alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Mahasiswa Papua Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Tapol Papua Dibebaskan

DENPASAR – Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Bali menggelar aksi demonstrasi di bundaran Renon, Denpasar, Selasa (14/7). 

Aksi tersebut digelar selama kurang lebih satu jam itu berakhir sekitar pukul 12.00 Wita. Dalam aksinya, mereka menyuarakan beberapa hal. 

Mulai dari menuntut pemerintah Indonesia memberikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa Papua Barat, menuntut pemerintah membebaskan seluruh tahanan politik Papua Barat. 

Mereka juga menolak otonomi khusus (Otsus) jilid II, dan menuntaskan pelanggaran HAM di Papua.

Selain itu, tuntutan lain agar pemerintah menarik kembali militer organik dan non organik dari tanah Papua Barat, hingga tuntutan menutup Freeport.

Baca Juga:  Sambut Kedatangan Wisman, Kapolri Minta Sinergitas TNI-Polri

Semua tuntutan itu disuarakan oleh mereka lewat orasi dan juga selebaran yang mereka bagikan.

Mereka juga menuding kepolisian telah membungkam hak demokrasi para mahasiswa saat menyuarakan hak demokrasinya. 

“Mereka telah membungkam ruang demokrasi. Bahkan, jurnalis saja mereka batasi,” teriak salah seorang orator wanita dalam aksi tersebut.  

Aksi demonstrasi itu sendiri berjalan aman hingga selesai. Tampak aparat kepolisian dari Polsek Denpasar Timur, dan Polresta Denpasar bersiaga di lokasi mengamankan demontrasi tersebut. 

Kendaraan water canon juga disiapkan meski akhirnya aksi berjalan damai dan aman hingga usai. 



DENPASAR – Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Bali menggelar aksi demonstrasi di bundaran Renon, Denpasar, Selasa (14/7). 

Aksi tersebut digelar selama kurang lebih satu jam itu berakhir sekitar pukul 12.00 Wita. Dalam aksinya, mereka menyuarakan beberapa hal. 

Mulai dari menuntut pemerintah Indonesia memberikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa Papua Barat, menuntut pemerintah membebaskan seluruh tahanan politik Papua Barat. 

Mereka juga menolak otonomi khusus (Otsus) jilid II, dan menuntaskan pelanggaran HAM di Papua.

Selain itu, tuntutan lain agar pemerintah menarik kembali militer organik dan non organik dari tanah Papua Barat, hingga tuntutan menutup Freeport.

Baca Juga:  Mahasiswa Papua juga Bentrok dengan Ormas Keris Bali

Semua tuntutan itu disuarakan oleh mereka lewat orasi dan juga selebaran yang mereka bagikan.

Mereka juga menuding kepolisian telah membungkam hak demokrasi para mahasiswa saat menyuarakan hak demokrasinya. 

“Mereka telah membungkam ruang demokrasi. Bahkan, jurnalis saja mereka batasi,” teriak salah seorang orator wanita dalam aksi tersebut.  

Aksi demonstrasi itu sendiri berjalan aman hingga selesai. Tampak aparat kepolisian dari Polsek Denpasar Timur, dan Polresta Denpasar bersiaga di lokasi mengamankan demontrasi tersebut. 

Kendaraan water canon juga disiapkan meski akhirnya aksi berjalan damai dan aman hingga usai. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/