alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

EKSTREM! Puting Beliung Terjang Pantai Canggu, Dampaknya Mengerikan

MANGUPURA – Angin puting beliung menerjang kawasan Pantai Nelayan Canggu, Desa Canggu, Kuta Utara, Minggu (17/1).

Akibatnya sejumlah bangunan di sepanjang pantai tersebut rusak di bagian atapnya. Menurut penuturan salah seorang pedagang, Ni Ketut Warni, puting beliung datang dari arah barat tepatnya dari arah Pantai Pererenan menuju ke arah timur.

“Iya itu (bangunan yang rusak, red) bangsal, saya sudah takut duluan melihat orang berlari-lari,” ujar Ni Ketut Warni kemarin.

Begitu terjadi angin puting beliung beberapa saat langsung turun hujan lebat di kawasan tersebut. Tak heran, orang yang ada di pantai tersebut pada berlarian.

“Saya sudah panik malah minta suami lari karena suara angin keras dan berwarna hitam pekat sekali,” bebernya.

Baca Juga:  Jebol Tertimpa Pohon, Perbaikan Atap SDN 2 Sempidi Butuh Rp 500 Juta

Akibat kejadian tersebut, terdapat sepuluh bangunan semi permanen yang rusak. Secara fisik bangunan yang berdekatan dengan Pura Segara ini kurang terawat.

Banyak coretan cat pada dinding bangunan tersebut. Pasca putting beliung datang, beredar video dan viral di media social.

Dari unggahan video diketahui angin puting beliung datang dari arah pantai menuju daratan hingga menerbangkan atap bangunan.

Bangunan yang rusak ini merupakan bangunan yang dimanfaatkan nelayan untuk menyimpan perlengkapan melaut.  

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bagus Nyoman Wiranata hingga hingga kemarin belum mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut.

“Kami belum menerima laporan, sehingga tidak dilakukan kajian dan pendataan terkait dampak bencana,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Angin puting beliung menerjang kawasan Pantai Nelayan Canggu, Desa Canggu, Kuta Utara, Minggu (17/1).

Akibatnya sejumlah bangunan di sepanjang pantai tersebut rusak di bagian atapnya. Menurut penuturan salah seorang pedagang, Ni Ketut Warni, puting beliung datang dari arah barat tepatnya dari arah Pantai Pererenan menuju ke arah timur.

“Iya itu (bangunan yang rusak, red) bangsal, saya sudah takut duluan melihat orang berlari-lari,” ujar Ni Ketut Warni kemarin.

Begitu terjadi angin puting beliung beberapa saat langsung turun hujan lebat di kawasan tersebut. Tak heran, orang yang ada di pantai tersebut pada berlarian.

“Saya sudah panik malah minta suami lari karena suara angin keras dan berwarna hitam pekat sekali,” bebernya.

Baca Juga:  Jebol Tertimpa Pohon, Perbaikan Atap SDN 2 Sempidi Butuh Rp 500 Juta

Akibat kejadian tersebut, terdapat sepuluh bangunan semi permanen yang rusak. Secara fisik bangunan yang berdekatan dengan Pura Segara ini kurang terawat.

Banyak coretan cat pada dinding bangunan tersebut. Pasca putting beliung datang, beredar video dan viral di media social.

Dari unggahan video diketahui angin puting beliung datang dari arah pantai menuju daratan hingga menerbangkan atap bangunan.

Bangunan yang rusak ini merupakan bangunan yang dimanfaatkan nelayan untuk menyimpan perlengkapan melaut.  

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bagus Nyoman Wiranata hingga hingga kemarin belum mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut.

“Kami belum menerima laporan, sehingga tidak dilakukan kajian dan pendataan terkait dampak bencana,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/