alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Puan Maharani Ikut Menteri Sosial Gelontor Bansos Tunai Rp30 M di Bali

DENPASAR – Sebanyak 558 keluarga penerima manfaat  (KPM) menerima bantuan sosial tunai (BST) tahap VII tahun 2020 di Wantilan Jaba, Pura Desa Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali (16/10). Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

Hadir pula beberapa pejabat, macam Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati,  Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Edi Suharto, Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Charles Sitorus dan PJS Bupati Bandung I Ketut Lihadnyana.

Dalam sambutannya, Puan Maharani mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada obat atau vaksin covid-19. Dengan demikian, diharapkan bantuan yang diberikan pemerintah melalui kementerian sosial ini dapat bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Sampai hari ini bukan hanya Indonesia atau Bali belum punya obatnya. Hampir semua negara belum punya obatnya dari 200 negara di dunia. Bali ini daerah wisata sehingga perhatian pemerintah dan DPR agar pariwisata ini bisa berkelanjutan. Salah satunya lewat bantuan sosial yang diserahkan kepada masyarakat,” kata Puan.

Baca Juga:  Puluhan Investor Minati TPA Suwung, Dewan Minta Beauty Contest

Selain itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R. Djoemadi mengatakan, penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilaksanakan di wilayah ini merupakan penyaluran tahap VII yang dilakukan oleh Pos Indonesia dengan nilai bantuan Rp300.000 untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sementara total jumlah alokasi di Bali sebanyak 101.046 KPM. Dengan demikian, total BST tahap VII yang disalurkan di Bali mencapai Rp30,31 miliar.

“Dengan rincian Kota Denpasar sebanyak 10.152 KPM, Kabupaten Badung sebanyak 12.154 KPM dan sisanya tersebar di 7 kabupaten lainnya di Provinsi Bali,” katanya. 

Lanjut dia, pada tahap I sampai dengan tahap VI sebelumnya untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara memiliki alokasi 3.141.580 KPM dan telah terealisasi sebanyak 3.081.138 KPM atau 98,06% persen. Sedangkan penyaluran BST untuk Provinsi Bali pada tahap VI (September 2020) telah tersalurkan sebanyak 598.448 KPM atau 99%.

Baca Juga:  Keren, Ramah Difabel, Bandara Ngurah Rai Permak Fasilitas Holding Room

“Pos Indonesia sendiri optimis penyaluran BST tahap lanjutan ini dapat berjalan dengan baik dan tuntas sesuai target yang telah ditetapkan Pemerintah dengan terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memperbanyak titik layananliln, memperpanjang jam layanan, serta memperluas kerjasama dengan komunitas di daerah,” terangnya. 

Sementara itu seorang warga penerima bantuan bernama Made Wetri mengaku bahwa bantuan yang diterimanya sebulan sekitar Rp300.000 ribu. Bantuan sosial tunai yang diterima itu cukup membantu kondisi keuangannya selama pandemi covid-19 ini.

“Uang ini untuk biaya sekolah biaya berobat mertua dan juga untuk makan,” ujar wanita yang bekerja sebagai buruh angkut pasir ini.



DENPASAR – Sebanyak 558 keluarga penerima manfaat  (KPM) menerima bantuan sosial tunai (BST) tahap VII tahun 2020 di Wantilan Jaba, Pura Desa Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali (16/10). Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

Hadir pula beberapa pejabat, macam Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati,  Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Edi Suharto, Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Charles Sitorus dan PJS Bupati Bandung I Ketut Lihadnyana.

Dalam sambutannya, Puan Maharani mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada obat atau vaksin covid-19. Dengan demikian, diharapkan bantuan yang diberikan pemerintah melalui kementerian sosial ini dapat bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Sampai hari ini bukan hanya Indonesia atau Bali belum punya obatnya. Hampir semua negara belum punya obatnya dari 200 negara di dunia. Bali ini daerah wisata sehingga perhatian pemerintah dan DPR agar pariwisata ini bisa berkelanjutan. Salah satunya lewat bantuan sosial yang diserahkan kepada masyarakat,” kata Puan.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Pohon di Carangsari Petang Bertumbangan

Selain itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R. Djoemadi mengatakan, penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilaksanakan di wilayah ini merupakan penyaluran tahap VII yang dilakukan oleh Pos Indonesia dengan nilai bantuan Rp300.000 untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sementara total jumlah alokasi di Bali sebanyak 101.046 KPM. Dengan demikian, total BST tahap VII yang disalurkan di Bali mencapai Rp30,31 miliar.

“Dengan rincian Kota Denpasar sebanyak 10.152 KPM, Kabupaten Badung sebanyak 12.154 KPM dan sisanya tersebar di 7 kabupaten lainnya di Provinsi Bali,” katanya. 

Lanjut dia, pada tahap I sampai dengan tahap VI sebelumnya untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara memiliki alokasi 3.141.580 KPM dan telah terealisasi sebanyak 3.081.138 KPM atau 98,06% persen. Sedangkan penyaluran BST untuk Provinsi Bali pada tahap VI (September 2020) telah tersalurkan sebanyak 598.448 KPM atau 99%.

Baca Juga:  Ada Larangan Mudik, Pelabuhan Gilimanuk Seperti Mati Suri

“Pos Indonesia sendiri optimis penyaluran BST tahap lanjutan ini dapat berjalan dengan baik dan tuntas sesuai target yang telah ditetapkan Pemerintah dengan terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memperbanyak titik layananliln, memperpanjang jam layanan, serta memperluas kerjasama dengan komunitas di daerah,” terangnya. 

Sementara itu seorang warga penerima bantuan bernama Made Wetri mengaku bahwa bantuan yang diterimanya sebulan sekitar Rp300.000 ribu. Bantuan sosial tunai yang diterima itu cukup membantu kondisi keuangannya selama pandemi covid-19 ini.

“Uang ini untuk biaya sekolah biaya berobat mertua dan juga untuk makan,” ujar wanita yang bekerja sebagai buruh angkut pasir ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/