alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Lumpuhkan ODGJ Ngamuk di Denpasar

Muhamad Afandi bikin geger warga yang melintas di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Denpasar. Saat ngamuk dia membawa golok, mengejar orang dan merusak mobil. Polisi pun harus mengerahkan water cannon untuk melumpuhkan ODGJ ini.

 

MARSELL PAMPUR, Denpasar

 

UNTUK melumpuhkan Muhamad Afandi, polisi mengerahkan pasukan yang cukup banyak. Termasuk sebuah mobil water cannon. Seperti akan melumpuhkan teroris atau menghalau pendemo.

 

Maklum saja, saat mengamuk, Muhamad Afandi membawa golok dan tak segan merusak mobil. Bahkan, dia mengejar orang dan akan membacoknya.

- Advertisement -

 

Salah satu saksi yang merupakan kerabat ODGJ tersebut, Ahmad Saenudin, 35, bahkan sempat dikejar Afandi yang membawa golok. Ahmad pun lari tunggang langgang.

 

Gagal mengejar, Afandi merusak mobil yang dibawa Ahmad. Mobil itu dibacok, dan kacam mobil bagian belakang dipecahkan menggunakan batu.

 

Kejadian itu bermul saat Ahmad datang menemui Afandi untuk diajak pulang ke Jawa. Niat Ahmad membawa Afandi mengobati di Jawa. Kebetulan, Afandi berasal dari Malang.

Baca Juga:  Polisi Sita Kondom Bekas saat Ungkap Prostitusi WNA Uzbekistan di Bali

 

“Namun pelaku mengamuk dan langsung mengejar saksi dengan golok serta merusak mobil saksi dan memecahkan kaca mobil bagian belakang dengan batu,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, Senin (17/1/2022).

 

Peristiwa itu membuat warga geger. Kemudian dilaporkan ke polisi. Tim Quick Respons Polsek Denpasar Barat pun mendatangi TKP. Kapolsek Denpasar Barat sempat mengajak Afandi berdialog. Tapi gagal. Afandi malah menantang aparat dan mengancam akan membunuh siapa pun yang mendekat.

 

Karena yang dihadapi adalah seorang ODGJ yang membawa senjata tajam, polisi akhirnya menutup akses jalan raya depan TKP.

Agar mudah dilumpuhkan, petugas sempat melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau pelaku agar masuk ke dalam ruko di lokasi.

 

Petugas berhasil menghalau pelaku masuk ke dalam ruko dan selanjutnya menutup rolling door ruko dari dalam. Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Made Hendra Agustina menjebol genteng dan eternit ruko lalu kembali membuka komunikasi.

Baca Juga:  Sepakat Bikin Aplikasi Tandingan, Ini Syarat dari Pengusaha Angkutan…

 

“Tetapi pelaku tetap tidak mau melepaskan sajam yang dipegang dan tetap menebar ancaman. Petugas lalu melepaskan tembakan gas air mata ke kamar mandi, tempat pelaku  bersembunyi. Kemudian saat itu juga tim damkar dan BPBD tiba di TKP,” lanjut Sukadi. 

 

Petugas akhirnya menggunakan water canon Damkar untuk melumpuhkan pelaku. Namun pelaku melakukan perlawanan. Kapolsek Denpasar Barat lalu memberikan tembakan menggunakan peluru karet.

 

Sedangkan petugas lain menggunakan pipa besi dan bambu untuk mempersempit ruang gerak pelaku. Hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan beserta golok yang dibawanya.

 

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Rumah Sakit Sanglah untuk mendapatkan perawatan medis di bawah pengawasan polisi,” tandas Sukadi.

- Advertisement -

Muhamad Afandi bikin geger warga yang melintas di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Denpasar. Saat ngamuk dia membawa golok, mengejar orang dan merusak mobil. Polisi pun harus mengerahkan water cannon untuk melumpuhkan ODGJ ini.

 

MARSELL PAMPUR, Denpasar

 

UNTUK melumpuhkan Muhamad Afandi, polisi mengerahkan pasukan yang cukup banyak. Termasuk sebuah mobil water cannon. Seperti akan melumpuhkan teroris atau menghalau pendemo.

 

Maklum saja, saat mengamuk, Muhamad Afandi membawa golok dan tak segan merusak mobil. Bahkan, dia mengejar orang dan akan membacoknya.

 

Salah satu saksi yang merupakan kerabat ODGJ tersebut, Ahmad Saenudin, 35, bahkan sempat dikejar Afandi yang membawa golok. Ahmad pun lari tunggang langgang.

 

Gagal mengejar, Afandi merusak mobil yang dibawa Ahmad. Mobil itu dibacok, dan kacam mobil bagian belakang dipecahkan menggunakan batu.

 

Kejadian itu bermul saat Ahmad datang menemui Afandi untuk diajak pulang ke Jawa. Niat Ahmad membawa Afandi mengobati di Jawa. Kebetulan, Afandi berasal dari Malang.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Bali Kebut Empat Proyek Infrastruktur, Ini Daftarnya

 

“Namun pelaku mengamuk dan langsung mengejar saksi dengan golok serta merusak mobil saksi dan memecahkan kaca mobil bagian belakang dengan batu,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, Senin (17/1/2022).

 

Peristiwa itu membuat warga geger. Kemudian dilaporkan ke polisi. Tim Quick Respons Polsek Denpasar Barat pun mendatangi TKP. Kapolsek Denpasar Barat sempat mengajak Afandi berdialog. Tapi gagal. Afandi malah menantang aparat dan mengancam akan membunuh siapa pun yang mendekat.

 

Karena yang dihadapi adalah seorang ODGJ yang membawa senjata tajam, polisi akhirnya menutup akses jalan raya depan TKP.

Agar mudah dilumpuhkan, petugas sempat melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau pelaku agar masuk ke dalam ruko di lokasi.

 

Petugas berhasil menghalau pelaku masuk ke dalam ruko dan selanjutnya menutup rolling door ruko dari dalam. Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Made Hendra Agustina menjebol genteng dan eternit ruko lalu kembali membuka komunikasi.

Baca Juga:  Selain Amankan Puluhan Pelajar, Polisi Tetapkan Satu Joki Tersangka

 

“Tetapi pelaku tetap tidak mau melepaskan sajam yang dipegang dan tetap menebar ancaman. Petugas lalu melepaskan tembakan gas air mata ke kamar mandi, tempat pelaku  bersembunyi. Kemudian saat itu juga tim damkar dan BPBD tiba di TKP,” lanjut Sukadi. 

 

Petugas akhirnya menggunakan water canon Damkar untuk melumpuhkan pelaku. Namun pelaku melakukan perlawanan. Kapolsek Denpasar Barat lalu memberikan tembakan menggunakan peluru karet.

 

Sedangkan petugas lain menggunakan pipa besi dan bambu untuk mempersempit ruang gerak pelaku. Hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan beserta golok yang dibawanya.

 

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Rumah Sakit Sanglah untuk mendapatkan perawatan medis di bawah pengawasan polisi,” tandas Sukadi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/