alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Pulihkan Pariwisata Bali, Kemenpar Sediakan Anggaran Promosi Rp 100 M

DENPASAR – Industri pariwisata Bali dilanda kelesuan akut sebagai dampak erupsi Gunung Agung. Untuk mengembalikan situasi kembali normal, promosi menjadi langkah paling realistis.

Tak tanggung-tanggung, dana promosi wisata yang disediakan pemerintah mencapai Rp 100 miliar.

Anggaran sebesar itu terungkap usai rapat pelaku industri pariwisata Bali bersama Menteri Pariwisata RI Arief Yahya di Bali Tourism Board (BTB) kemarin (18/12).

Menpar Arief Yahya menerangkan, langkah promosi besar-besaran ini merupakan bagian dari langkah pemulihan

setelah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menurunkan status Gunung Agung dari Awas menjadi Waspada.

Menpar Arief bahkan menampik penurunan status ini dilatarbelakangi kepentingan tertentu, termasuk mengamankan jalannya hajatan akbar IMF yang akan dihelat Oktober 2018 mendatang.

Baca Juga:  Total Dana Nasabah yang Diduga Ditilap PT SGB Capai Rp90 Miliar

“Kenapa Kementerian Kemaritiman, ini karena menerima laporan dari Kepala PVMBG. Jadi, kebetulan Kemenko Maritim yang membawahi.

Ini berlaku di luar radius 6 km sampai 10 km,” papar Menpar Arief Yahya kepada awak media kemarin.

Menurutnya, bentuk promosi ini mengarah pada hard salling. “Misalnya menawarkan diskon. Kalau dulu promosi menjual keindahan

dan destinasi. Sekarang main di diskon. Ini berlaku untuk wisatawan domestik dan mancanegara,” jelasnya.



DENPASAR – Industri pariwisata Bali dilanda kelesuan akut sebagai dampak erupsi Gunung Agung. Untuk mengembalikan situasi kembali normal, promosi menjadi langkah paling realistis.

Tak tanggung-tanggung, dana promosi wisata yang disediakan pemerintah mencapai Rp 100 miliar.

Anggaran sebesar itu terungkap usai rapat pelaku industri pariwisata Bali bersama Menteri Pariwisata RI Arief Yahya di Bali Tourism Board (BTB) kemarin (18/12).

Menpar Arief Yahya menerangkan, langkah promosi besar-besaran ini merupakan bagian dari langkah pemulihan

setelah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menurunkan status Gunung Agung dari Awas menjadi Waspada.

Menpar Arief bahkan menampik penurunan status ini dilatarbelakangi kepentingan tertentu, termasuk mengamankan jalannya hajatan akbar IMF yang akan dihelat Oktober 2018 mendatang.

Baca Juga:  Galian C Kembali Beraktivitas, Bupati: Tidak Ada Alasan untuk Berhenti

“Kenapa Kementerian Kemaritiman, ini karena menerima laporan dari Kepala PVMBG. Jadi, kebetulan Kemenko Maritim yang membawahi.

Ini berlaku di luar radius 6 km sampai 10 km,” papar Menpar Arief Yahya kepada awak media kemarin.

Menurutnya, bentuk promosi ini mengarah pada hard salling. “Misalnya menawarkan diskon. Kalau dulu promosi menjual keindahan

dan destinasi. Sekarang main di diskon. Ini berlaku untuk wisatawan domestik dan mancanegara,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/