alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Belasan Pegawai Terpapar Covid, Ruangan Kejari Disemprot Disinfektan

DENPASAR– Setelah belasan pegawainya dihantam Covid-19, Kejari Denpasar melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area gedung. Mulai ruangan pegawai, lobi, aula, ruang khusus merokok, hingga ruang tahanan disemprot cairan kimia pembasmi bakteri dan virus.

 

“Penyemprotan sudah kami lakukan selama tiga hari berturut-turut. Mulai Jumat sampai Minggu,” ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha diwawancarai Senin kemarin (14/2).

 

Dijelaskan Suyantha, penyemprotan disinfektan tersebut sebagai upaya menekan dan mencegah meluasnya Covid-19 di lingkungan Kejari Denpasar. Selain itu juga bertujuan memberikan perlindungan kepada seluruh pegawai agar dapat bekerja dengan nyaman.

 

Tidak hanya pegawai, pihaknya juga berharap masyarakat yang datang membutuhkan pelayanan di Kejari Denpasar bisa merasa aman. “Untuk teknis penyemprotan kami kerja sama dengan Dinas Kesehatan,” tukasnya.

Baca Juga:  Duh, Giliran Sampah Plastik Kepung Pantai - pantai di Badung

 

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 13 pegawai Kejari Denpasar yang terpapar Covid-19. Sementara menurut sumber koran ini, ada 20 orang yang terpapar. Mereka menjalani isolasi mandiri karena tidak bergejala dan sebagian bergejala ringan.

 

Suyantha sendiri mengaku menjalankan isolasi mandiri selama lima hari. Meski banyak pegawainya yang positif, Kejari Denpasar masih beroperasi seperti biasa. Suyantha menyebut jumlah pegawai yang masuk dibatasi 50 persen. Hal itu dilakukan agar pelayanan publik terutama persidangan tetap jalan.

 

“Bagi jaksa yang positif sidangnya akan digantikan jaksa kedua,” kata mantan Kasi Pidum Kejari Jambi itu.

 

Tak hanya di Denpasar, di Kejari Badung juga mengalami kejadian serupa. Sebanyak 21 pegawai Kejari Badung terkonfirmasi positif. Dari pegawai honorer hingga tingkat pejabat seperti Kasi Pidsus dan Kasi Intel positif Covid-19.

Baca Juga:  Lepas Status TSK Korupsi, Potong Rambut, Mata Punglik Berbinar-binar

 

Seluruh pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 dalam keadaan sehat dengan gejala ringan. Mereka diwajibkan menjalani isolasi. Yang menarik adalah Kejari Badung tidak menutupi hasil tes swab-PCR meski banyak yang positif.

 

Kajari Badung I Ketut Maha Agung mengatakan, Kejari Badung tetap buka karena harus tetap memberikan pelayanan publik di tengah pandemi Covid-19.

 

Sedangkan Kasi Pidsus Dewa Arya Lanang Raharja mengaku ini adalah kedua kalinya ia positif Covid-19. Bedanya, tahun lalu virus yang menginfeksi adalah varian Delta dengan gejala sedang.

 

“Kalau sekarang saya masih bisa mencium dan merasakan makanan. Seperti orang pilek biasa. Cuma hidung mampet dan tenggorokan sedikit sakit,” kata jaksa asal Buleleng itu.  



DENPASAR– Setelah belasan pegawainya dihantam Covid-19, Kejari Denpasar melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area gedung. Mulai ruangan pegawai, lobi, aula, ruang khusus merokok, hingga ruang tahanan disemprot cairan kimia pembasmi bakteri dan virus.

 

“Penyemprotan sudah kami lakukan selama tiga hari berturut-turut. Mulai Jumat sampai Minggu,” ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha diwawancarai Senin kemarin (14/2).

 

Dijelaskan Suyantha, penyemprotan disinfektan tersebut sebagai upaya menekan dan mencegah meluasnya Covid-19 di lingkungan Kejari Denpasar. Selain itu juga bertujuan memberikan perlindungan kepada seluruh pegawai agar dapat bekerja dengan nyaman.

 

Tidak hanya pegawai, pihaknya juga berharap masyarakat yang datang membutuhkan pelayanan di Kejari Denpasar bisa merasa aman. “Untuk teknis penyemprotan kami kerja sama dengan Dinas Kesehatan,” tukasnya.

Baca Juga:  Kasus Covid Terus Menurun, RSUD Klungkung hanya Rawat 2 Pasien

 

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 13 pegawai Kejari Denpasar yang terpapar Covid-19. Sementara menurut sumber koran ini, ada 20 orang yang terpapar. Mereka menjalani isolasi mandiri karena tidak bergejala dan sebagian bergejala ringan.

 

Suyantha sendiri mengaku menjalankan isolasi mandiri selama lima hari. Meski banyak pegawainya yang positif, Kejari Denpasar masih beroperasi seperti biasa. Suyantha menyebut jumlah pegawai yang masuk dibatasi 50 persen. Hal itu dilakukan agar pelayanan publik terutama persidangan tetap jalan.

 

“Bagi jaksa yang positif sidangnya akan digantikan jaksa kedua,” kata mantan Kasi Pidum Kejari Jambi itu.

 

Tak hanya di Denpasar, di Kejari Badung juga mengalami kejadian serupa. Sebanyak 21 pegawai Kejari Badung terkonfirmasi positif. Dari pegawai honorer hingga tingkat pejabat seperti Kasi Pidsus dan Kasi Intel positif Covid-19.

Baca Juga:  Edan! Tersangka Ternyata Bikin Puluhan Kredit Fiktif

 

Seluruh pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 dalam keadaan sehat dengan gejala ringan. Mereka diwajibkan menjalani isolasi. Yang menarik adalah Kejari Badung tidak menutupi hasil tes swab-PCR meski banyak yang positif.

 

Kajari Badung I Ketut Maha Agung mengatakan, Kejari Badung tetap buka karena harus tetap memberikan pelayanan publik di tengah pandemi Covid-19.

 

Sedangkan Kasi Pidsus Dewa Arya Lanang Raharja mengaku ini adalah kedua kalinya ia positif Covid-19. Bedanya, tahun lalu virus yang menginfeksi adalah varian Delta dengan gejala sedang.

 

“Kalau sekarang saya masih bisa mencium dan merasakan makanan. Seperti orang pilek biasa. Cuma hidung mampet dan tenggorokan sedikit sakit,” kata jaksa asal Buleleng itu.  


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/