alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Sepi karena PPKM, Ratusan Anak Penyu Menetas di Pantai Melasti Ungasan

MANGUPURA – Ratusan tukik ditemukan menetas di Pantai Melasti, Ungasan, Kuta Selatan, Badung. Anak penyu itu langsung diamankan dari gangguan binatang lain dan tukik itu kembali dilepasliarkan ke pantai.

 

Manajer Pengelola Pantai Melasti Ungasan, Wayan Karnawa mengatakan, kemunculan bayi penyu tersebut di pesisir Pantai Melasti diketahui pada Senin (9/8) pagi.

 

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh seorang bule yang menginap di salah satu villa dekat Pantai Melasti. Saat itu, warga negara asing itu  turun melihat kondisi ke pantai yang berada di bawah tebing. Namun ditemukan ada ratusan tukik.

 

Hal itu kemudian dilaporkan kepada masyarakat. kemudian langsung direspon dan tukik itu diamankan.

Baca Juga:  UPDATE! Pasien Covid-19 Asal Mengwi Terkonfirmasi Meninggal Dunia

 

“Kondisinya ditemukan sudah menjadi tukik. Setelah ditelusuri itu berasal dari pesisir Pantai Melasti dekat patung monyet yang naik kura-kura itu. Jumlahnya memang cukup banyak, mungkin ada ratusan. Jadi kita amankan tukik itu dari gangguan binatang lain dan kita rilis tukik itu kembali ke pantai,” beber Karnawa dikonfirmasi, Minggu (15/9).

 

Kata dia,  penemuan tukik ini sebenarnya dulu pernah terjadi beberapa kali di Pantai Melasti. Dulu jumlahnya tidak sebanyak kali ini dan musimnya tidak menentu.

 

Mungkin karena situasi PPKM yang membuat aktivitas pariwisata tutup, sehingga jumlah populasi penyu di Pantai Melasti meningkat secara jumlah. Pihaknya berharap agar ke depan hal itu bisa menjadi daya tarik baru di Pantai Melasti, dengan konsep konservasi.

Baca Juga:  Selain Gencar Swab Antigen Acak, Tak Mau Gegabah Tambah Jam Pelajaran

 

“Semoga kawasan wisata kita yang dikenal sebagai destinasi premium ini semakin lengkap ke depannya dengan keberadaan tukik ini. Jadi ketika pariwisata kembali dibuka, maka ada tambahan daya tarik baru di Melasti,” terangnya.

 

Sementara selama PPKM diterapkan tidak sedikit wisatawan maupun agen yang menanyakan kondisi Pantai Melasti. Ia  mengaku tidak bisa berbicara banyak, karena status PPKM belum bisa ditebak kapan akan berakhirnya.

 

Pihaknya berharap agar situasi pandemi bisa segera berakhir dan PPKM bisa usai diterapkan, sebab hal itu sangat berdampak signifikan bagi  masyarakat yang selama ini berkecimpung di sektor pariwisata.


MANGUPURA – Ratusan tukik ditemukan menetas di Pantai Melasti, Ungasan, Kuta Selatan, Badung. Anak penyu itu langsung diamankan dari gangguan binatang lain dan tukik itu kembali dilepasliarkan ke pantai.

 

Manajer Pengelola Pantai Melasti Ungasan, Wayan Karnawa mengatakan, kemunculan bayi penyu tersebut di pesisir Pantai Melasti diketahui pada Senin (9/8) pagi.

 

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh seorang bule yang menginap di salah satu villa dekat Pantai Melasti. Saat itu, warga negara asing itu  turun melihat kondisi ke pantai yang berada di bawah tebing. Namun ditemukan ada ratusan tukik.

 

Hal itu kemudian dilaporkan kepada masyarakat. kemudian langsung direspon dan tukik itu diamankan.

Baca Juga:  Lihat Ini! 10 Remaja Digelandang Polisi karena Balap Liar saat PPKM

 

“Kondisinya ditemukan sudah menjadi tukik. Setelah ditelusuri itu berasal dari pesisir Pantai Melasti dekat patung monyet yang naik kura-kura itu. Jumlahnya memang cukup banyak, mungkin ada ratusan. Jadi kita amankan tukik itu dari gangguan binatang lain dan kita rilis tukik itu kembali ke pantai,” beber Karnawa dikonfirmasi, Minggu (15/9).

 

Kata dia,  penemuan tukik ini sebenarnya dulu pernah terjadi beberapa kali di Pantai Melasti. Dulu jumlahnya tidak sebanyak kali ini dan musimnya tidak menentu.

 

Mungkin karena situasi PPKM yang membuat aktivitas pariwisata tutup, sehingga jumlah populasi penyu di Pantai Melasti meningkat secara jumlah. Pihaknya berharap agar ke depan hal itu bisa menjadi daya tarik baru di Pantai Melasti, dengan konsep konservasi.

Baca Juga:  Dukung Pemerintah, TNI AL Swadaya Bagikan Masker Gratis ke Warga

 

“Semoga kawasan wisata kita yang dikenal sebagai destinasi premium ini semakin lengkap ke depannya dengan keberadaan tukik ini. Jadi ketika pariwisata kembali dibuka, maka ada tambahan daya tarik baru di Melasti,” terangnya.

 

Sementara selama PPKM diterapkan tidak sedikit wisatawan maupun agen yang menanyakan kondisi Pantai Melasti. Ia  mengaku tidak bisa berbicara banyak, karena status PPKM belum bisa ditebak kapan akan berakhirnya.

 

Pihaknya berharap agar situasi pandemi bisa segera berakhir dan PPKM bisa usai diterapkan, sebab hal itu sangat berdampak signifikan bagi  masyarakat yang selama ini berkecimpung di sektor pariwisata.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/