alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Kacau, Situs Kuno Berusia 300 Tahun Nyaris Dibongkar

DENPASAR – Pura Batur Sari, di Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman, nyaris dibongkar oleh pengempon pura, dengan dalih perbaikan pura.

Padahal, Pura Dadya yang memiliki ornament unik khas bebadungan ini  tergolong situs yang dilindungi dan diprediksi berusia 300 tahun. 

 Dinas Kebudayaan Kota Denpasar bersama Tim Arkeologi serta Tim Dewan Pusaka Kota Denpasar saat mendengar informasi

perbaikan Pura  pun  langsung meninjau, mendatangi pura yang disungsung 33 KK tersebut Senin (18/12) kemarin. 

Yang datang dari Tim Dewan Pusaka Kota Denpasar bersama Balai Pelestarian Nilai Budaya  itu dipimpin langsung

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Mataram  dan menemui pengempon pura untuk mensosialisasikan keberadaan situs. 

Baca Juga:  Waspada! Pulang Maturan di Pura Batur, Pemedek Jadi Korban Perampasan

Salah seorang  Pengempon Pura  I Nyoman Asta Jaya didampingi  Pemangku Gede Batur Sari Ceramcam Jro Mangku Gede  Nyoman  Subiksha menuturkan, memang ada proposal untuk memohon dana hibah ini dari propinsi senilai Rp 100 juta.

“Dana itu sudah turun dan dijadikan barang berupa batu bata, namun dari hasil kesepakatan pengempon akan merehab keberadaan palinggih, yang sedianya dilakukan nuntun pada hari ini (kemarin, red),” jelasnya.

Lanjut Asta Jaya, mengaku tidak mengetahui adanya sosialisasi  tentang situs. Dia juga tidak mengetahui terkait situs cagar budaya.

“Intinya, kami selaku warga masyarakat memang tidak mengetahui adanya sosialisasi tentang situs, bagaimana seharusnya pembangunan ini tetap berjalan, kami harapkan peran pemerintah bisa memperhatikan agar kami tidak disalahkan,” terangnya.

Baca Juga:  Rumdin Jaksa Badung Kelar, Rumdin Hakim PN Gabeng


DENPASAR – Pura Batur Sari, di Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman, nyaris dibongkar oleh pengempon pura, dengan dalih perbaikan pura.

Padahal, Pura Dadya yang memiliki ornament unik khas bebadungan ini  tergolong situs yang dilindungi dan diprediksi berusia 300 tahun. 

 Dinas Kebudayaan Kota Denpasar bersama Tim Arkeologi serta Tim Dewan Pusaka Kota Denpasar saat mendengar informasi

perbaikan Pura  pun  langsung meninjau, mendatangi pura yang disungsung 33 KK tersebut Senin (18/12) kemarin. 

Yang datang dari Tim Dewan Pusaka Kota Denpasar bersama Balai Pelestarian Nilai Budaya  itu dipimpin langsung

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Mataram  dan menemui pengempon pura untuk mensosialisasikan keberadaan situs. 

Baca Juga:  Begini Ceritanya Batu Aneh Ini Dikira Warga Selemadeg Situs Kuno...

Salah seorang  Pengempon Pura  I Nyoman Asta Jaya didampingi  Pemangku Gede Batur Sari Ceramcam Jro Mangku Gede  Nyoman  Subiksha menuturkan, memang ada proposal untuk memohon dana hibah ini dari propinsi senilai Rp 100 juta.

“Dana itu sudah turun dan dijadikan barang berupa batu bata, namun dari hasil kesepakatan pengempon akan merehab keberadaan palinggih, yang sedianya dilakukan nuntun pada hari ini (kemarin, red),” jelasnya.

Lanjut Asta Jaya, mengaku tidak mengetahui adanya sosialisasi  tentang situs. Dia juga tidak mengetahui terkait situs cagar budaya.

“Intinya, kami selaku warga masyarakat memang tidak mengetahui adanya sosialisasi tentang situs, bagaimana seharusnya pembangunan ini tetap berjalan, kami harapkan peran pemerintah bisa memperhatikan agar kami tidak disalahkan,” terangnya.

Baca Juga:  Bali Diguyur Pusat Dana Hibah Rp 1,1 Triliun, Rp 948 M untuk Badung

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/