. (arb)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/