alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Cok Ace Sadar Pertanian Tahan saat Pandemi, Faktanya Minim Anggaran

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyatakan Bali paling merasakan dampak dari adanya wabah pandemi Covid-19 karena struktur ekonomi Bali dominan mengandalkan pada sektor pariwisata. Dalam kondisi sekarang ini, semua sektor ekonomi mengalami kontraksi, namun hanya sektor pertanian yang masih bertahan terhadap dampak mewabahnya pandemi Covid-19 ini.

 

“Kondisi tersebut menyadarkan kita semua untuk melakukan transformasi ekonomi Bali dengan mengkonstruksi pundamental pembangunan ekonomi Bali pada sektor  pertanian dan UMKM yang mendukung sektor pariwisata,” ujarnya dihadapan  Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam penyerahan Bantuan Pupuk Hayati Cair, Benih dan Alsintan di Provinsi Bali Tahun 2021 oleh Kementerian Pertanian RI di Subak Erjeruk, Sukawati, Gianyar, Sabtu (19/6). 

 

Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini menjelaskan selama ini pertanian sebagai sektor primer masih memegang peranan penting pada pembentukan PDRB Bali, setelah sektor Pariwisata. Pertanian sebagai industri biomasa tidak hanya dipandang  sebagai sistem ekonomi produksi, tetapi harus dipandang sebagai multi fungsi pertanian yaitu sebagai penyedia lapangan kerja, menjaga pelestarian lingkungan dan sebagai pelestarian budaya agraris  dengan lembaga subaknya.

Baca Juga:  Didepan Prabowo, Bendesa Kutuh Minta Toilet Hingga Patung Gatot Kaca

 

“Penyediaan pangan dalam  jumlah  yang cukup dan berkualitas serta  aman dikonsumsi (food security & food safety), merupakan kewajiban yang harus tersedia sebagai pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dan   memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang dan papan dalam jumlah dan kualitas yang memadai bagi kehidupan krama Bali dalam mewujudkan kemandirian pangan,” rincinya sembari menyampaikan Pemprov Bali telah membuat beberapa Produk Hukum dalam mendukung pertanian, salah satunya adalah Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.

 

 

Sementara itu Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, menyatakan Bali dengan keunggulan subaknya yang sejak dulu memiliki akselerasi pertanian setingkat lebih maju dibanding daerah lain, sepatutnya kembali menggairahkan sektor ini disamping sektor pariwisata. 

 

“Pariwisata itu penting, tapi lebih penting itu makanan untuk kita semua, disamping juga sebagai ketahanan bangsa, serta nantinya bisa menjadi pendukung sektor pertanian,” cetusnya sembari menyatakan bantuan pemerintah terbatas, yang terpenting yakni merubah minat dan kemauan untuk bertani. 

Baca Juga:  Satpol PP Ngaku Kewalahan Tertibkan Pengamen di Lampu Merah

 

“Kebutuhan dasar manusia adalah pertanian, kebutuhan akan pertanian tak pernah menurun, malah kebutuhan dunia akan sektor ini cenderung terus meningkat. Pertanianlah jawaban dari tantangan pandemi ini, tentunya sistem dasarnya harus siap,“ imbuhnya sembari menyampaikan penyerahan bantuan pupuk organik cair guna meningkatkan produktivitas, pernaikan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

 

Pernyataan Cok Ace yang mengakui pertanian tetap bisa bertahan di tengah wabah tak semanis dengan kebijakan Pemprov Bali. Sebab, anggaran dari Pemprov Bali untuk pertanian justru terbilang minim. Hal ini sempat dikritik Ketua Komisi II DPRD Bali,  IGK Kresna Budi.

 

Bahkan, Kresna Budi menyebut pernyataan para pejabat Bali soal pertanian hanya omong kosong belaka. Buktinya, dia menyebut, anggaran untuk pertanian yang diplot di APBD Bali 2021 cuma Rp5 miliar. Berbeda jauh, misalnya untuk membangun Pusat Kebudayaan Bali (PKB) yang rencananya memakan Rp2,5 triliun.


DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyatakan Bali paling merasakan dampak dari adanya wabah pandemi Covid-19 karena struktur ekonomi Bali dominan mengandalkan pada sektor pariwisata. Dalam kondisi sekarang ini, semua sektor ekonomi mengalami kontraksi, namun hanya sektor pertanian yang masih bertahan terhadap dampak mewabahnya pandemi Covid-19 ini.

 

“Kondisi tersebut menyadarkan kita semua untuk melakukan transformasi ekonomi Bali dengan mengkonstruksi pundamental pembangunan ekonomi Bali pada sektor  pertanian dan UMKM yang mendukung sektor pariwisata,” ujarnya dihadapan  Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam penyerahan Bantuan Pupuk Hayati Cair, Benih dan Alsintan di Provinsi Bali Tahun 2021 oleh Kementerian Pertanian RI di Subak Erjeruk, Sukawati, Gianyar, Sabtu (19/6). 

 

Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini menjelaskan selama ini pertanian sebagai sektor primer masih memegang peranan penting pada pembentukan PDRB Bali, setelah sektor Pariwisata. Pertanian sebagai industri biomasa tidak hanya dipandang  sebagai sistem ekonomi produksi, tetapi harus dipandang sebagai multi fungsi pertanian yaitu sebagai penyedia lapangan kerja, menjaga pelestarian lingkungan dan sebagai pelestarian budaya agraris  dengan lembaga subaknya.

Baca Juga:  Dilarang Bicara, Direktur Walhi Bali Hebohkan Sidang DPRD Bali

 

“Penyediaan pangan dalam  jumlah  yang cukup dan berkualitas serta  aman dikonsumsi (food security & food safety), merupakan kewajiban yang harus tersedia sebagai pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dan   memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang dan papan dalam jumlah dan kualitas yang memadai bagi kehidupan krama Bali dalam mewujudkan kemandirian pangan,” rincinya sembari menyampaikan Pemprov Bali telah membuat beberapa Produk Hukum dalam mendukung pertanian, salah satunya adalah Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.

 

 

Sementara itu Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, menyatakan Bali dengan keunggulan subaknya yang sejak dulu memiliki akselerasi pertanian setingkat lebih maju dibanding daerah lain, sepatutnya kembali menggairahkan sektor ini disamping sektor pariwisata. 

 

“Pariwisata itu penting, tapi lebih penting itu makanan untuk kita semua, disamping juga sebagai ketahanan bangsa, serta nantinya bisa menjadi pendukung sektor pertanian,” cetusnya sembari menyatakan bantuan pemerintah terbatas, yang terpenting yakni merubah minat dan kemauan untuk bertani. 

Baca Juga:  Doni Sebut 15.300 PMI Pulang ke Bali, GTPP Covid-19 Bali Ungkap Fakta

 

“Kebutuhan dasar manusia adalah pertanian, kebutuhan akan pertanian tak pernah menurun, malah kebutuhan dunia akan sektor ini cenderung terus meningkat. Pertanianlah jawaban dari tantangan pandemi ini, tentunya sistem dasarnya harus siap,“ imbuhnya sembari menyampaikan penyerahan bantuan pupuk organik cair guna meningkatkan produktivitas, pernaikan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

 

Pernyataan Cok Ace yang mengakui pertanian tetap bisa bertahan di tengah wabah tak semanis dengan kebijakan Pemprov Bali. Sebab, anggaran dari Pemprov Bali untuk pertanian justru terbilang minim. Hal ini sempat dikritik Ketua Komisi II DPRD Bali,  IGK Kresna Budi.

 

Bahkan, Kresna Budi menyebut pernyataan para pejabat Bali soal pertanian hanya omong kosong belaka. Buktinya, dia menyebut, anggaran untuk pertanian yang diplot di APBD Bali 2021 cuma Rp5 miliar. Berbeda jauh, misalnya untuk membangun Pusat Kebudayaan Bali (PKB) yang rencananya memakan Rp2,5 triliun.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/