alexametrics
27.6 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Jelang Soft Opening RS Bali Mandara, Baru Siap Satu Kamar Operasi

RadarBali.com – Setelah beberapa kali gagal, RS Bali Mandara (RS BM) milik Pemprov Bali direncanakan soft opening pada 28 Oktober mendatang.

Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, itu diklaim sebagian besar alat kesehatan (alkes) sudah siap dioperasikan.

Tidak hanya alkes, tenaga medis dan gedung juga sudah siap menerima pasien. Namun demikian, untuk kamar operasi baru satu kamar yang siap beroperasi saat soft opening.

Padahal, sejatinya total ada enam kamar operasi yang disiapkan. “Sementara satu kamar operasi dulu. Nanti Desember enam kamar operasi sudah siap semua,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, kemarin.

Menurut Suarjaya, untuk soft opening RS BM sudah memenuhi syarat. Ruang IGD, ICU, poliklinik, kamar rawat inap dan lainnya sudah siap. Alkes seperti alat bedah, alat-alat kebidanan dan bedah sudah tidak ada masalah.

Termasuk penanganan operasi ringan dan sesar, NICU, HCU, ICCU, ruang rawat inap kelas I, kelas II dan Kelas III.

Pihaknya juga sedang menyiapkan planing tour bagi para tamu undangan untuk melihat dan mencoba fasilitas secara langsung.

Untuk soft opening, Diskes mengundang Menteri Kesehatan (Menkes) dan stakeholder terkait. Suarjaya berharap semua bisa berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak.

“Yang perlu dilengkapi berikutnya di antaranya bedah saraf. Tapi, kami yakin Desember sudah ada semua, sehingga Januari mudah-mudahan siap grand opening,” tukasnya.

Dalam soft opening akan dibuka sebagian pelayanan seperti poliklinik, IGD, ruang operasi, ruang rawat inap, dan laboraturium.

Pembukaan ini untuk mengetahui sejauhmana penilaian beberapa undangan sekaligus menerima kritik dan saran.

Tujuannya agar dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan baik dalam peralatan, pelayanan, sumber daya maupun manajemen operasionalnya sebelum dibuka untuk umum



RadarBali.com – Setelah beberapa kali gagal, RS Bali Mandara (RS BM) milik Pemprov Bali direncanakan soft opening pada 28 Oktober mendatang.

Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, itu diklaim sebagian besar alat kesehatan (alkes) sudah siap dioperasikan.

Tidak hanya alkes, tenaga medis dan gedung juga sudah siap menerima pasien. Namun demikian, untuk kamar operasi baru satu kamar yang siap beroperasi saat soft opening.

Padahal, sejatinya total ada enam kamar operasi yang disiapkan. “Sementara satu kamar operasi dulu. Nanti Desember enam kamar operasi sudah siap semua,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, kemarin.

Menurut Suarjaya, untuk soft opening RS BM sudah memenuhi syarat. Ruang IGD, ICU, poliklinik, kamar rawat inap dan lainnya sudah siap. Alkes seperti alat bedah, alat-alat kebidanan dan bedah sudah tidak ada masalah.

Termasuk penanganan operasi ringan dan sesar, NICU, HCU, ICCU, ruang rawat inap kelas I, kelas II dan Kelas III.

Pihaknya juga sedang menyiapkan planing tour bagi para tamu undangan untuk melihat dan mencoba fasilitas secara langsung.

Untuk soft opening, Diskes mengundang Menteri Kesehatan (Menkes) dan stakeholder terkait. Suarjaya berharap semua bisa berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak.

“Yang perlu dilengkapi berikutnya di antaranya bedah saraf. Tapi, kami yakin Desember sudah ada semua, sehingga Januari mudah-mudahan siap grand opening,” tukasnya.

Dalam soft opening akan dibuka sebagian pelayanan seperti poliklinik, IGD, ruang operasi, ruang rawat inap, dan laboraturium.

Pembukaan ini untuk mengetahui sejauhmana penilaian beberapa undangan sekaligus menerima kritik dan saran.

Tujuannya agar dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan baik dalam peralatan, pelayanan, sumber daya maupun manajemen operasionalnya sebelum dibuka untuk umum



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/