alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Bagi-bagi Sayur dan Lauk, Gendo: Pemerintah Jangan Bikin Imbauan Saja

DENPASAR – Kegiatan bagi-bagi nasi, sayur & lauk pauk untuk masyarakat yang membutuhkan, kembali diadakan Law Firm Gendo Law Office dengan judul GLO Berbagi.

Kegiatan yang sudah berlangsung sebanyak 6 kali tersebut, diadakan Jumat (17/7) di Penggak Men Mersi Kesiman.

Acara GLO Berbagi diadakan bersama Karang Taruna Wisma Yowana Kelurahan Kesiman. Acara tersebut membagikan lebih dari 200 paket sayur serta nasi siap saji sebanyak 100 bungkus.

Terlihat 30 menit sebelum acara dimulai, masyarakat yang membutuhkan bahan pokok sudah mulai mengantre dan memenuhi halaman Penggak Men Mersi.

Kurang dari 30 menit sayur dan nasi bungkus sudah ludes dibagikan karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan bahan pokok tersebut.

Ketua Karang Taruna Wisma Yowana, Kelurahan Kesiman, I Wayan Dendi Sandinata, menjelaskan bahwa kegiatan bagi-bagi nasi,

sayur dan lauk pauk yang diadakan Jumat hari ini juga melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Udayana (Unud).

Baca Juga:  Positif Covid-19, Kadis Pertanian Pemkot Denpasar Meninggal Dunia

“Rekan-rekan mahasiswa dari Unud yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Kesiman Kami libatkan juga di kegiatan ini,” ujarnya.

Managing Partner Gendo Law Office Wayan ‘Gendo’ Suardana, S.H. menegaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kegelisahan hatinya melihat dampak pandemi Covid-19 yang dialami oleh masyarakat.

Bahkan, ada masyarakat yang terpaksa menjadi gelandangan karena tidak mampu membayar kosan dan tidak mampu membeli makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Itu awalnya kenapa ada kegiatan GLO Berbagi,” tegas Gendo Suardana. Gendo menjelaskan saat mengadakan acara GLO Berbagi, ternyata antusias juga datang dari para klien dan sahabat Gendo,

seperti tiga keranjang sayur mayur dari Barbershop Barbercare milik A.A. Ngurah Abiyoga dan 50 bungkus nasi campur dari Paon Men Nyoman.

Sehingga, banyak donasi yang diterima oleh Gendo Law Office (GLO) dan sangat membantu kegiatan tersebut.

“Nasi sayur dan lauk pauk yang dibagikan hari ini, berasal dari dari kas kantor serta donasi klien dan sahabat Gendo Law Office,” jelasnya.

Baca Juga:  Pulihkan Terumbu Karang, Jadi Objek Wisata Alternatif Selain Dolphin

Selain dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, beberapa nasi bungkus juga dibagikan kepada masyarakat yang terpaksa tinggal di pusat pertokoan di Jalan Gajah Mada, Denpasar.

Gendo menyampaikan informasi dari Karang Taruna Wisma Yowana Kelurahan Kesiman, ada 17 KK sedang melakukan isolasi mandiri, sehingga beberapa paket sayur dikirim ke rumah 17 KK tersebut.

“Nasi bungkus dan paket sayur langsung didistribusi oleh relawan GLO,” ujarnya. Gendo berharap agar persoalan ini segera berakhir dan pemerintah sigap merespons dampak dari pandemi ini serta wajib untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak pandemi ini.

Lebih lanjut, dia menyatakan apabila pemerintah abai dengan dampak dari pandemi ini, hal tersebut bisa memicu terjadinya patologi sosial. “Pemerintah jangan hanya keluarkan imbauan saja,” pungkasnya.



DENPASAR – Kegiatan bagi-bagi nasi, sayur & lauk pauk untuk masyarakat yang membutuhkan, kembali diadakan Law Firm Gendo Law Office dengan judul GLO Berbagi.

Kegiatan yang sudah berlangsung sebanyak 6 kali tersebut, diadakan Jumat (17/7) di Penggak Men Mersi Kesiman.

Acara GLO Berbagi diadakan bersama Karang Taruna Wisma Yowana Kelurahan Kesiman. Acara tersebut membagikan lebih dari 200 paket sayur serta nasi siap saji sebanyak 100 bungkus.

Terlihat 30 menit sebelum acara dimulai, masyarakat yang membutuhkan bahan pokok sudah mulai mengantre dan memenuhi halaman Penggak Men Mersi.

Kurang dari 30 menit sayur dan nasi bungkus sudah ludes dibagikan karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan bahan pokok tersebut.

Ketua Karang Taruna Wisma Yowana, Kelurahan Kesiman, I Wayan Dendi Sandinata, menjelaskan bahwa kegiatan bagi-bagi nasi,

sayur dan lauk pauk yang diadakan Jumat hari ini juga melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Udayana (Unud).

Baca Juga:  Pulihkan Terumbu Karang, Jadi Objek Wisata Alternatif Selain Dolphin

“Rekan-rekan mahasiswa dari Unud yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Kesiman Kami libatkan juga di kegiatan ini,” ujarnya.

Managing Partner Gendo Law Office Wayan ‘Gendo’ Suardana, S.H. menegaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kegelisahan hatinya melihat dampak pandemi Covid-19 yang dialami oleh masyarakat.

Bahkan, ada masyarakat yang terpaksa menjadi gelandangan karena tidak mampu membayar kosan dan tidak mampu membeli makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Itu awalnya kenapa ada kegiatan GLO Berbagi,” tegas Gendo Suardana. Gendo menjelaskan saat mengadakan acara GLO Berbagi, ternyata antusias juga datang dari para klien dan sahabat Gendo,

seperti tiga keranjang sayur mayur dari Barbershop Barbercare milik A.A. Ngurah Abiyoga dan 50 bungkus nasi campur dari Paon Men Nyoman.

Sehingga, banyak donasi yang diterima oleh Gendo Law Office (GLO) dan sangat membantu kegiatan tersebut.

“Nasi sayur dan lauk pauk yang dibagikan hari ini, berasal dari dari kas kantor serta donasi klien dan sahabat Gendo Law Office,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Positif Melandai, Lampu Hijau untuk Sekolah Tatap Muka di Bali

Selain dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, beberapa nasi bungkus juga dibagikan kepada masyarakat yang terpaksa tinggal di pusat pertokoan di Jalan Gajah Mada, Denpasar.

Gendo menyampaikan informasi dari Karang Taruna Wisma Yowana Kelurahan Kesiman, ada 17 KK sedang melakukan isolasi mandiri, sehingga beberapa paket sayur dikirim ke rumah 17 KK tersebut.

“Nasi bungkus dan paket sayur langsung didistribusi oleh relawan GLO,” ujarnya. Gendo berharap agar persoalan ini segera berakhir dan pemerintah sigap merespons dampak dari pandemi ini serta wajib untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak pandemi ini.

Lebih lanjut, dia menyatakan apabila pemerintah abai dengan dampak dari pandemi ini, hal tersebut bisa memicu terjadinya patologi sosial. “Pemerintah jangan hanya keluarkan imbauan saja,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/