alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Jelang Puasa Ramadhan, Warga Kampung Bugis Suwung Ziarah Kubur Akbar

DENPASAR –  Menjelang datangnya bulan puasa Ramadhan, warga Kampung Bugis Suwung berbondong-bondong melakukan ziarah kubur akbar ke Pemakaman Kampung Bugis Jalan Pendidikan, Denpasar, Minggu (13/5) kemarin.

Puluhan jemaah berkumpul di Masjid AL Muawwanatul Khairiyah dan menuju ke makam dengan iringan rebana.

Saat memasuki kuburan, mereka membaca yasin, tahlil, dan berdoa bersama. Setelah itu, para peziarah  berziarah ke makam orang tertua di Kampung Bugis Syech Abdullah Hanafi dan istrinya Umi Kulsum.

Selanjutnya berziarah di makam putra Raja Bone, Isya Rafiq. Setelah itu baru mereka berziarah ke makam anggota keluarga masing-masing.

Sesepuh Kampung Bugis Suwung, Muhammad Nuh Fatah ditemui di lokasi mengatakan, ziarah akbar adalah tradisi turun-temurun yang sudah dilakukan sejak 400 ratus tahun silam. 

Baca Juga:  Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Badung, Ini Harapan Bupati Giri Prasta‚Ķ

Karena biasanya menjelang Hari Suci Ramadhan roh-roh orang meninggal dilepas oleh Allah SWT. Dan berharap  didoakan oleh ahli waris atau anggota keluarga almarhum.

“Di Kampung Bugis Suwung sudah berjalan ratusan tahun. Sekitar 400 tahun. Sejak kehadiran orang Bugis di Bali.  Tradisi ini biasa berlangsung menjelang Bulan Suci Ramadan,” katanya.

Menurut anggota DPRD Kota Denpasar ini, jumlah anggota keluarga ada 85 kepala keluarga. Namun, jumlah KK yang masih murni darah Bugis ada 22 KK.

Untuk jumlah orang yang dimakamkan ada 1300. Dengan berziarah ini menjadi peringatan bagi yang masih hidup. Selain itu juga melestarikan warisan leluhur.

“Ini sebagai peringatan bagi yang masih hidup. Itu yang melatarbelakangi kita dan melestarikan dan mewariskan  leluhur kita duhulu,” ucap Politisi PKS Ini.

Baca Juga:  Bantah Bakta HK, AWK Ungkap Cara Ini untuk Bubarkan Hare Khrisna

Sebelum ziarah akbar, seminggu lalu telah dilaksanakan acara ruwahan akbar dengan mengundang banyak orang  di masjid. 



DENPASAR –  Menjelang datangnya bulan puasa Ramadhan, warga Kampung Bugis Suwung berbondong-bondong melakukan ziarah kubur akbar ke Pemakaman Kampung Bugis Jalan Pendidikan, Denpasar, Minggu (13/5) kemarin.

Puluhan jemaah berkumpul di Masjid AL Muawwanatul Khairiyah dan menuju ke makam dengan iringan rebana.

Saat memasuki kuburan, mereka membaca yasin, tahlil, dan berdoa bersama. Setelah itu, para peziarah  berziarah ke makam orang tertua di Kampung Bugis Syech Abdullah Hanafi dan istrinya Umi Kulsum.

Selanjutnya berziarah di makam putra Raja Bone, Isya Rafiq. Setelah itu baru mereka berziarah ke makam anggota keluarga masing-masing.

Sesepuh Kampung Bugis Suwung, Muhammad Nuh Fatah ditemui di lokasi mengatakan, ziarah akbar adalah tradisi turun-temurun yang sudah dilakukan sejak 400 ratus tahun silam. 

Baca Juga:  Terungkap, Warga Australia Ini Juga Pernah Beraksi di Canggu

Karena biasanya menjelang Hari Suci Ramadhan roh-roh orang meninggal dilepas oleh Allah SWT. Dan berharap  didoakan oleh ahli waris atau anggota keluarga almarhum.

“Di Kampung Bugis Suwung sudah berjalan ratusan tahun. Sekitar 400 tahun. Sejak kehadiran orang Bugis di Bali.  Tradisi ini biasa berlangsung menjelang Bulan Suci Ramadan,” katanya.

Menurut anggota DPRD Kota Denpasar ini, jumlah anggota keluarga ada 85 kepala keluarga. Namun, jumlah KK yang masih murni darah Bugis ada 22 KK.

Untuk jumlah orang yang dimakamkan ada 1300. Dengan berziarah ini menjadi peringatan bagi yang masih hidup. Selain itu juga melestarikan warisan leluhur.

“Ini sebagai peringatan bagi yang masih hidup. Itu yang melatarbelakangi kita dan melestarikan dan mewariskan  leluhur kita duhulu,” ucap Politisi PKS Ini.

Baca Juga:  DPRD Badung Tagih Pemkab yang Koar-Koar Buat Proyek Air Minum Kemasan

Sebelum ziarah akbar, seminggu lalu telah dilaksanakan acara ruwahan akbar dengan mengundang banyak orang  di masjid. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/