alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

HP Anggota Dewan Bali Amblas, saat Dihubungi Terdengar Suara Cewek

RadarBali.com – Gedung DPRD Bali tampaknya sudah tidak aman lagi. Gedung wakil rakyat itu kemarin (14/8) dibobol maling siang bolong.

Lucunya, yang jadi korban adalah Wakil ketua komisi I DPRD Bali, Wayan Tagel Arjana. Politisi Gerindra itu kehilangan satu buah HP merek nokia.

Sebelum memasuki ruang sidang, Tagel bercengkrama di ruang fraksi Gerindra bersama rekannya. Di ruang fraksi tersebut Tagel melakukan pengisian baterai.

Setelah sidang selesai iapun makan bersama rekan-rekannya terlebih dahulu, setelah itu barulah ia kembali naik ke ruang fraksi Gerindra yang letaknya di lantai dua sekitar pukul 14.00.

“Waktu itu HP saya charge (baca cas) di ruang Fraksi Gerindra. Sekitar jam 11.00, saya tinggal ikut rapat paripurna. Saya balik HP saya sudah hilang sama chargernya juga,” tutur Arjana dengan ekspresi wajah bingung di lobi gedung dewan.

Baca Juga:  Dapat Izin, Istri Pertama Jro Jangol Antarkan Jenazah Hingga Setra

Arjana yang mengenakan baju adat madya biru didampingi istrinya itu tampak gelisah. Dia dan istrinya terus jalan mondar-mandir sambil bertanya pada staf di gedung dewan.

Yang menarik, saat Arjana berusaha menghubungi HP yang hilang itu terdengar suara perempuan menjawab. Namun, tidak lama kemudian dimatikan. Saat kembali coba dihubungi tidak aktif.

“Aneh, kalau orang ambil kok sempat bicara. Kalau mau ambil, kenapa HP jelek seperti itu,” gerutunya.

Tagel menyebut HP-nya hanya seharga Rp 400 ribu. Namun, meski murah banyak nomor penting yang tersimpan di dalamnya. Tagel mengaku dirinya baru pertama kali mengecas HP di ruang fraksi. Biasanya dia melakukan itu di ruang komisi.

Baca Juga:  WNA Positif Corona Meninggal di Bali, Dinkes Tracking Jejak Almarhum

Sialnya, Tagel yang sudah menunggu satu jam lebih tidak bisa melacak HP-nya karena tidak ada CCTV di ruang fraksi Gerindra. Tagel berusaha minta tolong pada staf dan Sekwan Wayan Suwarjana juga nihil.

“Ya sudah ikhlaskan saja. Besok-besok tolong dipasang tulisan, pedagang dilarang masuk ke dalam,” cetus Tagel sedikit kesal.



RadarBali.com – Gedung DPRD Bali tampaknya sudah tidak aman lagi. Gedung wakil rakyat itu kemarin (14/8) dibobol maling siang bolong.

Lucunya, yang jadi korban adalah Wakil ketua komisi I DPRD Bali, Wayan Tagel Arjana. Politisi Gerindra itu kehilangan satu buah HP merek nokia.

Sebelum memasuki ruang sidang, Tagel bercengkrama di ruang fraksi Gerindra bersama rekannya. Di ruang fraksi tersebut Tagel melakukan pengisian baterai.

Setelah sidang selesai iapun makan bersama rekan-rekannya terlebih dahulu, setelah itu barulah ia kembali naik ke ruang fraksi Gerindra yang letaknya di lantai dua sekitar pukul 14.00.

“Waktu itu HP saya charge (baca cas) di ruang Fraksi Gerindra. Sekitar jam 11.00, saya tinggal ikut rapat paripurna. Saya balik HP saya sudah hilang sama chargernya juga,” tutur Arjana dengan ekspresi wajah bingung di lobi gedung dewan.

Baca Juga:  Harga Tiket Pesawat Naik, Mulai Berlaku Awal Agustus 2022

Arjana yang mengenakan baju adat madya biru didampingi istrinya itu tampak gelisah. Dia dan istrinya terus jalan mondar-mandir sambil bertanya pada staf di gedung dewan.

Yang menarik, saat Arjana berusaha menghubungi HP yang hilang itu terdengar suara perempuan menjawab. Namun, tidak lama kemudian dimatikan. Saat kembali coba dihubungi tidak aktif.

“Aneh, kalau orang ambil kok sempat bicara. Kalau mau ambil, kenapa HP jelek seperti itu,” gerutunya.

Tagel menyebut HP-nya hanya seharga Rp 400 ribu. Namun, meski murah banyak nomor penting yang tersimpan di dalamnya. Tagel mengaku dirinya baru pertama kali mengecas HP di ruang fraksi. Biasanya dia melakukan itu di ruang komisi.

Baca Juga:  Bali Masuk Provinsi Rawan Bencana, Ini Catatan Aktivis untuk Jokowi

Sialnya, Tagel yang sudah menunggu satu jam lebih tidak bisa melacak HP-nya karena tidak ada CCTV di ruang fraksi Gerindra. Tagel berusaha minta tolong pada staf dan Sekwan Wayan Suwarjana juga nihil.

“Ya sudah ikhlaskan saja. Besok-besok tolong dipasang tulisan, pedagang dilarang masuk ke dalam,” cetus Tagel sedikit kesal.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/