alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Teori Konspirasi Bikin Semangat Dokter Tangani Pasien Covid-19 Kendor

DENPASAR – Teleconference Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali dengan berbagai pihak di Gedung Gajah Jaya Sabha, Denpasar baru-baru ini mencuri perhatian. 

Nama Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma jadi buah bibir hingga, Selasa (16/6) hari ini. 

Pasalnya, sang dokter menyinggung teori konspirasi di hadapan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua Harian GTPP C-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Dokter Kesuma menyayangkan banyaknya masyarakat yang percaya pada teori konspirasi. Fakta tersebut ungkapnya memicu turunnya semangat para tenaga medis yang berjuang di garis depan. 

“Pendapat itu melecehkan kami yang bekerja di rumah sakit (RS) karena dianggap mengambil keuntungan dari pandemi ini,” kata dr. Kesuma. 

Baca Juga:  Sambut IMF – World Bank Meeting, TNI AL - BNPB Gelar Latihan Bersama

Faktanya, imbuh sang dokter, kondisi pandemi corona membuat tenaga medis bekerja lebih keras dari biasanya. 

Di samping harus melakukan berbagai persiapan dan menjaga kontak untuk menghindari resiko penularan Covid-19, para tenaga medis juga harus tahan mental “dikucilkan” oleh masyarakat.

Dalam acara yang sama, beberapa Direktur RS lain mengakui adanya peningkatan transmisi lokal dan perubahan pola serta kondisi pasien yang berbeda.

Hal tersebut mempengaruhi tingkat kesembuhan pasien di Bali. Menurut tenaga kesehatan di RS Sanjiwani, 

pasien transmisi lokal yang muncul belakangan ini berada dalam kondisi kebugaran dan usia yang berbeda dengan para PMI. 

Selain itu, dokter spesialis paru-paru RSUD Wangaya yang merawat pasien transmisi lokal mengatakan sejak bulan Mei para pasien mengalami kondisi yang lebih berat dengan penyakit penyerta.

Baca Juga:  Jalur Siswa Miskin Minim Peminat, DPRD: Tolong Ditelusuri, Apa Benar!

Meningkatnya volume tes swab juga menjadi masukan para peserta teleconference. 

Pihak Laboratorium RS PTN Unud mengaku telah bekerja penuh, termasuk di hari libur dan hari raya guna memenuhi target pemeriksaan sampel yang masuk. 

Berkat dukungan Pemprov Bali, kapasitas pemeriksaan di RSPTN Unud meningkat dari 180 sampel per hari menjadi 250-270 sampel per hari.



DENPASAR – Teleconference Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali dengan berbagai pihak di Gedung Gajah Jaya Sabha, Denpasar baru-baru ini mencuri perhatian. 

Nama Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma jadi buah bibir hingga, Selasa (16/6) hari ini. 

Pasalnya, sang dokter menyinggung teori konspirasi di hadapan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua Harian GTPP C-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Dokter Kesuma menyayangkan banyaknya masyarakat yang percaya pada teori konspirasi. Fakta tersebut ungkapnya memicu turunnya semangat para tenaga medis yang berjuang di garis depan. 

“Pendapat itu melecehkan kami yang bekerja di rumah sakit (RS) karena dianggap mengambil keuntungan dari pandemi ini,” kata dr. Kesuma. 

Baca Juga:  Tiba di Bali, 31 ABK Kapal Pesiar Carnival Splendor Tak Di-Rapid Test

Faktanya, imbuh sang dokter, kondisi pandemi corona membuat tenaga medis bekerja lebih keras dari biasanya. 

Di samping harus melakukan berbagai persiapan dan menjaga kontak untuk menghindari resiko penularan Covid-19, para tenaga medis juga harus tahan mental “dikucilkan” oleh masyarakat.

Dalam acara yang sama, beberapa Direktur RS lain mengakui adanya peningkatan transmisi lokal dan perubahan pola serta kondisi pasien yang berbeda.

Hal tersebut mempengaruhi tingkat kesembuhan pasien di Bali. Menurut tenaga kesehatan di RS Sanjiwani, 

pasien transmisi lokal yang muncul belakangan ini berada dalam kondisi kebugaran dan usia yang berbeda dengan para PMI. 

Selain itu, dokter spesialis paru-paru RSUD Wangaya yang merawat pasien transmisi lokal mengatakan sejak bulan Mei para pasien mengalami kondisi yang lebih berat dengan penyakit penyerta.

Baca Juga:  22 Pasien Sembuh, Seorang Lansia Dinyatakan Meninggal Karena Covid-19

Meningkatnya volume tes swab juga menjadi masukan para peserta teleconference. 

Pihak Laboratorium RS PTN Unud mengaku telah bekerja penuh, termasuk di hari libur dan hari raya guna memenuhi target pemeriksaan sampel yang masuk. 

Berkat dukungan Pemprov Bali, kapasitas pemeriksaan di RSPTN Unud meningkat dari 180 sampel per hari menjadi 250-270 sampel per hari.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/