alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Tim Medis Kurang Ideal, Dewan Buleleng Desak Jumlah Dokter Ditambah

SINGARAJA – Komisi IV DPRD Buleleng mendesak pemerintah untuk menambah jumlah tenaga medis, utamanya dokter.

Sebab dewan menilai jumlah dokter yang bertugas di Buleleng masih kurang ideal. Utamanya yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari mengatakan, dirinya bersama para anggota sudah sempat melakukan pengecekan ke beberapa puskesmas.

Saat ini ketersediaan tenaga medis di beberapa puskesmas, dianggap kurang ideal. Menurut Rani, idealnya dalam sebuah puskesmas setidaknya terdapat tiga orang dokter umum.

Sementara untuk puskesmas rawat inap, setidaknya butuh empat hingga lima orang dokter umum. Faktanya di beberapa puskesmas, jumlah dokter hanya dua orang.

Ia mencontohkan kondisi di Puskesmas Busungbiu I. Kini jumlah dokter umum yang ditugaskan di sana hanya dua orang, dibantu seorang dokter internship atau dokter magang.

Baca Juga:  Bule Polandia yang Gantung Diri di Bali Tinggal di Jalan Bali Cliff Ungasan

Padahal Puskesmas Busungbiu I harus melayani prosedur rawat inap. Sehingga tenaga medis harus siaga 24 jam penuh.

“Banyak kami temukan yang hanya ada 2 orang dokter. Malah di puskesmas rawat inap itu ada hanya 2 dokter. Ini kan persoalan.

Saya minta kepala dinas kesehatan harus segera menyelesaikan masalah ini,” tegas Rani.

Srikandi Partai Demokrat itu dengan tegas meminta agar Dinkes Buleleng segera menempatkan tambahan dokter di puskesmas rawat inap.

Meski saat ini belum ada tambahan PNS, Dinkes bisa saja merekrut dokter dengan sistem kontrak ada perjanjian kerja khusus.

“Karena rawat inap itu kan harus kerja 7 hari seminggu, 24 jam sehari. SDM-nya harus lebih banyak, entah perawatnya, bidannya, termasuk dokternya.

Baca Juga:  Perda No 5/2019 Gratiskan Visum, Faktanya Masih Bayar, Dewan Meradang

Kalau rawat inap paling tidak ka nada 4-5 orang dokter. Logika sederhana saja, dengan layanan 24 jam sehari, tentu jumlah SDMnya harus lebih banyak dari puskesmas biasa,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. IGN Mahapramana mengatakan, masalah kekurangan dokter itu bukan disebabkan karena minimnya SDM.

Namun, beberapa dokter memang harus mengakhiri masa tugasnya karena menjadi PNS di daerah lain.

“Mereka jadi PNS di daerah lain, makanya berkurang. Nanti kami tambah lagi di puskesmas yang memang kurang tenaga medisnya,” kata Mahapramana. 



SINGARAJA – Komisi IV DPRD Buleleng mendesak pemerintah untuk menambah jumlah tenaga medis, utamanya dokter.

Sebab dewan menilai jumlah dokter yang bertugas di Buleleng masih kurang ideal. Utamanya yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari mengatakan, dirinya bersama para anggota sudah sempat melakukan pengecekan ke beberapa puskesmas.

Saat ini ketersediaan tenaga medis di beberapa puskesmas, dianggap kurang ideal. Menurut Rani, idealnya dalam sebuah puskesmas setidaknya terdapat tiga orang dokter umum.

Sementara untuk puskesmas rawat inap, setidaknya butuh empat hingga lima orang dokter umum. Faktanya di beberapa puskesmas, jumlah dokter hanya dua orang.

Ia mencontohkan kondisi di Puskesmas Busungbiu I. Kini jumlah dokter umum yang ditugaskan di sana hanya dua orang, dibantu seorang dokter internship atau dokter magang.

Baca Juga:  Puluhan Mahasiswa Papua di Bali Ditangkap, LBH Sempat Dilarang Bertemu

Padahal Puskesmas Busungbiu I harus melayani prosedur rawat inap. Sehingga tenaga medis harus siaga 24 jam penuh.

“Banyak kami temukan yang hanya ada 2 orang dokter. Malah di puskesmas rawat inap itu ada hanya 2 dokter. Ini kan persoalan.

Saya minta kepala dinas kesehatan harus segera menyelesaikan masalah ini,” tegas Rani.

Srikandi Partai Demokrat itu dengan tegas meminta agar Dinkes Buleleng segera menempatkan tambahan dokter di puskesmas rawat inap.

Meski saat ini belum ada tambahan PNS, Dinkes bisa saja merekrut dokter dengan sistem kontrak ada perjanjian kerja khusus.

“Karena rawat inap itu kan harus kerja 7 hari seminggu, 24 jam sehari. SDM-nya harus lebih banyak, entah perawatnya, bidannya, termasuk dokternya.

Baca Juga:  Pembahasan Buntu, Dewan Buleleng Minta Penyesuaian Dokumen KUA-PPAS

Kalau rawat inap paling tidak ka nada 4-5 orang dokter. Logika sederhana saja, dengan layanan 24 jam sehari, tentu jumlah SDMnya harus lebih banyak dari puskesmas biasa,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. IGN Mahapramana mengatakan, masalah kekurangan dokter itu bukan disebabkan karena minimnya SDM.

Namun, beberapa dokter memang harus mengakhiri masa tugasnya karena menjadi PNS di daerah lain.

“Mereka jadi PNS di daerah lain, makanya berkurang. Nanti kami tambah lagi di puskesmas yang memang kurang tenaga medisnya,” kata Mahapramana. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/