alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Woow…Tahun 2019, Badung Anggarkan Santunan Lansia Rp 200 Miliar

MANGUPURA – Santunan untuk masyarakat lanjut usia (lansia) untuk masyarakat Badung tetap berlanjut.

Pemerintah Kabupaten Badung menggelontorkan anggaran besar mencapai Rp 200 miliar yang diambil dari APBD induk tahun 2019.

Kepala Dinas Sosial Ketut Sudarsana mengatakan, penerima santunan lansia di Gumi Keris mengalami peningkatan cukup signifikan lantaran bertambahnya usia warga Badung.

“Tahun lalu yang usia 71 tahun, tahun ini memasuki usia 72 tahun. Jadi, secara otomatis masuk kriteria penerima santunan,” ujar Ketut Sudarsana.

Berdasar data Dinas Sosial Badung, total penerima santunan pada tahun ini bertambah sekitar 3 ribu jiwa.

Jika sebelumnya pada tahun 2018, penerima santunan kurang lebih 13 ribu, sekarang menjadi 16 ribu jiwa. Kalau membengkaknya data penerima santunan lansia, sebab ada warga tercecer dari pendataan sebelumnya.

Baca Juga:  Sehari Testing 700-800, dr Suarjaya: Kita Segera Tingkatkan Jadi 3.000

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Badung itu menegaskan jika penambahan data penerima santunan lansia lantaran banyak warga Badung yang masuk usia 72 tahun.

“Jadi, saya tegaskan tidak ada warga tercecer. Karena faktor bertambahnya usia saja,” terangnya.

Kata dia,  total anggaran yang dianggarkan untuk menyantuni para lansia meningkat dari tahun sebelumnya.

Kalau di tahun 2018 digelontor anggaran Rp 54 miliar, pada 2019 dianggarkan senilai Rp 200 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD induk tahun 2019.

Mengenai nominal santunan tetap tidak ada perubahan, yakni senilai Rp 1 juta rupiah per orang. Pancairan bantuan langsung masuk ke rekening masing-masing penerima.

“Ini diproyeksikan untuk satu tahun anggaran, tapi tetap kami akan evaluasi pada APBD perubahan 2019 nanti,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Canggih, Gedung Dewan Dipasang Pintu Digital, Masuk Cukup Gunakan PIN


MANGUPURA – Santunan untuk masyarakat lanjut usia (lansia) untuk masyarakat Badung tetap berlanjut.

Pemerintah Kabupaten Badung menggelontorkan anggaran besar mencapai Rp 200 miliar yang diambil dari APBD induk tahun 2019.

Kepala Dinas Sosial Ketut Sudarsana mengatakan, penerima santunan lansia di Gumi Keris mengalami peningkatan cukup signifikan lantaran bertambahnya usia warga Badung.

“Tahun lalu yang usia 71 tahun, tahun ini memasuki usia 72 tahun. Jadi, secara otomatis masuk kriteria penerima santunan,” ujar Ketut Sudarsana.

Berdasar data Dinas Sosial Badung, total penerima santunan pada tahun ini bertambah sekitar 3 ribu jiwa.

Jika sebelumnya pada tahun 2018, penerima santunan kurang lebih 13 ribu, sekarang menjadi 16 ribu jiwa. Kalau membengkaknya data penerima santunan lansia, sebab ada warga tercecer dari pendataan sebelumnya.

Baca Juga:  Badung Mulai Buka Lagi Obyek Wisata Pantai Labuan Sait dan Canggu

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Badung itu menegaskan jika penambahan data penerima santunan lansia lantaran banyak warga Badung yang masuk usia 72 tahun.

“Jadi, saya tegaskan tidak ada warga tercecer. Karena faktor bertambahnya usia saja,” terangnya.

Kata dia,  total anggaran yang dianggarkan untuk menyantuni para lansia meningkat dari tahun sebelumnya.

Kalau di tahun 2018 digelontor anggaran Rp 54 miliar, pada 2019 dianggarkan senilai Rp 200 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD induk tahun 2019.

Mengenai nominal santunan tetap tidak ada perubahan, yakni senilai Rp 1 juta rupiah per orang. Pancairan bantuan langsung masuk ke rekening masing-masing penerima.

“Ini diproyeksikan untuk satu tahun anggaran, tapi tetap kami akan evaluasi pada APBD perubahan 2019 nanti,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Lahirkan Generasi Unggul, Percepat Penanganan Stunting dan Gizi Buruk

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/