alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Badung Tambah Desa Wisata

RadarBali.com – Selama ini perkembangan wisata di Badung sangat timpang. Di Badung bagian selatan mengalami perkembangan pesat dalam dunia pariwisata.

Namun, Badung di bagian utara masih belum maksimal untuk pengembangan objek wisatanya.

Apalagi ada wacana Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan membangun 20 ribu home stay desa wisata tahun 2017.

Hal ini pun direspons positif oleh Pemkab Badung dan menambah lagi enam desa wisata di Badung.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) I Made Badra menegaskan, program pemerintah pusat untuk membangun 20 ribu home stay baru tersebut berlaku secara nasional.

Sementara di Bali hanya mendapat jatah 600 home stay. Ini pun nanti kuota di bagi untuk kabupaten/kota yang ada di Bali.

“Apabila sudah ditentukan berapa home stay yang boleh dibangun di desa wisata di kabupaten/kota, maka kami selanjutnya akan meng-cluster desa wisata mana saja yang akan dijadikan pilot project pengembangan ini,” jelas Badra.

Desa wisata yang ada saat ini berada di cluster Kecamatan Petang, Abianemal, dan Mengwi. Di Kecamatan Petang khususnya telah ada lima.

Yakni Desa Kerta, Petang, Pangsan, Belok Sidan, dan Carangsari. Desa wisata juga tersebar di Kecamatan Mengwi, seperti di Desa Baha yang memiliki potensi produk kerajinan, seperti patung ukir, dan anyaman yang semua merupakan industri rumahan.

Kemudian di Desa Munggu, Mengwi, dan Kapal, yang memiliki potensi seni dan budayanya.

Sementara untuk Di Kecamatan  Abiansemal yakni ada dua desa wisata, Desa Sangeh dan Bongkasa Pertiwi yang masing-masing memiliki potensi obyek wisata alam.  

“Nanti akan ada tambahan lagi enam desa wisata. Yakni di Kuwum, Penarungan, Dauh Yeh Cani, Sobangan, Cemagi, dan Bongkasa Pertiwi. Tinggal menunggu Perbup saja,” jelasnya.

Penambahan ini dilakukan tentu untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik lebih lama dapat tinggal di desa wisata, sehingga mendongkrak pendapatan asli daerah di sektor pariwisata.

Mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Badung ini menambahkan, pemerintah tahun 2018 juga menyiapkan anggaran khusus untuk membangun sarana dan prasarana pendukung desa wisata.

Dispar Badung merancang anggaran Rp17 miliar. “Kami sedang menyususun rancangan anggaran untuk mendukung sarana dan prasarana di desa wisata,” terang Kadis Perikanan dan Kelautan Badung ini. 



RadarBali.com – Selama ini perkembangan wisata di Badung sangat timpang. Di Badung bagian selatan mengalami perkembangan pesat dalam dunia pariwisata.

Namun, Badung di bagian utara masih belum maksimal untuk pengembangan objek wisatanya.

Apalagi ada wacana Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan membangun 20 ribu home stay desa wisata tahun 2017.

Hal ini pun direspons positif oleh Pemkab Badung dan menambah lagi enam desa wisata di Badung.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) I Made Badra menegaskan, program pemerintah pusat untuk membangun 20 ribu home stay baru tersebut berlaku secara nasional.

Sementara di Bali hanya mendapat jatah 600 home stay. Ini pun nanti kuota di bagi untuk kabupaten/kota yang ada di Bali.

“Apabila sudah ditentukan berapa home stay yang boleh dibangun di desa wisata di kabupaten/kota, maka kami selanjutnya akan meng-cluster desa wisata mana saja yang akan dijadikan pilot project pengembangan ini,” jelas Badra.

Desa wisata yang ada saat ini berada di cluster Kecamatan Petang, Abianemal, dan Mengwi. Di Kecamatan Petang khususnya telah ada lima.

Yakni Desa Kerta, Petang, Pangsan, Belok Sidan, dan Carangsari. Desa wisata juga tersebar di Kecamatan Mengwi, seperti di Desa Baha yang memiliki potensi produk kerajinan, seperti patung ukir, dan anyaman yang semua merupakan industri rumahan.

Kemudian di Desa Munggu, Mengwi, dan Kapal, yang memiliki potensi seni dan budayanya.

Sementara untuk Di Kecamatan  Abiansemal yakni ada dua desa wisata, Desa Sangeh dan Bongkasa Pertiwi yang masing-masing memiliki potensi obyek wisata alam.  

“Nanti akan ada tambahan lagi enam desa wisata. Yakni di Kuwum, Penarungan, Dauh Yeh Cani, Sobangan, Cemagi, dan Bongkasa Pertiwi. Tinggal menunggu Perbup saja,” jelasnya.

Penambahan ini dilakukan tentu untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik lebih lama dapat tinggal di desa wisata, sehingga mendongkrak pendapatan asli daerah di sektor pariwisata.

Mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Badung ini menambahkan, pemerintah tahun 2018 juga menyiapkan anggaran khusus untuk membangun sarana dan prasarana pendukung desa wisata.

Dispar Badung merancang anggaran Rp17 miliar. “Kami sedang menyususun rancangan anggaran untuk mendukung sarana dan prasarana di desa wisata,” terang Kadis Perikanan dan Kelautan Badung ini. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/