alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Pengendara Masih Bandel Tanpa Masker, Klaim Warga Denpasar Kian Tertib

DENPASAR –  Kerumunan kendaraan di hari ketiga Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar, Minggu (17/5) kemarin masih terjadi.

Hanya saja karena hari libur, tidak sampai terjadi penumpukan kendaraan di pos pintu masuk Kota Denpasar seperti pada saat hari pertama PKM diberlakukan.

Yang menjadi catatan, kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker sesuai protokol kesehatan masih perlu dievaluasi.

Pasalnya, masih ada masyarakat Kota Denpasar yang tidak memakai masker pada saat keluar rumah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengklaim, PKM hari ketiga kemarin berjalan lebih tertib.

Tidak terdapat kerumunan panjang sebagaimana hari pertama pelaksanaan PKM. “Berdasar laporan tim di lapangan, pelaksanaan pemeriksaan di pos perbatasan saat ini sudah mulai tertib,

tidak lagi ada kerumunan, namun masih ada masyarakat yang hendak masuk wilayah Kota Denpasar tanpa menggunakan masker,” kata Dewa Gede Rai.

Masyarakat juga lebih tertib. Masyarakat semakin sadar untuk menaati imbauan pemerintah. Bahkan, sebagian besar jalanan di Kota Denpasar tampak lengang.

“Iya jalanan tampak lengang, dan semoga penerapan PKM ini dapat memberikan dampak yang baik dalam upaya memutus penyebaran Covid-19,” kata Dewa Rai

“Dan yang terpenting lagi bagi masyarakat yang akan melintasi pos perbatasan agar selalu melengkapi persyaratan, terutama adalah melengkapi diri dengan masker,

serta memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, identitas serta surat keterangan akan kejelasan tujuan di Kota Denpasar juga wajib dilengkapi,” imbau Dewa Rai.

Untuk diketahui, pada pelaksanaan hari ketiga PKM Denpasar di pos perbatasan sedikitnya terdapat 35 warga tidak menggunakan masker.

Jumlah ini justru meningkat dibanding sehari sebelumnya. Selain itu, 114 orang juga diketahui  tanpa tujuan jelas masuk kota Denpasar dan akhirnya diminta putar balik.

Namun, jumlahnya menurun jika dibanding sehari sebelumnya. “Saat ini kami juga lebih gencar melakukan sosialisasi sehingga masyarakat lebih paham mengapa harus dilakukan PKM dalam mencegah Covid 19,” kata Dewa Rai.  



DENPASAR –  Kerumunan kendaraan di hari ketiga Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar, Minggu (17/5) kemarin masih terjadi.

Hanya saja karena hari libur, tidak sampai terjadi penumpukan kendaraan di pos pintu masuk Kota Denpasar seperti pada saat hari pertama PKM diberlakukan.

Yang menjadi catatan, kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker sesuai protokol kesehatan masih perlu dievaluasi.

Pasalnya, masih ada masyarakat Kota Denpasar yang tidak memakai masker pada saat keluar rumah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengklaim, PKM hari ketiga kemarin berjalan lebih tertib.

Tidak terdapat kerumunan panjang sebagaimana hari pertama pelaksanaan PKM. “Berdasar laporan tim di lapangan, pelaksanaan pemeriksaan di pos perbatasan saat ini sudah mulai tertib,

tidak lagi ada kerumunan, namun masih ada masyarakat yang hendak masuk wilayah Kota Denpasar tanpa menggunakan masker,” kata Dewa Gede Rai.

Masyarakat juga lebih tertib. Masyarakat semakin sadar untuk menaati imbauan pemerintah. Bahkan, sebagian besar jalanan di Kota Denpasar tampak lengang.

“Iya jalanan tampak lengang, dan semoga penerapan PKM ini dapat memberikan dampak yang baik dalam upaya memutus penyebaran Covid-19,” kata Dewa Rai

“Dan yang terpenting lagi bagi masyarakat yang akan melintasi pos perbatasan agar selalu melengkapi persyaratan, terutama adalah melengkapi diri dengan masker,

serta memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, identitas serta surat keterangan akan kejelasan tujuan di Kota Denpasar juga wajib dilengkapi,” imbau Dewa Rai.

Untuk diketahui, pada pelaksanaan hari ketiga PKM Denpasar di pos perbatasan sedikitnya terdapat 35 warga tidak menggunakan masker.

Jumlah ini justru meningkat dibanding sehari sebelumnya. Selain itu, 114 orang juga diketahui  tanpa tujuan jelas masuk kota Denpasar dan akhirnya diminta putar balik.

Namun, jumlahnya menurun jika dibanding sehari sebelumnya. “Saat ini kami juga lebih gencar melakukan sosialisasi sehingga masyarakat lebih paham mengapa harus dilakukan PKM dalam mencegah Covid 19,” kata Dewa Rai.  



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/