alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Tambah 362 Kasus, Jubir Covid-19 Denpasar Minta Warga Waspada

DENPASAR – Tren penularan Covid-19 di Denpasar masih tinggi. Berdasarkan data resmi pada Kamis (15/7), dalam sehari kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 362 orang, kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 4 orang. Namun kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak 106 orang.

 

“Perkembangan kasus harian, kasus meninggal dunia masih tinggi di angka 4 orang, kasus sembuh covid 19 hari ini bertambah 106 orang dan kasus positif Covid-19 melonjak di angka 362 orang, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM Darurat,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi Kamis (15/7).

 

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif tercatat 18.791 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 16.120 orang  (85,79 persen), meninggal dunia sebanyak 392 orang (2,09 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak  2.279 orang (12,12 persen).

Baca Juga:  Terbit SKB Empat Menteri, Satgas Buka Peluang Belajar Tatap Muka

 

Terkait kasus meninggal dunia, pasien pertama merupakan seorang perempuan usia 49 orang yang berdomisili di Desa Pemecutan Kelod. Pasien kedua juga merupakan seorang perempuan usia 78 orang yang berdomisili di Kelurahan Ubung.

 

Selanjutnya pasien ketiga merupakan seorang laki-laki usia 57 tahun yang berdomisili di Kelurahan Tonja. Dan pasien keempat merupakan seorang laki-laki usia 75 tahun yang berdomisili di Desa Dangin Puri Kaja. 

 

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

 

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam  beberapa seminggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” terangnya.

Baca Juga:  Massa Demo Omnibus di DPRD Bali Bubar, Konsentrasi Pindah di Sudirman

 

Berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. 

 

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

 

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan selanjutnya vaksinasi akan menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun.

 

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” pungkasnya. 


DENPASAR – Tren penularan Covid-19 di Denpasar masih tinggi. Berdasarkan data resmi pada Kamis (15/7), dalam sehari kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 362 orang, kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 4 orang. Namun kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak 106 orang.

 

“Perkembangan kasus harian, kasus meninggal dunia masih tinggi di angka 4 orang, kasus sembuh covid 19 hari ini bertambah 106 orang dan kasus positif Covid-19 melonjak di angka 362 orang, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM Darurat,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi Kamis (15/7).

 

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif tercatat 18.791 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 16.120 orang  (85,79 persen), meninggal dunia sebanyak 392 orang (2,09 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak  2.279 orang (12,12 persen).

Baca Juga:  Sidak 9 Pasar, Petugas Masih Temukan Pedagang Tak Disiplin Prokes

 

Terkait kasus meninggal dunia, pasien pertama merupakan seorang perempuan usia 49 orang yang berdomisili di Desa Pemecutan Kelod. Pasien kedua juga merupakan seorang perempuan usia 78 orang yang berdomisili di Kelurahan Ubung.

 

Selanjutnya pasien ketiga merupakan seorang laki-laki usia 57 tahun yang berdomisili di Kelurahan Tonja. Dan pasien keempat merupakan seorang laki-laki usia 75 tahun yang berdomisili di Desa Dangin Puri Kaja. 

 

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

 

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam  beberapa seminggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” terangnya.

Baca Juga:  TERBUKTI! Jumlah Positif Covid di Bali Meningkat setelah Perbanyak Tes

 

Berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. 

 

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

 

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan selanjutnya vaksinasi akan menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun.

 

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/