alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Bos Nasi Goreng Tewas Membusuk di Sebuah Ruko di Denpasar

DENPASAR – Seorang pria kelahiran Surabaya bernama Tri Anggoro, 38, ditemukan tewas. Bos nasi goreng ini ditemukan membusuk di dalam kamar ruko (rumah toko), Jalan Taman Pancing Timur, Banjar Kajeng, Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat (13/8) sekitar pukul 12.00.

 

Demi memastikan penyebab kematian, Jasad Tri Anggoro, 38, kini di RSUP Sanglah untuk dilakukan otopsi.

Kasubag Humas Polresta Denpasar IPTU I Ketut Sukadi mengatakan, jasad lelaki kelahiran Desa Medayu Utara, Medokanayu, Rungkut, Surabaya, Jatim ini ditemukan oleh Eko Mariono selaku kerabat.

 

Awalnya Eko menghubungi Tri via telepon namun tidak tersambung karena tidak aktif. Jumat pagi Eko mendatangi kontrakan ruko milik Eko dijadikan bisnis nasi goreng. Saat itu, posisi pintu rolling door terbuka sebagian. Lalu Eko memanggil namanya dari luar.

Baca Juga:  Larang Mudik, Rugi Miliaran Rupiah, Bos PO Gunung Harta Menjerit

Karena tidak direspons, Eko lalu mendekat ke pintu dan melihat ke dalam ruko yang ditempati Tri. Ia melihat temannya dalam keadaan tertidur, posisi telentang dengan tangan kanan terangkat dan tercium aroma bau busuk. Hal itu disampaikan ke tetangga yang lain, kemudian dilaporkan ke pemilik kontrakan.

- Advertisement -

 

“Ya mereka secara barengan masuk ke dalam. Ternyata korban meninggal dunia bahkan jasadnya membusuk,” beber Kasubag Humas, Sabtu (14/8).

Pemilik kontrakan langsung menghubungi pihak kepolisian. Di sana, tim identifikasi menemukan jasad korban telentang di atas lantai hanya memakai celana. Kepala menghadap ke timur, kaki ke barat, tangan kanan di atas kepala, tangan kiri di paha, dan posisi tengadah.

Baca Juga:  Penerbangan Luar Negeri di Ngurah Rai Dibuka, Ini Katagori & Syaratnya

 

“Saat itu pihaknya belum bisa lakukan pemerikaan karena kondisi korban sudah membusuk (bau). Karena itu saya belum bisa menduga penyebab kematiannya,” tukas jubir Polresta ini.

Jasad korban lalu dievakuasi ke RS Sanglah oleh Relawan dari menggunakan Ambulans PC Ansor Kabupaten Badung (Banser) menuju ke RSUP Sanglah.

 

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, perlu dilakukan tindakan otopsi oleh dokter forensik

 

“Ya kami menunggu hasil otopsi baru bisa disimpulkan penyebab kematian korban,” tutup Iptu I Ketut Sukadi.

- Advertisement -

DENPASAR – Seorang pria kelahiran Surabaya bernama Tri Anggoro, 38, ditemukan tewas. Bos nasi goreng ini ditemukan membusuk di dalam kamar ruko (rumah toko), Jalan Taman Pancing Timur, Banjar Kajeng, Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat (13/8) sekitar pukul 12.00.

 

Demi memastikan penyebab kematian, Jasad Tri Anggoro, 38, kini di RSUP Sanglah untuk dilakukan otopsi.

Kasubag Humas Polresta Denpasar IPTU I Ketut Sukadi mengatakan, jasad lelaki kelahiran Desa Medayu Utara, Medokanayu, Rungkut, Surabaya, Jatim ini ditemukan oleh Eko Mariono selaku kerabat.

 

Awalnya Eko menghubungi Tri via telepon namun tidak tersambung karena tidak aktif. Jumat pagi Eko mendatangi kontrakan ruko milik Eko dijadikan bisnis nasi goreng. Saat itu, posisi pintu rolling door terbuka sebagian. Lalu Eko memanggil namanya dari luar.

Baca Juga:  Belanja Pegawai dan Bagi PHR Dirancang Naik, Belanja Hibah Malah Turun

Karena tidak direspons, Eko lalu mendekat ke pintu dan melihat ke dalam ruko yang ditempati Tri. Ia melihat temannya dalam keadaan tertidur, posisi telentang dengan tangan kanan terangkat dan tercium aroma bau busuk. Hal itu disampaikan ke tetangga yang lain, kemudian dilaporkan ke pemilik kontrakan.

 

“Ya mereka secara barengan masuk ke dalam. Ternyata korban meninggal dunia bahkan jasadnya membusuk,” beber Kasubag Humas, Sabtu (14/8).

Pemilik kontrakan langsung menghubungi pihak kepolisian. Di sana, tim identifikasi menemukan jasad korban telentang di atas lantai hanya memakai celana. Kepala menghadap ke timur, kaki ke barat, tangan kanan di atas kepala, tangan kiri di paha, dan posisi tengadah.

Baca Juga:  Arus Lalu Lintas Bus Berkurang, Terminal Mengwi Terlihat Lengang

 

“Saat itu pihaknya belum bisa lakukan pemerikaan karena kondisi korban sudah membusuk (bau). Karena itu saya belum bisa menduga penyebab kematiannya,” tukas jubir Polresta ini.

Jasad korban lalu dievakuasi ke RS Sanglah oleh Relawan dari menggunakan Ambulans PC Ansor Kabupaten Badung (Banser) menuju ke RSUP Sanglah.

 

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, perlu dilakukan tindakan otopsi oleh dokter forensik

 

“Ya kami menunggu hasil otopsi baru bisa disimpulkan penyebab kematian korban,” tutup Iptu I Ketut Sukadi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/