alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Baru Menjabat Beberapa Hari, Kapolresta Ancam Sikat Pembuat Onar

DENPASAR – Baru menjabat beberapa hari, Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas sudah menebar ancaman. Dia menyatakan siap menyikat siapa pun yang membuat onar di wilayah hukum Polresta Denpasar. 

Hal itu disampaikan AKBP Bambang Yugo Pamungkas serangkaian dalam penangkapan belasan remaja yang menggelar konvoi sepeda motor di jalanan. 

Diketahui, gerombolan remaja bersepeda motor menganggu ketertiban umum dengan konvoi ugal-ugalan di wilayah Denpasar, pada Minggu (13/2) sore.

Karena ada laporan masyarakat dan juga meresahkan masyarakat, Polresta Denpasar melakukan pengejaran sampai berhasil mengamankan belasan orang.

 

Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas dalam siaran pers di Mapolresta Denpasar tepat setelah pengamanan mengatakan bahwa dirinya memimpin langsung pengejaran terhadap rombongan konvoi yang disebut berjumlah 100 sepeda motor itu, usai menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.00.

“Ada kurang lebih seratus sepeda motor sambil bawa atribut bendera, ganggu dan halangi lalu lintas, sehingga saya instruksikan turun ke lapangan mengikuti mereka,” tuturnya  juga dihadiri perwakilan instansi terkait lainnya seperti TNI, Majelis Desa Adat, Satpol PP hingga Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Diadikpora) Kota Denpasar.

 

Kelompok remaja tersebut memulai aksi konvoi dari Jalan WR Supratman Tohpati, Denpasar Timur, menuju Jalan Bypass Ngurah Rai. Mereka berputar-putar sambil menggeber-geber gas dan mengibarkan atribut bendera.

Lalu sengaja memakai keseluruhan badan jalan sampai arus lalu lintas pengendara lain terganggu yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Baca Juga:  Viral di Medsos, Festival Otomotif di Mal Langgar Protokol Kesehatan

Selain itu juga melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan tentunya berkerumun. Parahnya lagi, mereka justru memakaikan masker pada plat nomor kendaraan.

“Selain ugal-ugalan, konvoi ini mereka lakukan ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, mengingat angka kasus Covid-19 di Bali meningkat,” jelas mantan Kabagada Rolog Polda Metro Jaya itu.

 

Kemudian dalam pengejaran polisi, rombongan konvoi sempat berpisah menjadi dua di Simpang Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar Selatan, satu kelompok mengarah ke selatan sementara setengahnya lagi ke barat menuju pusat kota.

Pihaknya lantas melakukan penyekatan dan sebagai permulaan, tiga motor berhasil diamankan di Traffic Light, Jalan Teuku Umar.

Berikutnya satu motor terciduk di Jalan Diponegoro, Sesetan, Denpasar Selatan. Lalu ada delapan motor yang mencoba kabur dengan menerobos penyekatan polisi di Jalan Bypass Ngurah Rai. Mereka berbelok kanan di Simpang Sanggaran arah Jalan Raya Sesetan dan masuk ke gang-gang perkampungan yang makin membuat warga resah dan geram.

Hingga warga serta pecalang (petugas keamanan desa adat) membantu mengejar mereka. Pada akhirnya mobil yang dikendarai Kapolresta berhasil mencegat dan mengamankan kedelapan motor itu. Jadi total 12 motor diamankan, dengan 18 orang. Sedangkan sisanya disebut 70 motor menjadi target polisi. 

Mereka yang diamankan adalah GAB, 15. GAP, 15. IMA, 16. IMA, 15. KSW, 14. IKVV, 14. KIJ, 15. MBL, 14. ASA, 14. IPA,15. AYU, 18. IBL, 15. IDA, 15. KLA, 14. ARA, 14. PDP, 13. KRS 13. IBP, 16. “Semua laki-laki, 14 masih SMP, tiga SMA dan satu bekerja sebagai Dekorasi,” bebernya. 

Baca Juga:  Keras! Usai Ditangkap, Pelaku Narkoba Dijemur, Dirantai dan Digunduli

Adapun atribut bendera yang dibawa ada tiga, bertuliskan Unity Denpasar, King of Six dan Sanctification. Belum diketahui apakah mereka bagian dari geng motor atau ormas, karena masih dimintai keterangan. 

 

Pihaknya juga belum bisa memastikan sanksi apa yang akan dikenakan kepada para remaja ini. Namun bersama dengan instansi terkait, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi dan pembinaan.

“Jangan coba-coba mengganggu kamtibmas atau membuat keonaran di Denpasar, saya tidak segan untuk sikat ratakan siapapun itu, baik kelompok atau perorangan,” tegas perwira melati dua di pundak itu.

 

Sementara itu, Bendesa Madya MDA Denpasar Anak Agung Sudiana yang turut hadir mengaku mendukung apa yang dilakukan Polresta untuk menjaga keamanan wilayah hukum Denpasar, sebagai barometer provinsi Bali, nasional hingga internasional. Pihaknya siap bersinergi dengan Polri-TNI, untuk menangani adanya konvoi anak muda.

“Kami dari Desa Adat akan ikut serta memertibkan konvoi seperti itu melalui perangkat kemanan terpadu antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur pemerintah Desa Dinas tepatnya bernama Sipandu beradat,” pungkasnya. 



