alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Nataru, Tak Ada Pembatasan untuk Wisatawan

DENPASAR–Sebentar lagi  Natal dan tahun baru (nataru). Yang menjadi perhatian pemerintah tak ada lagi ledakan Covid-19. Ditekankan  dalam perayaan Nataru yang diperketat hanyalah protokol kesehatan, tidak ada batasan untuk kedatangan orang ke Bali.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin saat dikonformasi, Rabu (17/11).  Bali  masih status PPKM level 2 yang berlaku dari tanggal 16 sampai dengan 29 November 2021. “Arahan satgas nasional demikian,” jelas Rentin.

 

Supaya wisatawan percaya datang ke daerah tujuan wisata yang ada di Bali agar betul-betul menerapkan standar operasional prosedur di masa pandemi ini. Terlebih lagi sebagian besar daerah tujuan wisata telah terseleksi dan memiliki sertifikat CHSE.  Dengan demikian pengetatan prokes bagi wisatawan yang datang dapat diatensi dengan  baik.

Baca Juga:  Perayaan Malam Tahun Baru, Ruang Terbuka Hijau di Buleleng Ditutup

 

“Pengetatan prokes, bukan batasi kedatangan orang,” tandasnya.

 

Sementara dikonfirmasi terpisah Plt Kadispar Bali, Tjok Bagus Pemayun juga mengatakan yang sama. Ia menegaskan bahwa tidak ada batasan wisatawan untuk datang ke Bali. Wisatawan hanya tinggal menjalankan SOP CHSE yang telah berjalan. “Tidak ada batasan untuk kedatangan wisatawan. SOP CHSE kan sudah ada sebelumnya, tinggal jalankan SOP itu saja,” paparnya.

 

Dalam pemantauan  penyebaran Covid-19 di Bali  menggunakan sistem digital Aplikasi PeduliLindungi. Tercatat Aplikasi PeduliLindungi Terdaftar dan Terinstal pada 737 hotel, 241 restoran, 125 tempat wisata,  dan 92 Mal/Supermarket.

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR–Sebentar lagi  Natal dan tahun baru (nataru). Yang menjadi perhatian pemerintah tak ada lagi ledakan Covid-19. Ditekankan  dalam perayaan Nataru yang diperketat hanyalah protokol kesehatan, tidak ada batasan untuk kedatangan orang ke Bali.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin saat dikonformasi, Rabu (17/11).  Bali  masih status PPKM level 2 yang berlaku dari tanggal 16 sampai dengan 29 November 2021. “Arahan satgas nasional demikian,” jelas Rentin.

 


Supaya wisatawan percaya datang ke daerah tujuan wisata yang ada di Bali agar betul-betul menerapkan standar operasional prosedur di masa pandemi ini. Terlebih lagi sebagian besar daerah tujuan wisata telah terseleksi dan memiliki sertifikat CHSE.  Dengan demikian pengetatan prokes bagi wisatawan yang datang dapat diatensi dengan  baik.

Baca Juga:  Melihat Aktivitas Pelaku Agrowisata di Pancasari, Buleleng Bali

 

“Pengetatan prokes, bukan batasi kedatangan orang,” tandasnya.

 

Sementara dikonfirmasi terpisah Plt Kadispar Bali, Tjok Bagus Pemayun juga mengatakan yang sama. Ia menegaskan bahwa tidak ada batasan wisatawan untuk datang ke Bali. Wisatawan hanya tinggal menjalankan SOP CHSE yang telah berjalan. “Tidak ada batasan untuk kedatangan wisatawan. SOP CHSE kan sudah ada sebelumnya, tinggal jalankan SOP itu saja,” paparnya.

 

Dalam pemantauan  penyebaran Covid-19 di Bali  menggunakan sistem digital Aplikasi PeduliLindungi. Tercatat Aplikasi PeduliLindungi Terdaftar dan Terinstal pada 737 hotel, 241 restoran, 125 tempat wisata,  dan 92 Mal/Supermarket.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/