alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

UPDATE! Buleleng Buka Lowongan 2.783 Formasi ASN, 90 Persen untuk Guru

SINGARAJA – Kabupaten Buleleng mendapat alokasi formasi yang besar dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).

Total formasi CASN yang diberikan mencapai 2.783 formasi. Lebih dari 90 persen diantaranya merupakan formasi untuk guru.

Tahun ini ada dua jalur rekrutmen ASN. Yakni rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Khusus jalur CPNS diperuntukkan bagi formasi tenaga teknis dan tenaga kesehatan. Sementara jalur Calon P3K diperuntukkan bagi formasi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Untuk jalur rekrutmen CPNS, hanya ada 231 formasi yang tersedia. Sementara untuk jalur Calon P3K disediakan sebanyak 2.552 formasi.

Melimpahnya formasi yang tersedia, ternyata memaksa pemerintah melakukan pengetatan anggaran.

Baca Juga:  Warga Pesisir Bakal Digelontor Modal Usaha Rp 1,5 M

Pemerintah berencana mengajukan refocusing anggaran, untuk menambah alokasi dana untuk pelaksanaan seleksi Calon ASN.

- Advertisement -

Untuk proses seleksi saja, diperkirakan butuh dana sekitar Rp 1 miliar. Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pemerintah pusat telah memberikan alokasi formasi Calon ASN.

Suyasa menyebut alokasi formasi itu merupakan alokasi terbesar yang diterima Pemkab Buleleng selama ini.

Pemerintah memutuskan menerima seluruh formasi yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Kami masih hitung kebutuhan anggaran. Ini di luar perhitungan kami. Biasanya kan hanya ratusan pesertanya.

Tapi, ini sampai dua ribu lebih. Makanya perlu dihitung ulang anggarannya,” kata Suyasa kemarin.

Suysa mengatakan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) seluruh Bali akan melakukan rapat koordinasi teknis dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Baca Juga:  Astra Motor Center Tawarkan Konsep Co Working Space

“Dalam proses tes itu kan perlu komputer. Nanti apakah dilakukan sewa secara mandiri, cost sharing dengan daerah lain, atau ada skema lain.

Setelah dihitung kebutuhan anggarannya, nanti kami sampaikan ke DPRD untuk diketahui,” papar Suyasa. 

- Advertisement -

SINGARAJA – Kabupaten Buleleng mendapat alokasi formasi yang besar dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).

Total formasi CASN yang diberikan mencapai 2.783 formasi. Lebih dari 90 persen diantaranya merupakan formasi untuk guru.

Tahun ini ada dua jalur rekrutmen ASN. Yakni rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Khusus jalur CPNS diperuntukkan bagi formasi tenaga teknis dan tenaga kesehatan. Sementara jalur Calon P3K diperuntukkan bagi formasi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Untuk jalur rekrutmen CPNS, hanya ada 231 formasi yang tersedia. Sementara untuk jalur Calon P3K disediakan sebanyak 2.552 formasi.

Melimpahnya formasi yang tersedia, ternyata memaksa pemerintah melakukan pengetatan anggaran.

Baca Juga:  Dewan Minta Pemkab Perketat Pengawasan Menara Telekomunikasi

Pemerintah berencana mengajukan refocusing anggaran, untuk menambah alokasi dana untuk pelaksanaan seleksi Calon ASN.

Untuk proses seleksi saja, diperkirakan butuh dana sekitar Rp 1 miliar. Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pemerintah pusat telah memberikan alokasi formasi Calon ASN.

Suyasa menyebut alokasi formasi itu merupakan alokasi terbesar yang diterima Pemkab Buleleng selama ini.

Pemerintah memutuskan menerima seluruh formasi yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Kami masih hitung kebutuhan anggaran. Ini di luar perhitungan kami. Biasanya kan hanya ratusan pesertanya.

Tapi, ini sampai dua ribu lebih. Makanya perlu dihitung ulang anggarannya,” kata Suyasa kemarin.

Suysa mengatakan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) seluruh Bali akan melakukan rapat koordinasi teknis dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Baca Juga:  Menhub: Kubutambahan Paling Ideal, Pusat Pertimbangkan Luas Lahan

“Dalam proses tes itu kan perlu komputer. Nanti apakah dilakukan sewa secara mandiri, cost sharing dengan daerah lain, atau ada skema lain.

Setelah dihitung kebutuhan anggarannya, nanti kami sampaikan ke DPRD untuk diketahui,” papar Suyasa. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/