DENPASAR – Baru menjabat beberapa hari, Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas sudah menebar ancaman. Dia menyatakan siap menyikat siapa pun yang membuat onar di wilayah hukum Polresta Denpasar. 

Hal itu disampaikan AKBP Bambang Yugo Pamungkas serangkaian dalam penangkapan belasan remaja yang menggelar konvoi sepeda motor di jalanan. 

Diketahui, gerombolan remaja bersepeda motor menganggu ketertiban umum dengan konvoi ugal-ugalan di wilayah Denpasar, pada Minggu (13/2) sore.

Karena ada laporan masyarakat dan juga meresahkan masyarakat, Polresta Denpasar melakukan pengejaran sampai berhasil mengamankan belasan orang.

 

Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas dalam siaran pers di Mapolresta Denpasar tepat setelah pengamanan mengatakan bahwa dirinya memimpin langsung pengejaran terhadap rombongan konvoi yang disebut berjumlah 100 sepeda motor itu, usai menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.00.

“Ada kurang lebih seratus sepeda motor sambil bawa atribut bendera, ganggu dan halangi lalu lintas, sehingga saya instruksikan turun ke lapangan mengikuti mereka,” tuturnya  juga dihadiri perwakilan instansi terkait lainnya seperti TNI, Majelis Desa Adat, Satpol PP hingga Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Diadikpora) Kota Denpasar.

 

Kelompok remaja tersebut memulai aksi konvoi dari Jalan WR Supratman Tohpati, Denpasar Timur, menuju Jalan Bypass Ngurah Rai. Mereka berputar-putar sambil menggeber-geber gas dan mengibarkan atribut bendera.

Lalu sengaja memakai keseluruhan badan jalan sampai arus lalu lintas pengendara lain terganggu yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Baca Juga:  Koster Sebut Keluar Duit Miliaran untuk Rapid Test, Ini Kata Kadiskes

Selain itu juga melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan tentunya berkerumun. Parahnya lagi, mereka justru memakaikan masker pada plat nomor kendaraan.

“Selain ugal-ugalan, konvoi ini mereka lakukan ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, mengingat angka kasus Covid-19 di Bali meningkat,” jelas mantan Kabagada Rolog Polda Metro Jaya itu.

 

Kemudian dalam pengejaran polisi, rombongan konvoi sempat berpisah menjadi dua di Simpang Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar Selatan, satu kelompok mengarah ke selatan sementara setengahnya lagi ke barat menuju pusat kota.

Pihaknya lantas melakukan penyekatan dan sebagai permulaan, tiga motor berhasil diamankan di Traffic Light, Jalan Teuku Umar.

Berikutnya satu motor terciduk di Jalan Diponegoro, Sesetan, Denpasar Selatan. Lalu ada delapan motor yang mencoba kabur dengan menerobos penyekatan polisi di Jalan Bypass Ngurah Rai. Mereka berbelok kanan di Simpang Sanggaran arah Jalan Raya Sesetan dan masuk ke gang-gang perkampungan yang makin membuat warga resah dan geram.

Hingga warga serta pecalang (petugas keamanan desa adat) membantu mengejar mereka. Pada akhirnya mobil yang dikendarai Kapolresta berhasil mencegat dan mengamankan kedelapan motor itu. Jadi total 12 motor diamankan, dengan 18 orang. Sedangkan sisanya disebut 70 motor menjadi target polisi. 

Mereka yang diamankan adalah GAB, 15. GAP, 15. IMA, 16. IMA, 15. KSW, 14. IKVV, 14. KIJ, 15. MBL, 14. ASA, 14. IPA,15. AYU, 18. IBL, 15. IDA, 15. KLA, 14. ARA, 14. PDP, 13. KRS 13. IBP, 16. “Semua laki-laki, 14 masih SMP, tiga SMA dan satu bekerja sebagai Dekorasi,” bebernya. 

Baca Juga:  Viral di Medsos, Festival Otomotif di Mal Langgar Protokol Kesehatan

Adapun atribut bendera yang dibawa ada tiga, bertuliskan Unity Denpasar, King of Six dan Sanctification. Belum diketahui apakah mereka bagian dari geng motor atau ormas, karena masih dimintai keterangan. 

 

Pihaknya juga belum bisa memastikan sanksi apa yang akan dikenakan kepada para remaja ini. Namun bersama dengan instansi terkait, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi dan pembinaan.

“Jangan coba-coba mengganggu kamtibmas atau membuat keonaran di Denpasar, saya tidak segan untuk sikat ratakan siapapun itu, baik kelompok atau perorangan,” tegas perwira melati dua di pundak itu.

 

Sementara itu, Bendesa Madya MDA Denpasar Anak Agung Sudiana yang turut hadir mengaku mendukung apa yang dilakukan Polresta untuk menjaga keamanan wilayah hukum Denpasar, sebagai barometer provinsi Bali, nasional hingga internasional. Pihaknya siap bersinergi dengan Polri-TNI, untuk menangani adanya konvoi anak muda.

“Kami dari Desa Adat akan ikut serta memertibkan konvoi seperti itu melalui perangkat kemanan terpadu antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur pemerintah Desa Dinas tepatnya bernama Sipandu beradat,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/