alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Rektor Universitas Udayana Sebut Pembangunan Asrama tetap Lanjut

JIMBARAN – Pihak Universitas Udayana tetap melanjutkan proyek asrama terpadu atau Integrated Student Dormitory untuk mahasiswanya. Hal ini dikatakan untuk kemajuan kampus. 

 

“Pembangunan asrama tetap dilanjutkan dan target penyelesaiannya juga tetap 1 September 2022. Cuma mahasiswa tidak diwajibkan bertempat tinggal di Asrama. Mereka bebas memilih. Mau tinggal di asrama silahkan, mau tidak di asrama juga tidak apa-apa,” ujar Rektor Universitas Udayana (UNUD), Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara, Jumat (15/4/2022).

 

Seperti diketahui asrama terpadu memang sempat menjadi polemik. Orang tua mahasiswa baru (Maba) hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud sempat ajukan protes keras karena awalnya Maba diwajibkan tinggal di asrama selama setahun dengan tarif dari Rp 700 ribu – Rp 3,5 juta per bulan.

 

Protes keras tersebut membuahkan hasil. Rektor kemudian mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 6/UN14/SE/2022 tentang pendaftaran mahasiswa baru universitas Udayana tahun akademik 2022/2023.

 

Disana tertuang bahwa Maba tidak diwajibkan untuk tinggal di asrama. Namun, mahasiswa pun tak puas hanya sekadar SE. Mereka ingin sebuah keputusan yang lebih mengikat.

 

Rektor pun mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 525/UN14/HK/2022 tentang pencabutan keputusan rektor Unud Nomor 206/UN14/HK/2022 tentang pemanfaatan asrama mahasiswa Unud.

 

Apa yang membuat Unud ngotot membangun asrama? “Kami berkewajiban memberikan fasilitas sebagai layanan akademik dan merupakan standar layanan minimum bagi Unud yang akan kami programkan menjadi Universitas yang maju dan menuju univeraitas kelas dunia,” pungkasnya.

 



JIMBARAN – Pihak Universitas Udayana tetap melanjutkan proyek asrama terpadu atau Integrated Student Dormitory untuk mahasiswanya. Hal ini dikatakan untuk kemajuan kampus. 

 

“Pembangunan asrama tetap dilanjutkan dan target penyelesaiannya juga tetap 1 September 2022. Cuma mahasiswa tidak diwajibkan bertempat tinggal di Asrama. Mereka bebas memilih. Mau tinggal di asrama silahkan, mau tidak di asrama juga tidak apa-apa,” ujar Rektor Universitas Udayana (UNUD), Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara, Jumat (15/4/2022).

 

Seperti diketahui asrama terpadu memang sempat menjadi polemik. Orang tua mahasiswa baru (Maba) hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud sempat ajukan protes keras karena awalnya Maba diwajibkan tinggal di asrama selama setahun dengan tarif dari Rp 700 ribu – Rp 3,5 juta per bulan.

 

Protes keras tersebut membuahkan hasil. Rektor kemudian mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 6/UN14/SE/2022 tentang pendaftaran mahasiswa baru universitas Udayana tahun akademik 2022/2023.

 

Disana tertuang bahwa Maba tidak diwajibkan untuk tinggal di asrama. Namun, mahasiswa pun tak puas hanya sekadar SE. Mereka ingin sebuah keputusan yang lebih mengikat.

 

Rektor pun mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 525/UN14/HK/2022 tentang pencabutan keputusan rektor Unud Nomor 206/UN14/HK/2022 tentang pemanfaatan asrama mahasiswa Unud.

 

Apa yang membuat Unud ngotot membangun asrama? “Kami berkewajiban memberikan fasilitas sebagai layanan akademik dan merupakan standar layanan minimum bagi Unud yang akan kami programkan menjadi Universitas yang maju dan menuju univeraitas kelas dunia,” pungkasnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/