alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Fakta Seputar Meru Tumpang 11 Palebon Ida Cokorda Pemecutan XI

DENPASAR – Puri Pemecutan Denpasar akan menggelar palebon Ida Cokorda Pemecutan XI pada Jumat, 21 Januari 2022 ini. Sejumlah hal sudah dipersiapkan, termasuk adalah meru tumpang 11. Berikut fakta menarik tentang meru tumpang solas untuk Raja Pemecutan tersebut.

Diketahui, Ida Cokorda Pemecutan XI atau Anak Agung Ngurah Manik Parasara meningal dunia pada 22 Desember 2021 pada pukul 05.30 di kediamannya, di Jalan Mohammad Yamin, Renon. Ida Cokorda Pemecutan XI wafat dalam usia 76 tahun.

 

Persiapan palebon hari ini sudah dipersiapan termasuk bade atau meru yang tinggi. Bade atau meru ini adalah tempat jenazah akan ditempatkan untuk selanjutnya dibawa ke tempat palebon atau pengabenan bagi orang berkasta tinggi.

 

Meru tumpang solas atau sebelas adalah paling tinggi untuk warga di Bali. Biasanya, meru tumpang solas hanya untuk kalangan berkasta tinggi, dari kasta ksatria atau bramana.

Baca Juga:  Dilengkapi Piranti Canggih, Ini Daftar Rute Bus Trans Metro Dewata

 

- Advertisement -

Undagi atau tukang sedang membuat tratag atau tangga untuk menaikkan jenazah ke bade. Tratag ini memiliki tinggi 9,7 meter.

 

Pengerjaan bade ini sudah dimulai sejak Rabu, 5 Januari 2022. Salah seorang undagi bade dari Griya Meranggi, Kesiman, Nyoman Widana  mengatakan tanggal 17 Januari 2022 bade ini harus sudah selesai karena tanggal 18 Januari berada di depan Puri Pemecutan.

Bade ini memiliki tumpang 11 dengan tinggi total 18 meter. Tinggi badan bade yakni 9,7 meter dan tinggi tumpang sekitar 7,5 meter. Adapun lebar dasar bade yakni 365 cm dengan panjang 380 sentimeter.

 

Untuk membuat bade atau meru ini, kayu yang digunakan terdiri dari beberapa jenis. Yakni kayu albesia, sukun, dan beberapa kayu lainnya.

Baca Juga:  Anjing Mati Massal di Pantai Berawa Badung, Dokter Hewan Diterjunkan

Untuk jumlah kayu balok ukuran 4 x 6 cm dan panjang 4 meter yang digunakan dalam pembuatan bade ini sebanyak 1 kubik dan triplek sebanyak 40 lembar.

“Jika sudah jadi dengan hiasannya maka diperkirakan berat bade ini kurang lebih 2 ton,” katanya.

Adapun aksesori yang digunakan dalam bade ini yakni sayap dengan tinggi 5 meter, karang boma, karang sae, paksi, macan, kekendon yang berbentuk seperti gelungan barong.

Saat pelaksanaan palebon menggunakan sanan (bambu penyangga) dengan ukuran 8 x 6 meter dan dibantu dengan roda.

 

“Sanan dengan ukuran 8 x 6 meter karena menggunakan roda, kalau tidak pakai roda ukuran sanan 10 x 12 meter,” katanya.

- Advertisement -

DENPASAR – Puri Pemecutan Denpasar akan menggelar palebon Ida Cokorda Pemecutan XI pada Jumat, 21 Januari 2022 ini. Sejumlah hal sudah dipersiapkan, termasuk adalah meru tumpang 11. Berikut fakta menarik tentang meru tumpang solas untuk Raja Pemecutan tersebut.

Diketahui, Ida Cokorda Pemecutan XI atau Anak Agung Ngurah Manik Parasara meningal dunia pada 22 Desember 2021 pada pukul 05.30 di kediamannya, di Jalan Mohammad Yamin, Renon. Ida Cokorda Pemecutan XI wafat dalam usia 76 tahun.

 

Persiapan palebon hari ini sudah dipersiapan termasuk bade atau meru yang tinggi. Bade atau meru ini adalah tempat jenazah akan ditempatkan untuk selanjutnya dibawa ke tempat palebon atau pengabenan bagi orang berkasta tinggi.

 

Meru tumpang solas atau sebelas adalah paling tinggi untuk warga di Bali. Biasanya, meru tumpang solas hanya untuk kalangan berkasta tinggi, dari kasta ksatria atau bramana.

Baca Juga:  Anjing Mati Massal di Pantai Berawa Badung, Dokter Hewan Diterjunkan

 

Undagi atau tukang sedang membuat tratag atau tangga untuk menaikkan jenazah ke bade. Tratag ini memiliki tinggi 9,7 meter.

 

Pengerjaan bade ini sudah dimulai sejak Rabu, 5 Januari 2022. Salah seorang undagi bade dari Griya Meranggi, Kesiman, Nyoman Widana  mengatakan tanggal 17 Januari 2022 bade ini harus sudah selesai karena tanggal 18 Januari berada di depan Puri Pemecutan.

Bade ini memiliki tumpang 11 dengan tinggi total 18 meter. Tinggi badan bade yakni 9,7 meter dan tinggi tumpang sekitar 7,5 meter. Adapun lebar dasar bade yakni 365 cm dengan panjang 380 sentimeter.

 

Untuk membuat bade atau meru ini, kayu yang digunakan terdiri dari beberapa jenis. Yakni kayu albesia, sukun, dan beberapa kayu lainnya.

Baca Juga:  Dilengkapi Piranti Canggih, Ini Daftar Rute Bus Trans Metro Dewata

Untuk jumlah kayu balok ukuran 4 x 6 cm dan panjang 4 meter yang digunakan dalam pembuatan bade ini sebanyak 1 kubik dan triplek sebanyak 40 lembar.

“Jika sudah jadi dengan hiasannya maka diperkirakan berat bade ini kurang lebih 2 ton,” katanya.

Adapun aksesori yang digunakan dalam bade ini yakni sayap dengan tinggi 5 meter, karang boma, karang sae, paksi, macan, kekendon yang berbentuk seperti gelungan barong.

Saat pelaksanaan palebon menggunakan sanan (bambu penyangga) dengan ukuran 8 x 6 meter dan dibantu dengan roda.

 

“Sanan dengan ukuran 8 x 6 meter karena menggunakan roda, kalau tidak pakai roda ukuran sanan 10 x 12 meter,” katanya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/