alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Bali Diguyur Hujan Deras, Rumah Warga Sembung Terendam Banjir

MANGUPURA – Kendati sudah memasuki musim kemarau tetapi di wilayah Kabupaten Badung masih terjadi hujan.

Akibatnya, satu rumah warga bernama Mara Putra, 35, di Banjar Karanjung, Desa Sembung, Mengwi terendam air hujan.

Menurut informasi, saat hujan lebat, air got  meluber ke pekarangan rumah Made Putra yang membuat  tembok penyengker merajan yang terbuat dari batu bata jebol.

Tembok jebol ini mengakibatkan air mengalir ke dalam rumah hingga kedalaman setengah meter. Banjir ini bukan kali pertama menerjang rumah keluarga ini.

Hampir tiap terjadi hujan lebat keluarga Mara Putra selalu kebanjiran. Kepala Bidan Logistik dan Kedaruratan BPBD Badung dr Ermy Setiari membenarkan bahwa banjir sudah berkali-kali menerjang keluarga ini.

“Iya, kejadian ini sudah berturut-turut. Terparah kali ini, karena tembok merajannya (pura keluarga, red) sampai jebol, sehingga semua air got meluat ke rumah,” ungkap Ermy.

Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini. BPBD mengaku sudah berupaya mencarikan solusi. Karena got lebih tinggi dari pekarangan rumah, sehingga air yang mengalir cukup besar sulit untuk dialihkan.

“Petugas kami sudah  siaga di lokasi. Agak sulit memang karena air besar, sementara got posisinya lebih tinggi dari rumah.

Untuk membuat saluran lain, tidak bisa karena tanah di depan dan di samping rumah sudah milik orang lain,” kata dr Ermy.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik Dinas PUPR, pihak kecamatan maupun desa untuk mencarikan solusi permasalahan banjir ini.  

“Untuk sementara kami sudah sarankan satu keluarga dievakuasi. Tapi, nampaknya keluarga ini tidak mau,” tegasnya.

 Secara terpisah Kabid Bina Marga  Dinas PUPR Badung, Sang Nyoman Oka Permana menambahkan bahwa banjir ini disebabkan oleh tersumbatnya saluran air di bawah gorong-gorong yang dimiliki oleh Balai Jalan Nasional.

“Kewenganan untuk perbaikan itu ada di pihak Balai Jalan Nasional, namun kami sudah melakukan penanganan sementara dengan melakukan penyedotan air serta membuat saluran air sementara,” ujarnya.

Selain itu juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak balai agar segera mendapat penanganan

“Penaganan sudah dilakukan berkali-kali karena gorong-gorongnya terlalu dalam. Alat kami tidak bisa menjangkau dan saat ini pihak balai sedang melakukan pengerjaan untuk pembongkaran dan perbaikan,” pungkasnya.



MANGUPURA – Kendati sudah memasuki musim kemarau tetapi di wilayah Kabupaten Badung masih terjadi hujan.

Akibatnya, satu rumah warga bernama Mara Putra, 35, di Banjar Karanjung, Desa Sembung, Mengwi terendam air hujan.

Menurut informasi, saat hujan lebat, air got  meluber ke pekarangan rumah Made Putra yang membuat  tembok penyengker merajan yang terbuat dari batu bata jebol.

Tembok jebol ini mengakibatkan air mengalir ke dalam rumah hingga kedalaman setengah meter. Banjir ini bukan kali pertama menerjang rumah keluarga ini.

Hampir tiap terjadi hujan lebat keluarga Mara Putra selalu kebanjiran. Kepala Bidan Logistik dan Kedaruratan BPBD Badung dr Ermy Setiari membenarkan bahwa banjir sudah berkali-kali menerjang keluarga ini.

“Iya, kejadian ini sudah berturut-turut. Terparah kali ini, karena tembok merajannya (pura keluarga, red) sampai jebol, sehingga semua air got meluat ke rumah,” ungkap Ermy.

Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini. BPBD mengaku sudah berupaya mencarikan solusi. Karena got lebih tinggi dari pekarangan rumah, sehingga air yang mengalir cukup besar sulit untuk dialihkan.

“Petugas kami sudah  siaga di lokasi. Agak sulit memang karena air besar, sementara got posisinya lebih tinggi dari rumah.

Untuk membuat saluran lain, tidak bisa karena tanah di depan dan di samping rumah sudah milik orang lain,” kata dr Ermy.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik Dinas PUPR, pihak kecamatan maupun desa untuk mencarikan solusi permasalahan banjir ini.  

“Untuk sementara kami sudah sarankan satu keluarga dievakuasi. Tapi, nampaknya keluarga ini tidak mau,” tegasnya.

 Secara terpisah Kabid Bina Marga  Dinas PUPR Badung, Sang Nyoman Oka Permana menambahkan bahwa banjir ini disebabkan oleh tersumbatnya saluran air di bawah gorong-gorong yang dimiliki oleh Balai Jalan Nasional.

“Kewenganan untuk perbaikan itu ada di pihak Balai Jalan Nasional, namun kami sudah melakukan penanganan sementara dengan melakukan penyedotan air serta membuat saluran air sementara,” ujarnya.

Selain itu juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak balai agar segera mendapat penanganan

“Penaganan sudah dilakukan berkali-kali karena gorong-gorongnya terlalu dalam. Alat kami tidak bisa menjangkau dan saat ini pihak balai sedang melakukan pengerjaan untuk pembongkaran dan perbaikan,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/