alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, October 6, 2022

Orok Dibuang di Sungai, Dikira Boneka

DENPASAR – Penemuan orok kembali menghebohkan warga kota, Senin (10/9) sekitar pukul 08.30. Awalnya diduga boneka  yang dibawa arus aliran sungai Tukat Penyampuhan (aliran sungai di Badung), Banjar Catur Paca, Jalan Pulau Buruh, Denpasar Barat.

Setelah dipastikan seorang pemancing, I Nyoman Soma Artha, 48, ternyata orok bayi berusia 7 bulan dalam kandungan.

Kepada Jawa Pos Radar Bali saat dijumpai di lokasi, Nyoman Soma Artha mengatakan bahwa peristiwa ini bermula ketika dirinya sedang mancing.

Lelaki asal Banjar Padang Punggul Blahkeuh, Abiansemal, Badung mancing sambil bercerita dengan temannya yakni Ketut Dana, 48, warga   Penjaitan, Jalan, Gunung Batur. Setelah menoleh ke tengah sungai, ia meliat ada sesuatu yang mencurigakan. Lalu memberitahukan ke Tut Dana.

Baca Juga:  Apresiasi "Bindu Experience", Bupati Giri: Contoh Nyata Smart City

“Saya mengira boneka. Lalu Tut Dana mengira ada bangkai anak babi. Setelah dipastikan dengan cara didekati, ternyata orok bayi jenis kelamin laki-laki,” bebernya sembari mengatakan, orok bayi ini dibawa arus air dengan posisi mengapung di permukaan, dan tubuhnua tertelungkup tak mengenakan sehelai pakian (telanjang). Kemudian di ambil oleh Artha dikeluarkan ke tanggul, persisnya di bawah jembatan.

Sementara, Tut Dana bergegas memberitahukan warga agar diinfokan ke perangkat Desa Setempat. Dengan ada temuan orok bayi yang masih terdapat ari-ari, warga seketika menyemut. Bahkan sempat terjadi macet di lalin (jembatan).

Tak berselang lama, pihak kepolisian tiba sehingga mengatur lalu lintas. Tak sedikit warga yang mengabadikan momon tersebut saat berdiri dari jembatan yang menghubungkan Jalan Pulau Buruh dengan Jalan Gunung Kerinci, dengan cara menjepret dan memvideokan kejadian  ini.

Baca Juga:  Dishub Denpasar Pelototi Bus, Cabut Izin Bila Layani Pemudik

Tim Inafis dikerahkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat dilakuka pemeriksaan pada luar tubuh bayi, dipantau langsung Kapolsek Denbar Kompol I Made Hendra Agustina.

Usai melakukan pemeriksaan, tim BPBD mengevaluasi jasad orok bayi tak berdosa ini memggunakan ambilans ke RS RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, sekitar pukul 11.00. Sedangkan ibu-ibu warga setempat mangaku sedih dengan adanya temuan ini. (dre/pit)



DENPASAR – Penemuan orok kembali menghebohkan warga kota, Senin (10/9) sekitar pukul 08.30. Awalnya diduga boneka  yang dibawa arus aliran sungai Tukat Penyampuhan (aliran sungai di Badung), Banjar Catur Paca, Jalan Pulau Buruh, Denpasar Barat.

Setelah dipastikan seorang pemancing, I Nyoman Soma Artha, 48, ternyata orok bayi berusia 7 bulan dalam kandungan.

Kepada Jawa Pos Radar Bali saat dijumpai di lokasi, Nyoman Soma Artha mengatakan bahwa peristiwa ini bermula ketika dirinya sedang mancing.

Lelaki asal Banjar Padang Punggul Blahkeuh, Abiansemal, Badung mancing sambil bercerita dengan temannya yakni Ketut Dana, 48, warga   Penjaitan, Jalan, Gunung Batur. Setelah menoleh ke tengah sungai, ia meliat ada sesuatu yang mencurigakan. Lalu memberitahukan ke Tut Dana.

Baca Juga:  Tiga Kasus Orok di Denbar Selama 2022 Belum Terungkap

“Saya mengira boneka. Lalu Tut Dana mengira ada bangkai anak babi. Setelah dipastikan dengan cara didekati, ternyata orok bayi jenis kelamin laki-laki,” bebernya sembari mengatakan, orok bayi ini dibawa arus air dengan posisi mengapung di permukaan, dan tubuhnua tertelungkup tak mengenakan sehelai pakian (telanjang). Kemudian di ambil oleh Artha dikeluarkan ke tanggul, persisnya di bawah jembatan.

Sementara, Tut Dana bergegas memberitahukan warga agar diinfokan ke perangkat Desa Setempat. Dengan ada temuan orok bayi yang masih terdapat ari-ari, warga seketika menyemut. Bahkan sempat terjadi macet di lalin (jembatan).

Tak berselang lama, pihak kepolisian tiba sehingga mengatur lalu lintas. Tak sedikit warga yang mengabadikan momon tersebut saat berdiri dari jembatan yang menghubungkan Jalan Pulau Buruh dengan Jalan Gunung Kerinci, dengan cara menjepret dan memvideokan kejadian  ini.

Baca Juga:  Jahat! Orok Baru Lahir Dibuang di Tempayan

Tim Inafis dikerahkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat dilakuka pemeriksaan pada luar tubuh bayi, dipantau langsung Kapolsek Denbar Kompol I Made Hendra Agustina.

Usai melakukan pemeriksaan, tim BPBD mengevaluasi jasad orok bayi tak berdosa ini memggunakan ambilans ke RS RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, sekitar pukul 11.00. Sedangkan ibu-ibu warga setempat mangaku sedih dengan adanya temuan ini. (dre/pit)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/