alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

CATAT! Bali Akan Mengalami Hari Tanpa Bayangan, Ini Waktunya…

DENPASAR – Fenomena unik kembali akan terjadi di Bali. Fenomena tersebut dikenal dengan nama hari tanpa bayangan, atau nama lain dari kulminasi.

Di Bali, fenomena ini akan terjadi pada hari Rabu (16/10) besok pukul 12.04.

Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Imam Fatchurochman membenarkan Bali akan mengalami fenomena tersebut.

“Iya ada, ini fenomena biasa. Setahun dua kali, tiap enam bulan sekali,” ujar Imam Fatchurochman, Selasa (15/10) sore.

Menurutnya, kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat , fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

Baca Juga:  Tak Dilibatkan Bahas Rencana Tambang Pasir, Pemuda Legian Kritik Keras

Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit.

Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Kulminasi di Bali terjadi bersamaan dengan yang ada di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hanya memang yang membedakan adalah waktu. Di Bali terjadi pukul 12.04 Wita, Mataram pukul 12.01 Wita, dan di Kupang terjadi pukul 11.30 Wita.

Imam mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi fenomena ini. “Untuk masyarakat tidak perlu panik, range suhu masih normal kisaran 22 – 33 derajat.

Cuma memang ada peningkatan suhu dibanding Agustus, karena posisi matahari ada di atas Bali Nusa Tenggara,” pungkasnya.

Baca Juga:  Masuk Zona Merah, Pemecutan Kelod Komit Jadi Desa Bersih Narkoba


DENPASAR – Fenomena unik kembali akan terjadi di Bali. Fenomena tersebut dikenal dengan nama hari tanpa bayangan, atau nama lain dari kulminasi.

Di Bali, fenomena ini akan terjadi pada hari Rabu (16/10) besok pukul 12.04.

Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Imam Fatchurochman membenarkan Bali akan mengalami fenomena tersebut.

“Iya ada, ini fenomena biasa. Setahun dua kali, tiap enam bulan sekali,” ujar Imam Fatchurochman, Selasa (15/10) sore.

Menurutnya, kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat , fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

Baca Juga:  NEWS UPDATE! Diguncang Dua Kali Gempa Warga di Bali Panik Berhamburan

Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit.

Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Kulminasi di Bali terjadi bersamaan dengan yang ada di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hanya memang yang membedakan adalah waktu. Di Bali terjadi pukul 12.04 Wita, Mataram pukul 12.01 Wita, dan di Kupang terjadi pukul 11.30 Wita.

Imam mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi fenomena ini. “Untuk masyarakat tidak perlu panik, range suhu masih normal kisaran 22 – 33 derajat.

Cuma memang ada peningkatan suhu dibanding Agustus, karena posisi matahari ada di atas Bali Nusa Tenggara,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bandara Bakal Diperluas, Bendesa Ingatkan Tak Caplok Tanah Adat

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/