alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Jelang IMF – WB Meeting, Kemenhub Verifikasi Apron Bandara Ngurah Rai

MANGUPURA – Memasuki tahap finalisasi proyek pengembangan bandara Ngurah Rai untuk persiapan IMF-World Bank Oktober mendatang,

pihak bandara bersama tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaksanakan verifikasi dan evaluasi awal perluasan apron.

Inspektur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Hendra Ahmad Firdaus mengatakan, proses verifikasi di apron barat dan timur untuk mengukur data penguatan apron baru,

penentuan koordinat parking stand baru dengan menggunakan GPS Geodetic, serta koordinat airfield lighting system (AFL) atau lampu rambu-rambu dan SNL baru oleh tim dari Inspektur Navigasi Penerbangan.

“Pengukuran dilakukan untuk mengetahui titik koordinat yang tepat, yang,” ujar Ahmad Firdaus.

Dalam proses verifikasi, dilakukan inspeksi mengenai dimensi apron, kekuatan landasan, peralatan navigasi, apron lighting, apron marking, serta pengukuran jarak antara ruang keamanan terbatas dengan area publik seperti jalan raya.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 di Jatim Melonjak, Disel: Masuk Bali Wajib Test Swab!

Proses verifikasi dan evaluasi awal ini mengacu kepada prinsip safety dan security. “Verifikasi dilakukan agar tidak ada temuan mayor di verifikasi akhir,” kata Ahmad Firdaus

Dari hasil verifikasi yang dilakukan, kata Ahmad Firdaus, secara fisik dan desain, hasil verifikasi awal proyek perluasan apron baru sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Masukan dari tim verificator mengenai quality control terhadap finalisasi sisa pekerjaan, serta penambahan infrastruktur tambahan di lokasi apron timur untuk memisahkan public area dengan parking stand.

Haruman Sulaksono, Vice President Airport Operation PT. Angkasa Pura I (Persero)mengungkapkan, hal-hal yang masih perlu menjadi perhatian dan kekurangan di sisa waktu pengerjaan, agar segera diselesaikan.

Baca Juga:  PPKM jadi Pengganti PSBB Itu cuma Akal-akalan Hindari Keluarkan Bansos

“Kita berharap, target yang sudah ditetapkan bersama, dapat terwujud karena juga masih diperlukan waktu untuk simulasi,” bebernya.

 Seperti diketahui, proyek pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai merupakan upaya untuk mendukung pelaksanaan IMF-World Bank agar kapasitas parkir bisa lebih besar

dengan menambah kapasitas parkir pesawat sebanyak empat parking stand baru untuk pesawat berjenis narrow body di apron timur, dan enam parking stand baru di apron timur.



MANGUPURA – Memasuki tahap finalisasi proyek pengembangan bandara Ngurah Rai untuk persiapan IMF-World Bank Oktober mendatang,

pihak bandara bersama tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaksanakan verifikasi dan evaluasi awal perluasan apron.

Inspektur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Hendra Ahmad Firdaus mengatakan, proses verifikasi di apron barat dan timur untuk mengukur data penguatan apron baru,

penentuan koordinat parking stand baru dengan menggunakan GPS Geodetic, serta koordinat airfield lighting system (AFL) atau lampu rambu-rambu dan SNL baru oleh tim dari Inspektur Navigasi Penerbangan.

“Pengukuran dilakukan untuk mengetahui titik koordinat yang tepat, yang,” ujar Ahmad Firdaus.

Dalam proses verifikasi, dilakukan inspeksi mengenai dimensi apron, kekuatan landasan, peralatan navigasi, apron lighting, apron marking, serta pengukuran jarak antara ruang keamanan terbatas dengan area publik seperti jalan raya.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 di Jatim Melonjak, Disel: Masuk Bali Wajib Test Swab!

Proses verifikasi dan evaluasi awal ini mengacu kepada prinsip safety dan security. “Verifikasi dilakukan agar tidak ada temuan mayor di verifikasi akhir,” kata Ahmad Firdaus

Dari hasil verifikasi yang dilakukan, kata Ahmad Firdaus, secara fisik dan desain, hasil verifikasi awal proyek perluasan apron baru sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Masukan dari tim verificator mengenai quality control terhadap finalisasi sisa pekerjaan, serta penambahan infrastruktur tambahan di lokasi apron timur untuk memisahkan public area dengan parking stand.

Haruman Sulaksono, Vice President Airport Operation PT. Angkasa Pura I (Persero)mengungkapkan, hal-hal yang masih perlu menjadi perhatian dan kekurangan di sisa waktu pengerjaan, agar segera diselesaikan.

Baca Juga:  Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai Mulai Diperketat

“Kita berharap, target yang sudah ditetapkan bersama, dapat terwujud karena juga masih diperlukan waktu untuk simulasi,” bebernya.

 Seperti diketahui, proyek pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai merupakan upaya untuk mendukung pelaksanaan IMF-World Bank agar kapasitas parkir bisa lebih besar

dengan menambah kapasitas parkir pesawat sebanyak empat parking stand baru untuk pesawat berjenis narrow body di apron timur, dan enam parking stand baru di apron timur.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/