alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Gus Nuril Sebut Pentingnya Jaga Toleransi dan Lawan Intoleran

DENPASAR-Dialog bertajuk Merajut Kebhinekaan Melawan Intoleran digelar di Pondok Syifaul Qulub Soko Tunggal, Jalan Nuansa Indah Selatan III, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Selasa (15/2/2022) malam.

 

Diskusi itu menghadirkan Dr. K.H Nuril Arifin Husein, MBA selaku Senopati Nusantara Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Kepala Densus 88 Anti Terror Mabes Polri, Irjen Pol Marthinus Hurkom.

 

Arifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril memaparkan, pentingnya menjaga kebhinekaan dalam melawan intoleran, salah satunya di provinsi Bali.

 

Menurutnya, dengan adanya arus globalisasi, muncul paham-paham dari kelompok puritan yang menyebabkan agama terdistorsi.

 

“Sehingga timbul kelompok yang sering mengkafirkan kelompok lainnya, sikap intoleran hingga munculnya kelompok teror. Dimana pada akhirnya hal ini dapat menghancurkan toleransi dan kelompok toleran, apabila tidak ada kesiapan untuk membela masyarakat toleran dari serangan mereka yang intoleran,” katanya kepada awak media usai kegiatan itu. 

 

Dijelaskannya bahwa pelajaran penting yang dapat direfleksikan dalam kehidupan masyarakat saat ini adalah dengan tidak memberikan ruang atau bahkan bersimpati kepada kelompok maupun pihak yang gemar melakukan bentuk-bentuk intoleransi.

 

“Seperti merendahkan kepercayaan berbeda dengan yang diyakininya, mengganggu aktivitas peribadatan kelompok tertentu, hingga menebar ancaman bagi kelompok lain,” ujarnya. 

 

Sementara itu,  Kepala Densus 88 Anti Terror Mabes Polri, Irjen Pol Marthinus Hurkom menambahkan, pihaknya mendukung penuh kegiatan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama dengan saling menghormati keyakinan masing-masing.

 

“Sekali lagi, menutup ruang bagi berbagai bentuk intoleransi, bertujuan agar toleransi dan keleluasaan masyarakat dalam berkeyakinan dan beribadah dapat terus terjaga serta tidak digantikan oleh intoleransi, bahkan kebencian dan tindakan merusak lainnya,” pungkasnya.

 



DENPASAR-Dialog bertajuk Merajut Kebhinekaan Melawan Intoleran digelar di Pondok Syifaul Qulub Soko Tunggal, Jalan Nuansa Indah Selatan III, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Selasa (15/2/2022) malam.

 

Diskusi itu menghadirkan Dr. K.H Nuril Arifin Husein, MBA selaku Senopati Nusantara Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Kepala Densus 88 Anti Terror Mabes Polri, Irjen Pol Marthinus Hurkom.

 

Arifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril memaparkan, pentingnya menjaga kebhinekaan dalam melawan intoleran, salah satunya di provinsi Bali.

 

Menurutnya, dengan adanya arus globalisasi, muncul paham-paham dari kelompok puritan yang menyebabkan agama terdistorsi.

 

“Sehingga timbul kelompok yang sering mengkafirkan kelompok lainnya, sikap intoleran hingga munculnya kelompok teror. Dimana pada akhirnya hal ini dapat menghancurkan toleransi dan kelompok toleran, apabila tidak ada kesiapan untuk membela masyarakat toleran dari serangan mereka yang intoleran,” katanya kepada awak media usai kegiatan itu. 

 

Dijelaskannya bahwa pelajaran penting yang dapat direfleksikan dalam kehidupan masyarakat saat ini adalah dengan tidak memberikan ruang atau bahkan bersimpati kepada kelompok maupun pihak yang gemar melakukan bentuk-bentuk intoleransi.

 

“Seperti merendahkan kepercayaan berbeda dengan yang diyakininya, mengganggu aktivitas peribadatan kelompok tertentu, hingga menebar ancaman bagi kelompok lain,” ujarnya. 

 

Sementara itu,  Kepala Densus 88 Anti Terror Mabes Polri, Irjen Pol Marthinus Hurkom menambahkan, pihaknya mendukung penuh kegiatan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama dengan saling menghormati keyakinan masing-masing.

 

“Sekali lagi, menutup ruang bagi berbagai bentuk intoleransi, bertujuan agar toleransi dan keleluasaan masyarakat dalam berkeyakinan dan beribadah dapat terus terjaga serta tidak digantikan oleh intoleransi, bahkan kebencian dan tindakan merusak lainnya,” pungkasnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/