alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Pandemi, Pedagang di Bali Ngaku Berat, Erick Thohir: Memang Berat!

DENPASAR – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat kunjungan ke Bali beberapa hari ini sempat bertemu sejumlah warga terdampak pandemi Covid 19.

 

Terutama para pedagang yang menggantungkan  hidup dari dunia pariwisata. Erick Thohir mengakui bahwa perekonomian warga di Bali kini sangat berat. “Tadi, saya ketemu pedagang di pasar Ubub, kemarin di Nusa Dua ketemu pedagang pantai, kemarin juga ketemu para kreatif muda dan UMKM. Apa yang disampaikan mereka memang berat,” kata Erick di Pelabuhan Benoa, Denpasar pada Senin (20/9).

 

Meski mengakui bahwa kondisi warga di Bali berat, Erick Thohir mengaku dapat melihat semangat bersama untuk bangkit.

Baca Juga:  Terima 5.900 Mahasiswa, Unud Belum Sepenuhnya Ujian Berbasis Komputer

 

“Saat ketemu mereka, terlihat dari mata mereka ada semangat untuk bangkit. Covid 19 ini juga tidak mudah dilaluinya tanpa gotong- royong dan disiplin. Kata Presiden, gas sama, rem harus pas,” tuturnya.

 

Menurut dia, pelajaran lain juga harus menjadi catatan dalam pandemi ini untuk memperbaiki semua sektor yang ada. Terutama dalam memperbaiki berbagai sektor pendukung pasca Covid 19 nanti.

 

“Ini (pandemi) juga bagus buat introspeksi diri. Ini juga saat yang tepat untuk memikirkan pasca-Covid. Inti sarinya, kita sama-sama buka diri,” tegasnya.

 

Seperti diketahui, geliat wisatawan lokal disepanjang pesisir pantai Kuta, Legian dan Seminyak sudah mulai tampak. Walau daya beli masih menurun, setidaknya mampu memberikan harapan perekonomian warga.

Baca Juga:  Objek Wisata Mulai Buka, Pergerakan Penumpang di Bandara Naik Pesat

 

Sebagaimana yang diceritakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Legian, I Wayan Puspa Negara. Ia pun menyambut baik diturunkannya PPKM ke Level 3 dan bisa dibukanya pintu akses dibeberapa titik Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Bali.

 

“Sekarang tinggal bagaimana Pemerintah Provinsi Bali, baik Pak Koster dan jajarannya dapat meyakinkan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi agar Bali bisa dibuka untuk seluruh wisatawan,” ujarnya.

 

Bagi Puspa Negara, Bali sudah memenuhi semua persyaratan yang semestinya menjadi tolak ukur untuk dibukanya pariwisata. Yakni, dari segi verifikasi, sertifikasi (CHSE), vaksinasi dan juga telah menetapkan protokol kesehatan (Prokes).

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat kunjungan ke Bali beberapa hari ini sempat bertemu sejumlah warga terdampak pandemi Covid 19.

 

Terutama para pedagang yang menggantungkan  hidup dari dunia pariwisata. Erick Thohir mengakui bahwa perekonomian warga di Bali kini sangat berat. “Tadi, saya ketemu pedagang di pasar Ubub, kemarin di Nusa Dua ketemu pedagang pantai, kemarin juga ketemu para kreatif muda dan UMKM. Apa yang disampaikan mereka memang berat,” kata Erick di Pelabuhan Benoa, Denpasar pada Senin (20/9).


 

Meski mengakui bahwa kondisi warga di Bali berat, Erick Thohir mengaku dapat melihat semangat bersama untuk bangkit.

Baca Juga:  Candidasa Belum Pulih, Tulamben Mulai Menggeliat

 

“Saat ketemu mereka, terlihat dari mata mereka ada semangat untuk bangkit. Covid 19 ini juga tidak mudah dilaluinya tanpa gotong- royong dan disiplin. Kata Presiden, gas sama, rem harus pas,” tuturnya.

 

Menurut dia, pelajaran lain juga harus menjadi catatan dalam pandemi ini untuk memperbaiki semua sektor yang ada. Terutama dalam memperbaiki berbagai sektor pendukung pasca Covid 19 nanti.

 

“Ini (pandemi) juga bagus buat introspeksi diri. Ini juga saat yang tepat untuk memikirkan pasca-Covid. Inti sarinya, kita sama-sama buka diri,” tegasnya.

 

Seperti diketahui, geliat wisatawan lokal disepanjang pesisir pantai Kuta, Legian dan Seminyak sudah mulai tampak. Walau daya beli masih menurun, setidaknya mampu memberikan harapan perekonomian warga.

Baca Juga:  Pesta Kembang Api Warnai Pergantian Tahun di Bali

 

Sebagaimana yang diceritakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Legian, I Wayan Puspa Negara. Ia pun menyambut baik diturunkannya PPKM ke Level 3 dan bisa dibukanya pintu akses dibeberapa titik Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Bali.

 

“Sekarang tinggal bagaimana Pemerintah Provinsi Bali, baik Pak Koster dan jajarannya dapat meyakinkan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi agar Bali bisa dibuka untuk seluruh wisatawan,” ujarnya.

 

Bagi Puspa Negara, Bali sudah memenuhi semua persyaratan yang semestinya menjadi tolak ukur untuk dibukanya pariwisata. Yakni, dari segi verifikasi, sertifikasi (CHSE), vaksinasi dan juga telah menetapkan protokol kesehatan (Prokes).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/