alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Warga Badung Meninggal Usai Suntik Vaksin AstraZeneca, Ini Kata Satgas

DENPASAR – Seorang warga di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, berinisial NW, 49, meninggal pada Selasa 15 Juni lalu saat sedang dalam perjalanan ke Puskesmas I Abiansemal setelah sebelumnya mengeluh tidak enak badan.

Sehari sebelumnya, NW  mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama berjenis AstraZeneca. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan  Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, NW mengikuti vaksinasi pada Senin lalu (14/6).

Keesokan harinya, NW mengeluh demam. Dewa Made Indra mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penelitian dan investigasi dari Dinas Kesehatan Badung.

Ia meminta media untuk tidak   mengambil kesimpulan di tengah Bali sedang gencar melakukan vaksinasi.

” Harus ada penelitian pengujian secara medis. Mohon jangan buat kesimpulan sendiri disaat melakukan vaksinasi yang  masif  jangan dihadapkan hal seperti in,” ujar Dewa Made Indra.

Baca Juga:  Kejar Zona Hijau, Vaksinasi Covid di Gilimanuk Hingga Malam Hari

Vaksin yang masuk ke dalam tubuh almarhum berjenis  AstraZeneca  yang juga  digunakan masyarakat seluruh Bali.

Dewa Made Indra mengatakan, kalau  vaksin  penyebabnya seharusnya kan sama dengan yang lain.

Karena itu,  ia meminta untuk bersabar apakah KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau penyebabnya yang lain.

Sebeb,  sebelum dilakukan vaksin petugas akan  melakukan screening apakah memenuhi syarat atau tidak. Jika memenuhi syarat, baru suntik vaksin.

“Itu bisa terjadi tanpa divaksin, pemain bulutangkis meninggal habis  main bulutangkis nanti dibilang bulung tangkis penyebabnya,” ujarnya. 

Mengenai rencana pembukaan pariwisata internasional pada Juli ini dikatakan sebuah desakan untuk pemulihan ekonomi.

Penekanan kasus Covid-19 semakin membuahkan hasil dengan angka kasus yang tak melonjak. Maka, dikatakan vaksinasi terus digencarkan dan ini menjadi  tantangan.

Baca Juga:  Jaga Stok Puskesmas, Badung Anggarkan Miliaran Rupiah untuk Obat

Angka yang kecil menjadi modal menunjukkan kepada negara lain bahwa penanganan corona di Bali sangat baik. Bahkan, penerima vaksin terbanyak adalah Bali. 

Meski, negara lain belum membuka pintu perbatasannya , namun hal ini menjadi kekuatan untuk membangun kepercayaan terhadap Bali.

Walau juga angka kasus Covid di Indonesia masih tinggi.  “Kita yakinkan untuk meyakinkan negara- negara lain dengan parameter kita negara lain menutup perbatasan,

kita tidak bisa melakukan apapun, kalau dia merasa yakin warganya ke Bali akan aman kita memperkuatkan keyakinan,” terang pria yang juga Sekda Pemerintah Provinsi Bali.


DENPASAR – Seorang warga di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, berinisial NW, 49, meninggal pada Selasa 15 Juni lalu saat sedang dalam perjalanan ke Puskesmas I Abiansemal setelah sebelumnya mengeluh tidak enak badan.

Sehari sebelumnya, NW  mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama berjenis AstraZeneca. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan  Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, NW mengikuti vaksinasi pada Senin lalu (14/6).

Keesokan harinya, NW mengeluh demam. Dewa Made Indra mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penelitian dan investigasi dari Dinas Kesehatan Badung.

Ia meminta media untuk tidak   mengambil kesimpulan di tengah Bali sedang gencar melakukan vaksinasi.

” Harus ada penelitian pengujian secara medis. Mohon jangan buat kesimpulan sendiri disaat melakukan vaksinasi yang  masif  jangan dihadapkan hal seperti in,” ujar Dewa Made Indra.

Baca Juga:  Pasien Corona Terus Bertambah, Bali Belum Putuskan Status PSBB

Vaksin yang masuk ke dalam tubuh almarhum berjenis  AstraZeneca  yang juga  digunakan masyarakat seluruh Bali.

Dewa Made Indra mengatakan, kalau  vaksin  penyebabnya seharusnya kan sama dengan yang lain.

Karena itu,  ia meminta untuk bersabar apakah KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau penyebabnya yang lain.

Sebeb,  sebelum dilakukan vaksin petugas akan  melakukan screening apakah memenuhi syarat atau tidak. Jika memenuhi syarat, baru suntik vaksin.

“Itu bisa terjadi tanpa divaksin, pemain bulutangkis meninggal habis  main bulutangkis nanti dibilang bulung tangkis penyebabnya,” ujarnya. 

Mengenai rencana pembukaan pariwisata internasional pada Juli ini dikatakan sebuah desakan untuk pemulihan ekonomi.

Penekanan kasus Covid-19 semakin membuahkan hasil dengan angka kasus yang tak melonjak. Maka, dikatakan vaksinasi terus digencarkan dan ini menjadi  tantangan.

Baca Juga:  GMNI Denpasar Geruduk DPRD Bali, Paksa Tolak Impor Beras

Angka yang kecil menjadi modal menunjukkan kepada negara lain bahwa penanganan corona di Bali sangat baik. Bahkan, penerima vaksin terbanyak adalah Bali. 

Meski, negara lain belum membuka pintu perbatasannya , namun hal ini menjadi kekuatan untuk membangun kepercayaan terhadap Bali.

Walau juga angka kasus Covid di Indonesia masih tinggi.  “Kita yakinkan untuk meyakinkan negara- negara lain dengan parameter kita negara lain menutup perbatasan,

kita tidak bisa melakukan apapun, kalau dia merasa yakin warganya ke Bali akan aman kita memperkuatkan keyakinan,” terang pria yang juga Sekda Pemerintah Provinsi Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/