alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

85 Orang Duktang di Renon Terjaring Razia Administrasi Kependudukan

DENPASAR, Radar Bali – Sebanyak 85 penduduk pendatang terjaring dalam razia tertib administrasi kependudukan. Itu dilakukan dalam mewujudkan harkamtibmas yang kondusif. Ini berlangsung di seputaran Renon, Denpasar, Sabtu (21/5) sekitar pukul 21.00.

Razia sekaligus pendataan penduduk pendatang (duktang) bagi warga nonpermanen di seputaran wilayah Renon. Kegiatan yang dipimpin Lurah Renon I Gede Sueca, didampingi Staf Kelurahan, Linmas dan kepala lingkungan sekelurahan renon, Kanit Binmas dan Panit Binmas Polsek Densel menyasar rumah-rumah kos.

Seperti di seputaran Jalan Tukad Penet Gang Sagamona I, Jalan Tukad Penet Gang Cempaka, Jalan Pemuda VI, Jalan Tukad Citarum Gang DD, Jalan Tukad dan Jalan Badung XVI wilayah Kelurahan Renon. Hasil yang diperoleh selama melaksanakan pendataan penduduk non permanen telah memeriksa sebanyak 85 orang sebagai penduduk non permanen.

Dengan rincian 26 dengan KTP Bali dan 59 KTP luar Bali terdiri laki-laki sebanyak 52 orang dan 33 orang perempuan. Terhadap 85 orang yang terjaring tersebut nantinya akan di data dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Guna memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi kependudukan ke depannya.

“Dalam sidak itu sebanyak 85 penduduk non permanen terjaring tertib administrasi,” ujar Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Made Teja Dwi Permana.

Dia mengatakan kegiatan pendataan penduduk bagi warga pendatang baru dilaksanakan untuk mengetahui, dan mendata warga baru yang tinggal di wilayah kelurahan Renon pascalibur mudik Lebaran.

Kegiatan pendataan dan penertiban penduduk pendatang, merupakan sebagai salah satu upaya mewujudkan tertib administrasi, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Ya tentunya untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar selalu kondusif” tutup Kompol Made Teja. (dre)



DENPASAR, Radar Bali – Sebanyak 85 penduduk pendatang terjaring dalam razia tertib administrasi kependudukan. Itu dilakukan dalam mewujudkan harkamtibmas yang kondusif. Ini berlangsung di seputaran Renon, Denpasar, Sabtu (21/5) sekitar pukul 21.00.

Razia sekaligus pendataan penduduk pendatang (duktang) bagi warga nonpermanen di seputaran wilayah Renon. Kegiatan yang dipimpin Lurah Renon I Gede Sueca, didampingi Staf Kelurahan, Linmas dan kepala lingkungan sekelurahan renon, Kanit Binmas dan Panit Binmas Polsek Densel menyasar rumah-rumah kos.

Seperti di seputaran Jalan Tukad Penet Gang Sagamona I, Jalan Tukad Penet Gang Cempaka, Jalan Pemuda VI, Jalan Tukad Citarum Gang DD, Jalan Tukad dan Jalan Badung XVI wilayah Kelurahan Renon. Hasil yang diperoleh selama melaksanakan pendataan penduduk non permanen telah memeriksa sebanyak 85 orang sebagai penduduk non permanen.

Dengan rincian 26 dengan KTP Bali dan 59 KTP luar Bali terdiri laki-laki sebanyak 52 orang dan 33 orang perempuan. Terhadap 85 orang yang terjaring tersebut nantinya akan di data dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Guna memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi kependudukan ke depannya.

“Dalam sidak itu sebanyak 85 penduduk non permanen terjaring tertib administrasi,” ujar Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Made Teja Dwi Permana.

Dia mengatakan kegiatan pendataan penduduk bagi warga pendatang baru dilaksanakan untuk mengetahui, dan mendata warga baru yang tinggal di wilayah kelurahan Renon pascalibur mudik Lebaran.

Kegiatan pendataan dan penertiban penduduk pendatang, merupakan sebagai salah satu upaya mewujudkan tertib administrasi, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Ya tentunya untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar selalu kondusif” tutup Kompol Made Teja. (dre)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/