alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Megaproyek JLS Badung Makin Tak Jelas karena Terkendala Dana Rp800 M

MANGUPURA – Megaproyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kabupaten  Badung  sampai saat ini makin tak jelas saja. Dalam pertemuan antara Komisi II dan III DPRD Badung dengan Dinas PUPR Badung, diketahui megaproyek ini terkendala masalah dana.

 

Kadis PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, megaproyek JLS Badung terkendala dana untuk pembebasan lahan. Kata dia, biaya pembebasan lahan mencapai Rp 800 miliar.

 

Jika lahan sudah tersedia, kata dia, baru para investor mau ikut membangun jalan, itupun ada hitung-hitungannya dengan memakai skema proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

 

Dia menjelaskan, megaproyek Jalan Lingkar Selatan Badung untuk membuka akses destinasi di wilayah Badung selatan. Selain itu juga untuk mengurai kemacetan di Badung selatan.

Baca Juga:  FS Unwar Gelar PKM di Kelurahan Sumerta Denpasar

 

“Kami yakin kita semua sepakat dengan ini (Jalan Lingkar, red). Di samping sebagai akses alternatif menuju tempat wisata, dari jalan lingkar ini juga diharapkan bisa muncul destinasi baru di Badung Selatan,” jelas Surya Sumba.

 

“Sudah berproses, mulai dari penyiapan dan perencanaan. Cuma kita tidak bisa masuk proses transaksi karena terkendala di pembebasan lahan. Untuk pembebasan lahan saja kita butuh Rp800 miliar,” paparnya.

 

Dibeberkan juga sesuai master plan Jalan Lingkar Selatan ini akan dibagi menjadi beberapa segmen. Meliputi Segmen 1 (Jalan Siligita-Sawangan–Ungasan). Segmen II (dari Ungasan-Pecatu), Segmen III sepenuhnya memakai Jalan Nasional, Segmen IV dari Labuan Sait-Jimbaran.

 

Jalur yang akan dilintasi tersebut, ada beberapa lahan belum dibebaskan. Yakni, di Segmen II dengan anggaran sekitar Rp 500 miliar dan Segmen IV seharga Rp 300 miliar. Sehingga total anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan sebesar Rp 800 miliar.

Baca Juga:  Ditpolair Polda Bali Distribusikan Bantuan Sembako ke Pelaku Wisata

 

“Di luar Rp 800 miliar itu, sudah ada hibah swasta juga yang siap menyerahkan lahannya. Kemudian, pemilik lahan sudah siap, tidak ada masalah, tinggal bayar pembebasan lahan,” tegasnya.


MANGUPURA – Megaproyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kabupaten  Badung  sampai saat ini makin tak jelas saja. Dalam pertemuan antara Komisi II dan III DPRD Badung dengan Dinas PUPR Badung, diketahui megaproyek ini terkendala masalah dana.

 

Kadis PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, megaproyek JLS Badung terkendala dana untuk pembebasan lahan. Kata dia, biaya pembebasan lahan mencapai Rp 800 miliar.

 

Jika lahan sudah tersedia, kata dia, baru para investor mau ikut membangun jalan, itupun ada hitung-hitungannya dengan memakai skema proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

 

Dia menjelaskan, megaproyek Jalan Lingkar Selatan Badung untuk membuka akses destinasi di wilayah Badung selatan. Selain itu juga untuk mengurai kemacetan di Badung selatan.

Baca Juga:  Kendarai Sepeda Motor Dini Hari, Siswa SMP Di Badung Terjun ke Jurang

 

“Kami yakin kita semua sepakat dengan ini (Jalan Lingkar, red). Di samping sebagai akses alternatif menuju tempat wisata, dari jalan lingkar ini juga diharapkan bisa muncul destinasi baru di Badung Selatan,” jelas Surya Sumba.

 

“Sudah berproses, mulai dari penyiapan dan perencanaan. Cuma kita tidak bisa masuk proses transaksi karena terkendala di pembebasan lahan. Untuk pembebasan lahan saja kita butuh Rp800 miliar,” paparnya.

 

Dibeberkan juga sesuai master plan Jalan Lingkar Selatan ini akan dibagi menjadi beberapa segmen. Meliputi Segmen 1 (Jalan Siligita-Sawangan–Ungasan). Segmen II (dari Ungasan-Pecatu), Segmen III sepenuhnya memakai Jalan Nasional, Segmen IV dari Labuan Sait-Jimbaran.

 

Jalur yang akan dilintasi tersebut, ada beberapa lahan belum dibebaskan. Yakni, di Segmen II dengan anggaran sekitar Rp 500 miliar dan Segmen IV seharga Rp 300 miliar. Sehingga total anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan sebesar Rp 800 miliar.

Baca Juga:  Hasil Uji Swab Positif, Tiga Anggota Polsek Sukasada Positif Covid-19

 

“Di luar Rp 800 miliar itu, sudah ada hibah swasta juga yang siap menyerahkan lahannya. Kemudian, pemilik lahan sudah siap, tidak ada masalah, tinggal bayar pembebasan lahan,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/